
Jelita ingin kembali fokus menata hidupnya. Jelita memutuskan untuk melupakan semua dendam dan sakit hatinya. Apa yang sudah terlanjur terjadi memang tidak bisa lagi diperbaiki, tapi setidaknya Jelita ingin menata hidupnya ke depan dengan lebih baik. Ya, Jelita sudah berkonsultasi dengan team pengacaranya. Bagaimana sekiranya jika mereka membebaskan Arya dari segala tuntutan. Tapi mereka bilang itu mustahil dan sangat beresiko, sebab kasus itu sudah terlanjur besar dan tersebar luas. Nama baik Jelita dan kredibilitasnya akan dipertaruhkan jika Jelita menarik kembali kasus tersebut. Dan Jelita juga tak punya cukup keberanian untuk mengakui kesalahannya. Dan lagi pula, Jelita hanyalah orang di balik layar yang sengaja memanipulasi kasus ini, jadi Jelita tidak punya wewenang untuk itu.
Tapi setidaknya, akhirnya Jelita memutuskan untuk menemui Arya. Jelita meminta maaf pada Arya dan mengakui semua. Dan diluar dugaan, Arya sama sekali tidak merasa marah.
"Aku tahu, ini balasan yang pantas untuk perbuatanku di masa lalu. Jika apa yang kamu lakukan membuat hatimu merasa lebih baik, aku akan menerimanya. Semoga setelah ini kita bisa melanjutkan hidup masing-masing tanpa ada lagi dendam dan kebencian..."
Jelita tidak menyangka, bahwa orang seperti Arya bisa bicara demikian. Orang yang dulu pernah berniat mencelakainya. Sepertinya Arya telah banyak berubah.
Jelita lalu menyerahkan sebuah cek kosong kepada Arya.
"Apa ini?"
__ADS_1
"Itu cek kosong, kamu bisa menuliskan berapapun nominal yang kamu mau. Anggap saja ini sebagai kompensasi atas kecuranganku..."
"Ibuku sudah tiada, aku tidak terlalu membutuhkan uang lagi..."
Arya mengembalikan cek itu.
Tapi Jelita memberikannya lagi.
Arya kembali mengembalikannya.
"Nona, tidak semua hal didunia ini bisa dibeli dengan uang termasuk harga diriku...kalau kau sudah selesai sebaiknya segera pergi dari sini. Tenang saja, aku tidak akan mencari masalah denganmu lagi..."
__ADS_1
"Baiklah, sekali lagi aku minta maaf, aku harap setelah ini kita tidak bertemu lagi..."
Jelita akhirnya melangkah pergi meninggalkan lembaga pemasyarakatan tempat Arya ditahan. Setidaknya Jelita sudah memastikan bahwa mereka sudah saling tahu dan saling memaafkan satu sama lain. Dan setidaknya Jelita ingin memastikan bahwa kedepannya tidak akan ada masalah lagi karena hal ini.
Jelita lalu kembali ke kantor. Fokusnya kali ini adalah untuk mencari asisten baru yang akan membantu pekerjaannya nanti. Kini Jelita tidak lagi mempunyai ekspektasi untuk mencari pengganti Diara karena itu cukup mustahil. Jelita hanya perlu mencari asisten yang bisa bekerja secara profesional.
Jelita menyuruh orang dari HRD untuk menyeleksi calon kandidat yang akan di wawancara agar dirinya bisa bersikap obyektif. Setelah beberapa ptoses seleksi yang ketat, akhirnya ada lima calon yang berhasil masuk dan akan di wawancara langsung oleh Jelita.
Jelita lalu melakukan proses wawancara secara profesional dan memilih dua kandidat terbaik. Mereka bernama Silvia dan Rosita. Ya, Jelita memilih dua orang perempuan yang menurutnya cukup sederhana dengan karakter dan performa yang cukup baik.
Semua berjalan dengan lancar. Jelita mulai memberikan mereka tugas dan mengajari mereka tentang apa-apa yang harus dan tidak boleh dilakukan saat bekerja dengannya. Keduanya cukup mengerti dan bisa melakukan tugas-tugasnya dengan baik. Jelita merasa senang karena beban pekerjaannya mulai berkurang.
__ADS_1
Jelita bisa lebih santai dan sedikit menikmati hidupnya. Dan sepertinya dia ingin mengambil cuti beberapa hari. Untuk sekedar mengambil waktu rehat atau healing ke suatu tempat.