
Farid sedang fokus melakukan pekerjaannya saat tiba-tiba atasannya memanggilnya.
"Kamu dipanggil Bu Jelita, disuruh datang ke ruangannya..."
"Bu Jelita?"
"Iya, Bu Jelita, pemilik perusahaan kita...."
"Kalau boleh tahu ada apa ya pak?"
"Kurang tahu saya, datang saja dulu, sekarang ya..."
Mau tak mau Farid segera menyudahi pekerjaannya dan memenuhi panggilan itu.
Farid mengetuk pintu di sebuah ruangan yang belum pernah di masukinya. Ya, sejak awal bekerja hingga sekarang, Farid memang belum pernah bertemu dan tidak tahu menahu tentang pemilik perusahannya yang katanya seorang designer terkenal.
Pintu dibuka dari dalam, seorang wanita mempersilahkannya masuk, lalu pintu kembali di tutup dari luar.
__ADS_1
Farid menatap berkeliling dan tidak menemukan keberadaan seseorang disana. Sampai kemudian sebuah kursi kerja yang semula menghadap ke belakang, tiba-tiba berputar dan termyata seorang wanita tengah duduk di sana dengan mengenakan topi dan kacamata hitam. Sepertinya wanita itulah yang dimaksud atasannya sebagai pemilik perusahaan.
"Selamat siang, dengan Ibu Jelita?"
"Ya, benar..."
Jelita lalu membuka topinya dan membiarkan rambutnya tergerai. Jelita mengangkat sedikit kecamatanya.
"Apa kamu mengenaliku?"
Farid terpaku dan menatap Jelita dalam-dalam.
"Ya aku Mawar, nama kecilku Mawar Kurniasih, tapi sekang identitasku sudah berganti menjadi Jelita..."
"Kamu Jelita pemilik perusahaan ini?"
Tanya Farid untuk meyakinkan dirinya sendiri.
__ADS_1
Jelita mengangguk.
Farid tidak mengerti apa yang dirasakannya saat ini. Dirinya benar-benar terkejut dan tidak menyangka bahwa Mawar yang dikenalnya bukanlah orang biasa. Sejak awal Farid sudah merasa jika Mawar berbeda dari gadis biasa. Sebagai gadis desa yang bekerja sebagai OG, Mawar terlalu percaya diri. Tapi Farid juga tidak mau berprasangka berlebihan.
"Kenapa kamu membohongiku? Apa kamu pikir perasaanku hanya permainan..."
"Maaf Mas Farid aku tidak pernah berfikir seperti itu. Aku memang melakukan penyamaran dengan tujuan tertentu. Tapi aku tidak pernah bermaksud menjebakmu, buatku persahabatan kita itu tulus dan aku juga tidak bisa mengendalikan perasaanku. Sekarang aku harus jujur sebelum mengambil keputusan, karena Mas Farid meminta untuk ke jenjang yang lebih serius..."
Farid tidak bisa menerima penjelasan Jelita begitu saja. Baginya ini sungguh tidak masuk akal.
Yang dia lamar kemarin adalah Mawar, gadis kampung yang pernah menjadi rekannya saat bekerja sebagai OB. Gadis polos yang berani dan percaya diri yang telah membuatnya jatuh hati. Tapi wanita yang kini duduk di depannya adalah Jelita, bosnya secara tidak langsung sekaligus pemilik perusahaan tempat dirinya mengais rezeki. Perbandingan itu benar-benar bagaikan bumi dan langit.
"Maaf Ibu Jelita, saya harus kembali bekerja, dan sepertinya sudah tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi.."
Tanpa menunggu jawaban Jelita, Farid keluar dari ruangan.
Farid mencoba melupakan fakta yang baru saja diketahuinya dan mencoba bekerja seperti biasa. Tapi ternyata hal itu tidak mudah karena pikirannya mendadak kacau dan tidak mau diajak bekerka sama. Jadilah pekerjaannya hari itu kacau balau. Banyak kesalahan sepele yang eilakukannya yanh membuarnya di tegur oleh atasannya. Tapi semua itu berhasil dia abaikan, sebab saat ini pikirannya hanya tersita untuk satu hal. Mawarnya yang polos telah berubah menjadi wanita superior yang punya power.
__ADS_1
Dan tidak bisa dipungkiri, meski perasaannya masih sama, tapi sebagai seorang lelaki yang akan menjadi kepala rumah tangga kelak, dirinya merasa insecure.