
Jelita kembali menjalani rutinitasnya seperti sedia kala. Fokus bekerja untuk memulihkan perusahaan dan saat memiliki waktu luang, Jelita memilih untuk kembali menekuni hobby nya untuk mendesign pakaian. Cara itu dirasakan Jelita cukup efektif untuk mengalihkan energi dan pikirannya dari permasalahannya belakangan ini. Apalagi saat ini, entah mengapa hubungannya dengan Diara jadi sedikit renggang. Jelita tidak menyangka bahwa perdebatan terakhirnya dengan Diara akan menjadi berkepanjangan. Jelita menyadari bahwa kemarin sikapnya memang terlalu arrogant, meski begitu harga dirinya masih terlalu tinggi untuk meminta maaf atau sekedar menyapa terlebih dahulu. Biarlah, mungkin mereka memang perlu waktu untuk untuk berjalan masing-masing. Toh meski saling diam, Diara masih melaksanakan tugasnya dengan sangat baik.
Di luar pekerjaannya, Jelita tetap mengikuti perkembangan kasus hukum Gunawan. Dua oknum dari perusahaan Vivian sudah ikut ditangkap. Beruntung tidak ada permasalahan yang menyinggung di antara kedua perusahaan, bahkan dari pihak Vivian sangat kooperatif dan mau diajak bekerjasama untuk menuntaskan kasus ini. Bisa dikatakan , semua berjalan lancar sesuai dengan keinginan Jelita
Hingga pada suatu siang, istri Gunawan datang ke kantor untuk menemui Jelita secara pribadi. Jelita cukup terkejut dan tidak siap dengan kunjungan mendadak itu. Meski begitu, Jelita tetap mengizinkan dia masuk untuk menemuinya.
"Ada apa?",
Jelita bertanya tanpa basa basi pada istri Gunawan.
__ADS_1
Tiba-tiba wanita itu bersimpuh di depan Jelita. Jelita pun reflek melangkah mundur untuk menghindar.
"Jangan berlebihan!"
Wanita itu terlihat takut dan gemetar.
Jelita merasa risih dengan prilaku wanita itu yang berbicara sambil berlutut. Jika ada orang yang melihat, salah-salah dirinya dianggap tidak sopan pada orang yang lebih tua.
"Bangunlah dan duduklah di sofa, mari kita bicarakan masalah ini..."
__ADS_1
Jelita mendahului wanita itu untuk duduk, beberapa saat kemudian barulah wanita itu bangun mengikuti Jelita.
"Mohon maaf, saya akan memaafkan Gunawan suami anda, walau itu tidak mudah, tapi itu bukan berarti saya akan menghentikan proses hukum yang sedang berlangsung. Sedangkan untuk kehidupan anda dan anak-anak saya bisa memberikan sedikit bantuan walaupun tidak sebanyak gaji suami anda sebelumnya. Saya melakukannya karena masih memandang hubungan baik diantara kita di masa lalu. Dan saya rasa tidak perlu berlama-lama, anda bisa meninggalkan ruangan saya karena saya juga masih banyak urusan..."
Tanpa menunggu jawaban, Jelita keluar dari ruangannya sendiri meninggalkan istri Gunawan. Jelita tidak suka suasana canggung yang terjadi diantara mereka.
Saat masuk kembali ke ruangannya, istri Gunawan sudah tidak berada ditempat. Jelita merasa lebih baik. Jelita lalu menyalakan televisi yang ada di ruangannya. Sebuah siaran berita menyiarkan kasus beredarnya video porno yang sedang viral belakangannya ini. Tentu saja itu tidaknlain dan tidak bukan adalah video yang dibintangi Arya Angga, mantan kekasihnya. Sejenak Jelita meluangkan waktunya untuk menyaksikan berita itu. Polisi sedang berusaha keras menghentikan penyebarannya agar tidak semakin meresahkan masyarakat, tapi hal itu tidaklah mudah karena video sudah terlanjur menyebar. Disisi lain polisi sedang melakukan pemerikasaan kepada kedua pemeran di video tersebut, meski status mereka masih sebatas saksi.
Jelita akhirnya bisa tertawa puas mendengar berita itu. Dalam hatinya Jeluta berdoa, semoga saja tim pengacaranya bisa melaksanakan tugas sesuai dengan keinginannya.
__ADS_1