
"Lo serius Je? buat apa sih lo repot-repot bahkan harus keluarin duit yang pastinya nggak sedikit cuma buat jeblosin Arya ke penjara?"
Diara benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang ada di kepala sahabatnya itu.
"Serius donk! Buat apa gue main-main? Uang berapapun itu nggak ada artinya buat gue, uang bisa dicari lagi Di! Tapi kali ini gue mau kasih pelajaran sama dua baj*ngan itu, mereka harus terima akibatnya karena sudah berani mempermainkan hati dan kehidupan gue!"
Jelita bicara dengan begitu angkuhnya dan kilatan dendam terpancar jelas dari sorot matanya.
"Calm down Je, gue rasa lo harus tenang dan berfikir jernih dulu sebelum lo malah menyesal nantinya. Gue ngerti lo sakit hati banget waktu itu, tapi apa tindakan lo ini bisa dibenarkan?"
Diara mencoba menenangkan dan memberi pengertian pada Jelita.
"Kenapa sih lo malah jadi belain si Arya? Bukannya kasih dukungan buat gue?"
Jelita bukannya mereda malah terlihat semakin emosi.
__ADS_1
"Gue bukannya belain Arya, ngapain juga gue belain orang yang gue nggak kenal! Gue cuma nggak mau aja lo bertindak terlalu jauh Je! Tapi kalau lo emang udah ngambil keputusan tanpa peduli pendapat gue, yaudah terserah lo!"
Diara akhirnya ikut terpancing kesal dan memilih meninggalkan Jelita daripada niat baiknya malah berujung kesalah pahaman.
Setelah perdebatan sengit itu, baik Jelita maupun Diara memilih menyibukkan diri dengan dengan pekerjaan masing-masing dan melupakan sejenak permasalahan mereka.
Keesokan harinya, saat sedang bersantai sejenak sambil memainkan ponselnya, tanpa sengaja Jelita membaca berita viral yang bersliweran di beranda sosial medianya. Sebuah video mes*m, sepasang kekasih sedang bercint* di kamar apartemen beredar luas dan menjadi tontonan hingga di kalangan remaja. Hal itu membuat para orang tua menjadi resah. Polisi masih menyelidiki kasus ini dan mencari tahu pelakunya, baik pemeran maupun penyebar video.
Tiba-tiba jantung Jelita berdetak lebih kencang dan tubuhnya gemetar.
Selamat siang Nona, step pertama sudah beres dan berhasil dengan baik, video sudah dikirimkan dan tersebar luas dengan sendirinya. Sementara ini mari kita nikmati dulu pertunjukkan ini.
Jelita kemudian segera membalas pesan itu.
Pastikan semuanya aman dan jangan sampai namaku dikaitkan-kaitkan, setelah ini jangan mengirim pesan lagi. Datanglah ke kantorku dan kita bicarakan hal ini secara langsung jika memang perlu.
__ADS_1
Tak berselang lama, Jelita pun segera mendapatkan balasan dari pesannya.
Siap Nona, saya mengerti. Harap segera mengirimkan uang sejumlah lima ratus juta ke no rek xxx atas Sunan Sudrajad.
Jelita menghembuskan nafas dengan kesal. Tapi dia tetap mentransfer sejumlah uang yang diminta.
Sudah kukirim sejumlah yang anda minta, tolong selesaikan semua dengan rapi dan jangan mengecewakanku.
Siap bos.
Akhirnya Jelita bisa bernafas lega.
Untuk mengalihkan perhatian akhirnya Jelita memilih menonton drama korea favoritnya di ruangannya. Lalu Jelita memesan dua cup vanilla latte dari gerai kopi langganannya lewat sebuah aplikasi untuk menemaninya menonton.
Drama sudah diputar dan dua cup vanilla latte sudah siap di meja. Tapi Jelita merasa ada sesuatu yang kurang. Jelita menatap layar ponselnya dan ingin melakukan panggilan pada Diara agar dia datang untuk menemaninya. Tapi kemudian Jelita ingat mereka baru saja berdebat. Jelita mengurungkan niatnya dan akhirnya memilih menikmati drama korea dan vanilla latte nya seorang diri.
__ADS_1