Panggil Aku Mawar

Panggil Aku Mawar
Bab 60


__ADS_3

Hari itu, Diara bangun pagi-pagi sekali. Ini adalah hari pertamanya resmi menganggur. Sejenak Diara ingin bersantai sambil memikirkan apa yang ingin dilakukannya untuk menata masa depannya. Perlahan Diara mulai bisa berdamai dengan masa lalunya. Diara sadar hidupnya harus tetap berjalan, sedangkan Mama dan Juna tetap akan jadi bagian hidupnya yang selalu tersimpan di hati.


Diara punya rencana untuk mewujudkan impiannya yang sempat tertunda. Impian yang dulu sempat dirintisnya bersama Juna, tapi sempat ditinggalkanya.


Diara ingin membangun bisnis di bidang kuliner sesuai dengan hobi nya. Tapi kali ini Diara tidak ingin sekedar mencari uang. Ada tujuan lain yang ingin dicapainya. Diara ingin menghadirkan kebahagian bagi para pelanggannya. Rencananya Diara ingin merombak rumah tinggalnya saat ini menjadi tempat makan yang nyaman dan ramah anak. Di bagian dalam rumah akan ada ruangan indoor dengan sofa-sofa empuk dan dilengkapi dengan pendingin ruangan. Sedangkan di bagian halaman akan dibuat tempat lesehan dengan taman yang rindang dan gemericik air kolam.


Dan dilantai dua akan menjadi kawasan khusus pribadi alias rumah tinggal Diara. Kamar dan semua barang-barang pribadinya akan dipindahkan ke lantai dua.


Diara ingin menerapkan konsep all you can eat, pay as yo wish di restoran miliknya nanti, dengan syarat setiap pengunjung wajib menghabiskan makanan yang diambilnya jika tidak mau kena denda yang mahal. Dengan begitu Diara berharap semua kalangan bisa menjadi pelanggannya dan terutama Diara ingin masyarakat kelas menengah kebawah bisa turut menikmati makanan berkualitas di tempat yang nyaman tanpa khawatir dengan harga yang mahal.

__ADS_1


Selama bekerja Diara selalu menabung dan menyimpan uang gajinya. Dan jumlahnya lumayan banyak. Sepertinya akan cukup untuk renovasi rumah dan sebagai modal usahanya.


Setelah puas bersantai sambil berkhayal tentang rencana masa depannya, Diara lalu mandi agar tubuhnya lebih segar. Diara bosan berada di rumah saja sendirian. Diara ingin pergi keluar, tapi dirinya merasa tidak punya tujuan.


Setelah berpikir dan berpikir, akhirnya Diara memutuskan untuk mengunjungi makam Mama. Diara mengenakan pakaian kasual dan memilih memesan taksi online untuk menuju ke sana. Tidak lupa Diara membawa payung agar tidak kepanasan.


Diara ingat, saat di pemakaman waktu itu kesedihan masih pekat menyelubungi hatinya. Rasa sedih, sesal, dan amarah bercampur. Seolah Mama pergi begitu cepatnya. Tapi kini, saat datang kembali ke makam Mama, Diara sudah jauh lebih tegar.


Diara lalu bangun dan memesan taksi online untuk pulang.

__ADS_1


Di dalam perjalanan menuju rumah, ponsel Diara berbunyi. Sebuah panggilan dari nomor yang tidak dikenalnya. Diara mengangkat panggilan itu dengan waspada.


"Selamat siang, kami dari rumah sakit karya medika, apakah benar ini dengan Nona Diara, kerabat dari Nyonya Rusmini?"


Hati Diara langsung berdebar, firasatnya merasa ada sesuatu yang buruk terjadi.


"Ya benar, ada apa mbak?"


"Kondisi Nyonya Rusmini terus menurun, diharapkan pihak keluarga bisa datang untuk menemani..."

__ADS_1


"Baik mbak, saya akan secepatnya kesana..."


Diara meminta sopir taksi online untuk berputar ke arah rumah sakit.


__ADS_2