Panggil Aku Mawar

Panggil Aku Mawar
Bab 54


__ADS_3

Arya benar-benar tidak mengerti, bagaimana bisa adegan panasnya dimasa lalu bisa terekam bahkan sampai beredar ke khalayak umum. Katakan dirinya dulu memang seorang lelaki bej*d yang lemah dan mudah dibuaikan oleh hawa nafsu. Tapi dirinya tidak sebodoh itu untuk merekam aktivitas yang sangat pribadi, apalagi sampai menyebarkannya di dunia maya. Dan lagi pula, apa pula keuntungan bagi dirinya?


Ada beberapa kemungkinan bagaimana video itu bisa tersebar. Pertama, jika Ayu yang iseng merekam, sekedar sebagai koleksi pribadi atau untuk menyimpan kenangan tentang kebersamaan mereka. Karena menurut pengalaman Arya, kaum hawa memang terkadang punya jalan pikiran yang tak masuk akal. Kemungkinan kedua adalah adanya pihak ke tiga yang sengaja menjebak mereka dengan alasan dan tujuan tertentu. Entah apa dan siapa.


Namun apapun itu pada kenyataannya dirinya tidak bisa mengelak. Sebab video itu sudah beredar sangat luas dan tak terkendali. Akibatnya, para orang tua dan masyarakat umum turut merasa resah hingga polisi pun ikut bertindak. Apalagi hasil penyelidikam oleh ahli telematika menyatakan bahwa video itu asli alias bukan hasil rekayasa. Dan hal itu berarti dirinya sebagai pemeran utama sudah pasti adalah pihak pertama yang akan dimintai pertanggung jawaban atas beredarnya video itu.


Benar saja, beberapa hari setelah video itu tersebar, akhirnya dirinya mendapatkan surat panggilan dari kepolisian. Statusnya saat pertama kali dipanggil adalah sebagai saksi. Arya bersikap kooperatif dengan mendatangi panggilan polisi. Disana dirinya dicecar dengan berbagai pertanyaan yang cukup menyudutkannya. Meskipun Arya sudah berusaha memberikan keterangan yang sejujur-jujurnya, tapi mereka tidak begitu saja percaya. Karena sebagai pemeran dirinya dicurigai sebagai pihak pertama yang merekam. Selain itu ada berbagai kemungkinan motif yang dituduhkan padanya, sebagai pihak yang menyebarkan video. Motif dendam dan patah hati misalnya. Dan mereka terus mendesak agar Arya mau mengakuinya.


Selesai di interogasi sebagai saksi, akhirnya Arya diizinkan kembali pulang ke rumah. Arya merasa sangat lega saat itu. Hal yang paling ditakutkan Arya adalah jika tiba-tiba dirinya ditahan dan tak bisa bertemu Ibunya lagi.


Arya berjalan keluar dari kantor kepolisian seorang diri. Saat sampai di depan, tiba-tiba ada seseorang mendekat dan menghampirinya. Saat semakin dekat barulah Arya bisa mengenali sosok perempuan itu. Tapi belum sempat Arya menyapa, dirinya sudah dikejutkan dengan sebuah tamparan yang mendarat di pipinya.


"Belum puas kamu menghancurkan hidupku, hah?"

__ADS_1


Baru saja Arya bersiap bangkit, satu tamparan kembali mendarat di pipinya.


"Dasar laki-laki bajing*n! kamu sudah mengambil semuanya bahkan kehormatanku! Dulu kamu meninggalkanku begitu saja dan sekarang tega-teganya kamu mempermalukanku dengan menyebarkan aib masa lalu kita?"


Ayu berteriak dengan membabi buta, sementara Arya hanya diam. Membiarkan Ayu melakukan dan melampiaskan semua kemarahannya.


Setelah Ayu berhenti barulah Arya berbicara.


"Aku tidak melakukannya...bukan aku yang melakukannya..."


"Kalau bukan kamu lalu siapa?"


"Apa kekasihmu yang kaya raya itu yang menyuruhmu melakukannya?"

__ADS_1


Yang dimaksud Ayu adalah Jelita.


Meski Arya sempat mencurigai beberapa nama, tapi Arya tak berani mengatakannya di depan polisi. Sebab dirinya hanya bisa menduga-duga tanpa bukti yang kuat. Tapi entah apakah Ayu sudah menuduhnya di depan pihak kepolisian. Sebab ternyata Ayu juga sudah dipanggil sebagai saksi.


"Aku tidak tahu, aku sudah lama putus dengannya dan tidak pernah berhubungan lagi!"


"Bohong!"


"Lakukan apa yang ingin kamu lakukan! Percaya apa yang ingin kamu percaya, kita selesaikan masalah ini masing-masing!"


Ayu nampak tidak terima dengan perkataan Arya, lalu memukul-mukul dada Arya dengan putus asa.


"Maafkan aku...maafkan aku...aku memang brengs*k telah mengambil milikmu yang paling berharga, tapi aku berani bersumpah aku tidak merekam dan menyebarkannya..."

__ADS_1


Akhirnya Ayu menangis tergugu di depan Arya. Ayu sadar dulu dirinyalah yang menyerahkan diri dengan sukarela. Dan kini Ayu menyesal, benar-benar menyesal.


__ADS_2