Panggil Aku Mawar

Panggil Aku Mawar
Bab 34


__ADS_3

Pertemuannya dan perkenalannya dengan Jelita, memang memberi kesan yang sangat dalam bagi Gunawan. Perempuan muda inspiratif yang baik hatinya. Itulah pada mulanya yang dipikirkan Gunawan tentang Jelita. Apalagi, Gunawan merasa berhutang budi. Berkat kebaikan Jelita lah anak pertamanya bisa hadir ke dunia dengan selamat. Dan istrinya pun sangat mengagumi sosok Jelita dan menganggap wanita muda itu sebagai malaikat penolong keluarganya. Hingga dalam hati Gunawan bertekad akan membayar hutang budi itu dengan pengabdiannya sepenuh hati. Karena itulah Gunawan selalu bersungguh-sungguh dalam bekerja dan hasilnya akhirnya berpulang pada dirinya sendiri. Yaitu naiknya jabatan dan gaji yang semakin tinggi.


Tentu Gunawan sangat senang dengan hal itu dan semakin semangat dalam bekerja. Hingga suatu hari, ada satu peristiwa yang membuat penilaiannya terhadap Jelita berubah drastis.


Selama bekerja Gunawan memiliki kawan seperjuangan yang sudah begitu akrab bagaikan saudara. Namanya Yanto. Selama yang Gunawan tahu Yanto selalu bekerja dengan sungguh-sungguh dan mengabdikan dirinya pada perusahaan, juga demi mencari sesuap nasi untuk keluarga kecilnya. Semua berjalan lancar hingga suatu hari, Yanto di diagnosa mengalami gagal ginjal. Sejak itulah pekerjaan Yanto mulai kacau balau. Yanto harus bolak-balik ke rumah sakit, dan pekerjaannya banyak yang terbengkalai. Perusahaan memang membayarkan asuransi yang menjamin biaya berobat bagi para karyawannya. Tapi karena Yanto sudah terlalu sering tidak masuk dan meninggalkan perkerjaan, akhirnya gajinya pun sering pula di potong. Bagaimanapun peraturan tetaplah peraturan, mereka tidak punya hati nurani.


Sejak itu Yanto juga mulai mengalami kesulitan keuangan. Pengeluarannya semakin membengkak, sebab ada beberapa obat mahal yang tidak ditanggung asuransi, jenjang pendidikan anaknya juga semakin tinggi sementara penghasilannya berkurang drastis. Dalam kondisi terjepit itulah, Yanto tergoda untuk mengambil sedikit uang perusahaan yang dikelolanya. Hanya sedikit saja. Sebab dari sekian banyak uang yang dipegangnya Yanto hanya mengambil sesuai keperluannya saja. Bahkan Yanto sebenarnya tidak berniat mencuri, hanya meminjam dan berencana mengembalikannya saat dia memiliki uang nanti.

__ADS_1


Tapi sialnya aksinya keburu ketahuan dan tanpa ampun akhirnya Yanto di pecat begitu saja. Lima tahun mengabdi di perusahaan tak berarti apa-apa hanya sebab kesalahan kecil. Sedang perusahaan mana peduli dengan kondisinya yang pontang-panting.


Dan yang terjadi kemudian, sungguh membuat hati Gunawan terpukul. Yanto sahabatnya meninggal dunia karena tak sanggup membayar pengobatan karena asuransinya telah dicabut. Ditambah lagi Yanto merasa stres karena sudah tidak bekerja dan tak memiliki penghasilan apapun. Pemecatannya yang dilakukan secara tidak hormat juga menyebabkan Yanto tidak mendapatkan uang pesangon sama sekali. Dan sepeninggal Yanto, anak dan istrinya pun menjadi terlantar. Istri Yanto akhirnya memilih bekerja serabutan, berjualan di depan rumah sambil menjadi buruh cuci.


Sejak saat itu Gunawan menyadari sesuatu. Bahwa sistem di perusahaan manapun hanya diciptakan untuk memeras tenaga pegawainya, lalu membuangnya begitu saja begitu seseorang sudah tak berguna. Itu sudah menjadi hukum alam. Dan Jelita pun tidak ada bedanya. Orang-orang seperti mereka bisa saja baik pada satu dua orang, tapi sistem yang dijalankan tetap saja menindas orang-orang kecil.


"Pak Gunawan, anda sebaiknya tahu bahwa jabatan anda saat ini adalah jabatan paling tinggi yang bisa anda dapatkan disini, jadi tolong jangan berharap lebih. Besyukurlah karena dengan ijazah anda posisi ini saja sudah sangat tinggi, anda mengerti kan?"

__ADS_1


Gunawan mencoba mencerna baik-baik perkataan Jelita, lalu dia mulai mengerti arah pembicaraan ini. Demi nama baik dan integritasnya, Jelita mengorbankan dirinya.


Saat ini Gunawan menjabat sebagai manager research and development. Dan hanya sebatas itulah karirnya tanpa peduli kontribusi yang telah diberikannya pada perusahaanya. Padahal Gunawan tahu ada anak kemarin sore yang sudah menjabat sebagai direktur hanya karena Ayahnya memiliki saham yang besar.


Karena itulah Gunawan akhirnya merencanakan sebuah aksi makar, menyerang perusahaan dari dalam dengan mencuri design dan menjualnya kepada pihak kompetitor, dengan begitu Gunawan berharap akan menjatuhkan nama perusahan. Selain itu Gunawan memanipulasi laporan keuangan hingga mengambil keuntungan dari sana.


Gunawan tidak mengambilnya untuk dirinya sendiri, melainkan dengan uang itu Gunawan ingin membantu orang-orang yang membutuhkan. Terutama orang-orang yang sudah bekerja keras siang dan malam, tapi hasil yang di dapat tak seberapa. Juga orang-orang yang tak berdaya, orang-orang tua yang hidup sebatang kara atau orang yang sedang berjuang melawan penyakitnya. Mungkin dengan begitu dirinya tidak terlalu merasa berdosa, dan kejahatannya setidaknya masih mendatangkan manfaat bagi orang-orang yang membutuhkan.

__ADS_1


Dan satu lagi. Gunawan juga berniat menyerang Jelita secara pribadi. Dengan mengenalkan Arya pada Jelita, dan menyulapnya sebagai pangeran berkuda yang akan menyempurnakan kehidupan sang putri. Pada awalnya semua berjalan sempurna seperti apa yang diinginkannya. Tapi entah apa yang terjadi, di tengah jalan ternyata Arya memilih mundur dari permaianan.


__ADS_2