Panggil Aku Mawar

Panggil Aku Mawar
Bab 52


__ADS_3

Sore itu Arya sedang menunggui Ibunya di ruang rawat rumah sakit. Hari itu, Arya memilih libur berjualan untuk beristirahat sekaligus fokus menemani Ibunya.


Mereka mengobrol ringan sambil bertukar candaan, seperti biasa, sampai kemudian Ibunya Arya membicarakan sesuatu yang tak biasa.


"Maafin Ibu le, Ibu bukan Ibu yang baik buat kamu..."


"Ibu ngomong apa sih bu?"


"Karena kesalahan Ibu, nasibmu jadi seperti ini le...Ibumu nggak bisa ngasih kehidupan yang baik ya le?"


"Jangan begitu Bu, aku sangat bersyukur bisa jadi anak Ibu...makasih Ibu udah berjuang buat aku selama ini meski tanpa Bapak..."


Ibunya Arya adalah orang tua tunggal, yang selama ini berjuang untuk menafkahi dan membesarkan Arya dari hasil jerih payahnya sendiri. Sedangkan Ayah Arya sudah meninggalkan mereka sejak Arya masih bayi demi perempuan lain. Ibunya Arya bahkan rela berjuang merantau ke ibu kota demi menyambung hidup mereka. Beranjak besar, Ibunya Arya memilih untuk menceritakan sejujurnya semua kisah hidupnya pada Arya. Karena bagaimanapun Arya berhak tahu tentang siapa dan bagaimana Ayahnya. Meskipun hal itu akhirnya membuat Arya membenci Ayahnya. Sangat benci dan Arya tak pernah menganggap laki-laki itu ada.


"Le, Ibu punya permintaan buat kamu, mungkin saja ini akan menjadi permintaan terakhir Ibu..."

__ADS_1


"Ibu, kenapa ngomong begitu? Emangnya Ibu mau apa? Aku pasti akan berusaha menuruti, tak perlu jadi permintaan yang terakhir segala karena nanti Ibu harus terus punya permintaan lainnya..."


Mendengar itu Ibunya tertawa sesaat. Lalu kembali bicara dengan serius.


"Le, tolong maafkan Bapakmu...apapun kesalahannya padamu tolong maafkanlah dan jangan membencinya. Ibu tidak mau kamu hidup dengan membawa dendam, maafkanlah dan ikhlaskanlah semuanya, supaya hati dan pikiranmu menjadi tenang. Ini sudah menjadi takdir yang harus kita jalani, maka terimalah dengan ikhlas..."


Sangat sulit bagi Arya, sebab selama ini, setiap melihat Ibunya berjuang dan melalui kesulitan hidup, Arya selalu ingat perbuatan Ayahnya yang menelantarkan mereka. Meski begitu, Arya tidak mungkin menolak permintaan Ibunya.


"Baik Bu, meski sulit aku akan berusaha..."


"Apalagi Bu?"


"Berjanjilah, berjanjilah pada Ibu untuk tidak menjadi pria seperti Bapakmu.Jangan menyakiti siapapun, apalagi perempuan. Pilihlah satu wanita dan setialah...."


Arya tiba-tiba mengingat hubungannya dengan Jelita dan bagaimana dia dari awal telah mempermainkannya. Arya merasa menjadi pria yang buruk. Mungkin dirinya memang tidak lebih baik dari Bapaknya.

__ADS_1


"Baik Bu..."


Jawab Arya, dalam hati Arya berjanji bahwa di masa depan dirinya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.


Arya lalu mengecek ponselnya dan mendapati sebuah pesan masuk dari seorang temannya. Sebuah pesan dengan sebuah video yang mengingatkan Arya pada dosa masa lalunya.


Bro, video viral nih, super hot! Itu kok bisa mirip banget sama lo? Atau emang itu elo?


Seketika tangan Arya gemetar. Bagaimana bisa video itu tersebar? Padahal Arya tidak merasa merekam apapun. Siapa sih orang iseng yang merekam dan menyebarkannya?


Dan kemudian Arya sadar, bahwa dirinya sedang terancam. Cepat atau lambat video itu akan tersebar dan akan sampai ke tangan polisi.


Dan namanya pasti akan ikut terseret, sebab dirinya alah pemeran utama.


Arya merasa takut. Sangat takut. Arya takut jika dirinya harus sampai mendekam di penjara. Dan Arya lebih takut karena itu artinya dirinya akan mengecewakan sang Ibu. Orang yang sangat disayangi dan paling berarti dalam hidupnya.

__ADS_1


Sejak itulah Arya jadi suka menyendiri di rooftop rumah sakit. Merenungi kesalahan juga memikirkan bagaimana nanti takdir akan membawanya. Dalam hatinya masih terselip satu harapan sederhana, semoga dirinya masih sempat jadi anak yang berbakti dan membahagiakan Ibunya sebelum Ibunya pergi.


__ADS_2