
When you try your best, but you don't succeed
When you get what you want but not what you need
When you feel so tired, but you can't sleep
Stuck in reverse
And the tears come streaming down your face
When you lose something, you can't replace
When you love someone, but it goes to waste
Could it be worse?
Lights will guide you home
And ignite your bones
__ADS_1
And I will try to fix you
Nada dering Helmi berbunyi, Helmi mengangkatnya.
Sekretaris Ben menelpon Helmi dan memberitahu kalau Raditya sekarang ada di diskotik. Helmi menyuruh Ben untuk terus mengawasi Raditya dan jangan biarkan Raditya melakukan masalah lagi. Dia akan segera ke sana.
Lina berjalan pulang sendirian dalam keadaan merenung. Tepat saat itu, mobil Helmi lewat dan berbelok mepet ke arahnya. Itu membuat Lina terkejut dan terjatuh. Akibatnya, kakinya menjadi terkilir.
Helmi turun dan bertanya keadaan orang yang dia tabrak tersebut. "Bagaimana keadaan anda? Apa ada yang sakit? Maafkan saya."
Lina hendak marah tetapi kaget ketika melihat itu Helmi. Lina jadi tidak berani bicara dan mau hendak pergi. Helmi sendiri tidak mengenali Lina karena penampilannya yang berbeda.
Helmi cemas, "Bagaimana kalau anda, saya bawa ke rumah sakit?" Ucap Helmi mengajak Lina ke rumah sakit.
Helmi masuk ke dalam mobil. Dia melihat ke spion dan terlihat Lina yang membuang kartu namanya. Dia tidak peduli dan menyetir mobilnya pergi.
Di tempat lain, ukuran yang besar di tengah-tengah, ruangan yang bersuasana gelap terdapat lampu sorot yang berputar- putar dan lampu ambience di dinding. Suara musik yang membuat orang-orang berdansa di tengah-tengah ruangan.
Raditya berada di dalam diskotik menggoda wanita-wanita. Ben masuk ke dalam dengan Helmi dan memberitahu posisi Raditya. Raditya yang melihat mereka berusaha kabur tetapi Helmi mengejarnya.
Raditya sudah terpojok di dekat ujung tangga. Helmi berada di depannya.
__ADS_1
"Kak Helmi jangan mendekat atau aku akan melompat." Ucap Raditya tidak ingin kakaknya menangkapnya.
Tiba-tiba, Helmi langsung bersin. Dia tertawa dan berkata kalau Raditya ingin mati dia akan membantunya.
Raditya naik ke ujung tangga dan menyuruh Helmi agar tidak mendekat atau dia akan benar-benar melompat.
Helmi tidak takut dan bahkan menyuruh Raditya untuk melompat jika berani dan dia hanya akan berakhir menjadi lumpuh. Setelah itu, dia yang akan merawat Raditya. Raditya memohon agar Helmi tidak seperti itu padanya. Dia kan tahu sendiri kalau dia tidak suka mengurus perusahaan. Helmi menegaskan kalau Raditya adalah salah satu penerus Grup Bulan.
Raditya melompat dan Helmi memeggang tangannya. Raditya melihat ke bawah dan ternyata, jarak tanah dengan kakinya hanya sekitar satu meter. Raditya tertawa senang. Dia melepas tangan Helmi dan melompat turun dan kabur lagi.
Ben datang, lalu Helmi segera memberikan kedua tangannya dan Ben segera menyemprotkan cairan pembersih kuman.
Helmi bertanya kepada Ben, "Ben, kenapa Raditya bisa di diskotik? Tadi saya bilang untuk tidak melepas Raditya dari kantor polisi, dan lihat kejadiannya sekarang." Sambil menggelengkan kepalanya.
Ben dengan gugup menjawab kalau Omanya yang menyuruhnya melepas Raditya.
Helmi langsung bertanya kalau Ben itu sebenarnya sekretarisnya atau sekretaris Oma? Ben menjelaskan kalau dia adalah sekretaris Helmi, namun dia juga tidak berani menolak perintah Oma.
Raditya licin bener ya kaya belut ^^
Reader jangan lupa like dan komen
__ADS_1