PASANGAN TERBAIKKU

PASANGAN TERBAIKKU
Pelaku


__ADS_3

Helmi dan Ben ke kantor polisi untuk melaporkan pelaku kejahatan kepada adiknya. Siapa sebenarnya pelaku itu?


Yuk baca.



Helmi kembali ke rumah nya untuk membersihkan dirinya lalu menganti pakaiannya. Setelah itu, dia pergi ke rumah sakit.


Pria tinggi memakai jaket coklat turun dari mobil mewahnya. Dia melangkah memasuki rumah sakit. Semua mata tertuju kepadanya. Dia mengetuk pintu kamar 102, lalu membuka pintu kamar. Di sana dia lihat Lina sedang tertidur di sofa tunggu pasien, sedangkan adiknya sedang santai menonton televisi yang di sediakan di kamar itu.



"Hai Kak, sudah datang. Bagaimana kak dengan pelakunya? Apa sudah tertangkap?" tanya Raditya.


Helmi menarik kursi, dan duduk di samping Raditya. "Belum di tangkap, tapi polisi sedang berusaha mencari dan menangkapnya. Kamu bagaimana, Dit? Pusing atau masih ada rasa sakit?" Ucap Helmi dengan penuh perhatian.


"Sudah tidak apa-apa kak, hanya kadang sedikit seperti bergoyang beberapa detik-detik," jawab Raditya.


"Kamu sudah makan? Ini kakak bawain kue kesukaanmu, Dit." Helmi mengeluarkan kue dari plastiknya dan menaruh di meja makan pasien.


"Sudah makan kak, tadi di suapin Lina," Mendengar ucapan Raditya, Helmi menelan ludah. Dia memandang Lina yang sedang tertidur. "Dia sepertinya lelah sekali, Kak." Raditya juga memandang Lina.


"Kaka tadi sudah panggil supir kantor buat mengantar Lina pulang. Kakak bangunin dia dulu." Helmi mau berjalan ke arah Lina untuk membangunkan tetapi tangan Helmi di pegang Raditya.


"Biarkan dia di sini, Kak. Kapan lagi dia dengan ku, Kak. Please." Raditya memohon kepada kakaknya.


"Besok, Lina aku minta temenin kamu, Dit. Aku akan memberikan dia izin. Biar dia malam ini pulang untuk istirahat." Helmi melepaskan pegangan tangan adiknya.


"Baiklah," jawab Raditya.


Helmi membangunkan Lina, Lina kaget lalu langsung berdiri. "Eh, siap bos." Lina menjawab dengan mata masih belum on.


"Kamu bisa pulang sekarang, supir kantor sebentar lagi sampai. Raditya biar saya yang temani malam ini," ucap Helmi.

__ADS_1


"Iya, bos." Lina mengambil tasnya. "Dit, aku pulang dulu, iya." Lina berpamitan dan melambaikan tangan ke Helmi dan Raditya. Lina yang masih mengantuk, tidak sengaja menyandung kaki meja. Saat dia mau terjatuh, Helmi sigap menarik tangan Lina, sehingga dia berpelukan. Mereka saling memandang dalam beberapa detik.


Raditya langsung batuk-batuk melihat kejadian itu. Helmi melepaskan pelukannya, dan membelakangi Lina. Lina berterima kasih kepada Helmi lalu dia pergi dengan terburu-buru.



Mirip-mirip gini lah Lina dan Helmi. 😁


...*****...


Keesokan harinya di apartemen Helmi, Lina sedang tidur. Jam sudah menunjukkan pukul 08.00. Alarm Lina berbunyi. Lina bangun untuk mematikan alarm, lalu kembali tidur.


Di ruang tamu Helmi baru pulang dari rumah sakit, dia melihat lampu di kamar Lina masih menyala. Dia naik ke kamarnya, untuk mandi, ganti baju atau membersihkan dirinya. Setelah semua selesai dia turun ke bawah, dia melihat jam sudah pukul 09.00. Dia mengetuk kamar Lina sambil memanggil, "Lin.. Lin.. Lina, bangun. Kamu mau tidur sampai jam berapa? Jangan sampai rezeki mu di patuk ayam," teriak Helmi.


Lina yang mendengar itu, langsung bangun. Dia melihat jam ternyata sudah jam sembilan. Dia langsung menjawab panggilan Helmi, "Iya bos, ini sudah bangun," Lina bangun lalu menuju kamar mandi.


Helmi pergi ke ruang tamu dia membuat roti panggang selai srikaya dan roti panggang selai kacang.


Lina datang ke ruang tamu saat Helmi sedang memakan roti panggang nya. Lina yang tidak enak menyapa Helmi duluan, "Bos, maaf saya bangun siang. Sebelum pameran saya selalu tidur larut. Capeknya baru terasa bos." Ucap Lina sambil merentangkan kedua tangannya ke atas, merenggangkan otot-ototnya.


Lina duduk bersebrangan dengan Helmi. Dia mengambil piring yang sudah ada rotinya, " Terima kasih bos." Lina mulai menggigitnya. Lina saat merasakan itu srikaya langsung berkomentar, "Bos, bukannya ini srikaya? Sejak kapan bos suka yang manis-manis. Bos sengaja membuatkannya untukku, iya?" goda Lina.


Helmi tidak menjawab, dia berdiri lalu meninggalkan Lina di ruang makan. Dia ke kamarnya untuk menggosok giginya lalu mengganti pakaian kerjanya. Saat memilih baju, dia memilih jas berwarna abu muda dengan kemeja berwarna putih.


Lina mengetuk kamar Helmi, lalu Helmi membukakan pintu kamarnya. "Ada apa?" tanya Helmi.


"Itu ada orang datang," Lina menunjuk pintu.


"Kamu di kamarku, jangan keluar sebelum mereka pulang," Lina masuk kamar Helmi, lalu Helmi turun ke bawah membawa tas kerjanya dan membukakan pintu untuk tamu yang datang.


Tamu tersebut adalah Ben dan satu orang detektif dari kepolisian. Helmi mempersilahkan mereka masuk. "Bagaimana? Ada perkembangan?" tanya Helmi. Polisi itu mengeluarkan kertas dari map yang dia bawa. "Ini pelakunya? Sepertinya bukan orang dari perusahaan kita." Kata Helmi dia mengkerut kan alisnya melihat foto pelaku.


"Benar bos, dia bukan orang di perusahaan kita. Kita juga belum tau mengapa dia ingin menabrak Lina. Kita ingin menangkapnya siang ini." Ucap ben menjelaskan.

__ADS_1


"Aku ikut untuk menangkapnya," sambung Helmi.


"Tidak usah bos, nanti kamu kenapa-kenapa," ucap Ben.


Helmi tetap memaksa, akhirnya detektif polisi mengizinkan Helmi tapi harus tetap waspada. Mereka bergegas keluar dari apartemen Helmi. Helmi pergi dengan mobilnya sendiri dan Ben pergi dengan detektif polisi dengan mobilnya sendiri. Sebelum menyalakan mesin, Helmi menelepon Lina.


πŸ“±Helmi : Semua sudah keluar, kamu bisa pergi dari kamarku.


πŸ“±Lina : Iya. Bos sudah mau ke kantor?


πŸ“± Helmi : Aku tidak ke kantor. Aku ada urusan penting. Oh, iya hari ini kamu tidak usah ke kantor. Lebih baik temani Raditya, kasian dia sendiri.


πŸ“± Lina : Keluarga mu tidak tau Raditya sakit?


πŸ“± Helmi : Dia memintaku untuk merahasiakannya. Dia tidak ingin menambah masalah mu dengan Oma.


πŸ“± Lina : Baiklah, aku akan pergi ke rumah sakit sekarang.


πŸ“± Helmi : Kamu hati-hati, karena yang di incar kemaren adalah kamu, nona Lina. Sebaiknya kamu pergi menggunakan taksi, jangan kendaraan umum dulu. Nanti aku ganti uang taksinya.


πŸ“± Lina : Siap bos. Terima kasih.


Helmi dan Lina menutup teleponnya. Helmi pergi dan Lina bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit. Keluar dari gedung apartemen Helmi dia mencari taksi, sebelum ke rumah sakit dia berhenti membelikan Raditya kue basah kesukaan Raditya.



Setelah membelinya Lina pergi ke rumah sakit.


Musuh Lina nambah lagi 1.


Siapakah dia?


Btw thor masih mempersiapkan ujian jadi lama update. πŸ™

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote.



__ADS_2