
Lina berkeliling di apartemen Helmi. Dia masuk ke kamar Helmi dan bahkan masuk ke dalam ruangan khusus baju, tas dan jam Helmi.
...Visual Ruang ganti Helmi....
Lina sangat kagum melihatnya dan juga heran karena barang-barang Helmi hanya terdiri dari empat warna, coklat, abu-abu, putih dan hitam. Dan bahkan lebih anehnya, kemeja putih dan jaket Helmi memiliki motif yang sama.
Lina kemudian memilih jaket dan baju yang hendak digunakannya. Namun, matanya kemudian tertarik pada alat pemeriksa kondisi tubuh Helmi (yang untuk nge check detak jantung, dll). Lina melompat-lompat di atasnya dengan bahagia. Dia mengira kalau mesin itu adalah alat menari (yang biasa ada di game center seperti timezone). Dia mencoba menekan tombol-tombol di sana tetapi tidak bisa keluar musik. Akhirnya, Lina menyerah dan keluar dari ruangan.
Lina ke dapur untuk membuat makanan, karena semalam muntah terlalu banyak perut Lina sekarang sangat lapar.
Setelah masak dia makan dan mandi. Lina tidak mempunyai baju ganti, dia memasuki ruangan ganti baju Helmi. Lina sudah mengenakan pakaian Helmi. Dia memakai kemeja putih kebesaran, celana dan juga sepatu Helmi. Lina berjalan dengan percaya diri sementara orang-orang menatap aneh cara berpakaiannya.
__ADS_1
Lina juga melihat Renatta yang berjalan di dekatnya namun mengalihkan tatapannya. Renatta menyadarinya dan segera memanggil Lina.
Renatta mendekati Lina dan menghina Lina, "Eh, Kau takut untuk melihatku sekarang. Kasian sekali."
Lina menjawab dengan dingin, "Eh, Kau bukannya takut melihat Kamu tetapi mata saya yang tidak layak untuk melihat orang sepeti Kamu."
Renatta tertawa dan mulai membahas hal lain. Dia menghina pakaian yang Lina gunakan dan bahkan mencemooh kalau mungkin tidak ada lagi toko yang mau menjual baju pada Lina karena dia seorang penjiplak.
Lina tertawa. Dia berputar di depan Renatta dan memberitahu kalau yang dia gunakan adalah gaya baru : Boyfriend Style. “Kau tidak akan ‘meminjam’ lagi kan?” tanya Lina menyindir.
“Kau mencuri apa yang dimiliki orang lain dan berubah melawan mereka. Dan yang paling penting adalah bahwa kau bahkan mempercayai apa yang kau katakan sendiri. Sungguh berkulit tebal. Kau sungguh luar biasa,” hina Lina dan bahkan memberikan jempol-nya.
Renatta marah, "Saya tidak terima Kau yang baru masuk telah menjadi atasanku. Sementara Saya, sudah bekerja keras bertahun-tahun untuk Perusahaan Grup Andreas namun tidak mendapat apapun."
Renatta juga menghina, "Kau, mendapat jni semua karena ibumu. Semua orang tahu. Seorang wanita yang menjadi kaya karena perceraian pada usia seperti itu, masih berusaha mendapatkan warisan dan bahkan melahirkan anak laki-laki. Dan anak itu autis,” hina Renatta.
__ADS_1
Lina sangat marah mendengarnya. Dia mengangkat tangannya dan hendak menampar Renatta. Dan hal itu membuat Renatta sangat takut dan tidak berani bersuara. Lina tidak jadi menampar Renatta. Dia meraih dagu Renatta dan dengan tajam berkata, “Saat kau bicara denganku, jangan pernah menyebut ibuku.”
Setelah berkata hal itu, Lina dengan ceria memberitahu Renatta, "Asal kau tahu, Aku baru saja menerima pekerjaan baru untuk Bulan Online. Dan mulai sekarang, Kau harus memberi laporan padaku" Lina berbicara dengan muka senyum.
Renatta tidak percaya mendengarnya tetapi Lina sudah berlalu pergi.
_________________________________________
Terima kasih sudah membaca, Reader.
Jangan lupa like dan komen.
_________________________________________
__ADS_1