
Helmi naik mobilnya, Lina lalu berlari menuju mobil Helmi. Lina ketok kaca mobil Helmi, Helmi membuka kaca jendela mobilnya.
"Mereka sudah pergi bisakah Aku ikut ke mobilmu?" Tanya Lina kepada Helmi.
Helmi menjawab, "Bukankah Kamu memiliki banyak uang?"
Lina bilang nanti dia jelaskan di dalam mobil semuanya. Saat Lina mau masuk mobil. Helmi menjalankan mobilnya dan meninggalkan Lina.
Lina bergumam, "Harus sabar.. Harus sabar.." Dia lalu pulang dengan taksi menuju apartemen Helmi.
Sesampai di apartemen, Helmi sampai duluan dan sedang menonton. Lina datang dan memarahi Helmi, "Kamu tega sekali, hari ini Aku mengeluarkan uang banyak tapi Kamu tidak mengantarkan Aku pulang. Kamu, Aku traktir tapi mengapa memberikan aku tumpangan saja kamu tak mau?"
Helmi berdiri mendekat ke Lina, "Stop! Aku penasaran dimana Kamu mendapatkan uang?"
Helmi memberi Lina majalah, dan minta majalah itu menutupi wajah Lina baru beritahu dia.
Lina malah tertawa dan bilang ini majalah pria dewasa sambil membuka majalah tersebut.
Helmi berkata, "Serius sedikit nona. Cepat jelaskan!"
Lina akhirnya menjelaskan, "Aku meminjamnya dari teman dan sekarang tinggal 500 ribu. Hanya satu malam hilang semua, seharusnya duit itu untuk pegangan ku untuk sebulan." Lina memasang muka sedih.
Helmi tidak tersentuh dengan ucapan Lina, "Sepertinya temanmu bisa di Andalkan. Kamu bisa pindah malam ini, minta bantuan kepada teman mu saja."
Lina menanyakan, kenapa Helmi ingin dia pindah, padahal dia sudah tidak membuat masalah hari ini.
Helmi malah ingin ke kamar Lina mau membantu Lina beberes.
Lina memberhentikan Helmi, "Stop, sebenarnya teman ini tidak seperti yang diharapkan. Dia memiliki hati seperti batu dan dia sangat pelit."
__ADS_1
Helmi langsung berkomentar, "Temanmu memberikan uang, tapi Kamu malah berbicara seperti itu."
Lina dengan muka melas, "Bukannya Kamu setuju Aku tinggal di sini sementara, sekarang malah mengusirku."
Helmi tidak terpengaruh dengan sikap Lina, sam tetap meminta Lina untuk pindah. "Itu karena Aku tidak tahu Kamu mempunyai teman. Segera pindah malam ini!"
Lina meminta Helmi untuk mendengarkan dia, "Kalau Aku beritahu sebenarnya, Kamu tidak akan marah dan mengusirku kan? Sebenarnya uang itu adalah milikmu."
Helmi kaget, "Hah, bagaimana bisa? Cepat katakan!"
Flashback.
Lina menceritakan keadaanya. Saat Lina makan di ruang makan tadi pagi. Lina melihat kotak steril di ruang makan. Lina ingat saat berada di kantor Helmi, Helmi mengeluarkan uang dari kotak steril tersebut. Lina akhirnya membukanya saat itu, ternyata benar isinya sejumlah uang. Lina akhirnya mengambil sedikit.
Setelah mendengar cerita Lina Helmi lalu ke ruang makan dan mengeceknya. Di dalam kotak steril ada tulisan Lina "Aku pinjam sedikit nanti aku ganti."
Lina langsung menghampiri Helmi dan meminta maaf.
Lina menjawab dengan gugup, "Karena mengambil uang yang buu..kan miliknya."
Helmi bertanya lagi menyakinkan, "Hanya itu?"
"Seharusnya aku memberitahu mu dan meminta maaf secepatnya." Jawab Lina meminta maaf kepada Helmi.
"Apa itu saja? Coba Kamu ingat lagi." Ucap Helmi.
Lina terdiam, memikirkan apalagi salahnya
Helmi akhirnya memberitahu, "Perbuatan mu yang paling parah dari semua kesalahanmu menjelekan ku di belakang."
Lina menyandingkan kalau dia tidak pernah menjelekkan Helmi. Lina, meminta maaf kalau Helmi berpikiran seperti itu. Dia berjanji tidak mengulangnya dan akan membayar utang dia setelah gajian.
__ADS_1
Helmi meminta dompet Lina, lalu Lina memberikan uang sisa yang ada.
"Kenapa Kamu beri uang ini padaku?" Tanya Helmi menolak pemberian Lina.
Lina lalu menanyakan apa yang di inginkan Helmi, kalau bukan uang ini.
Helmi meminta KTP dan paspornya, supaya Lina tidak bisa melarikan diri.
Lina menggelengkan kepalanya dan bilang, "Kamu lebay sekali."
Helmi meminta Lina untum cepat membawakan atau Lina harus membalikan semua uang nya sekarang.
Lina lalu mengambil di kamar dan memberikan kepada Helmi.
Di tempat lain Raditya sedang berpesta dengan teman artisnya. Raditya dengan setengah sadar diri alias mabuk menuju kamar hotel bersama teman perempuannya.
Sesampai di kamar mereka bercumbu sambil melepaskan sepatu mereka. Raditya memeluk erat teman wanitanya dengan badannya yang kekar lalu Raditya mencium jenjang lehernya dan meninggalkan kissmark. Saat wanita itu berbalik dan Raditya memandang wajahnya, yang terbayang sesaat wajah Lina.
Saat wanita itu ingin melepaskan kemeja Raditya, Raditya menahannya dan meminta untuk berhenti. Dia bergumam "Mengapa muka dia bisa ada di pikiranku." Raditya berbaring di tempat tidur dan tertidur.
Wanita itu kesal dan meninggalkan Raditya sendiri di kamar hotel tersebut.
Sekali-sekali ya ada adegan gini. 😂
__________________________________________
Reader Jangan lupa di like dan komen.
___________________________________________
__ADS_1