
Lina naik taksi ke Perusahaan Grup Bulan.
"Pak tunggu sebentar, Saya lupa bawa dompet. Saya mau masuk dulu ke dalam untuk mengambil uang dan saya janji tidak akan kabur." Untunglah, supir taksi percaya padanya.
Lina masuk dan menghadap ke Pusat Layanan Pelanggan. "Kakak-kakak cantik tolong panggilkan Tuan Helmi Anggodo, Saya butuh cepat."
Tetapi, Pusat Layanan Pelanggan tidak bisa melakukan itu karena Tuan Helmi adalah CEO mereka dan juga Lina tidak mempunyai janji.
Mereka menyuruh Lina untuk memberitahukan saja apa masalah Lina dan dia akan membantu, jadi tidak perlu menemui CEO mereka. Lina segera meminta uang untuk membayar taksi di depan. Pusat Layanan Pelanggan meminta maaf karena itu bukanlah pekerjaannya.
Lina dengan semangat menjawab, "Ya sudah, karena itu Saya meminta bertemu dengan Tuan Helmi Anggodo. Tinggal beritahu saja pada Tuan Helmi kalau Saya adalah Gucci Rosalina dan Tuan Helmi akan segera tahu."
__ADS_1
Pusat Layanan Pelanggan menyuruh Lina untuk menelpon Helmi sendiri jika dia memang mengenal Helmi. Lina beralasan kalau ponselnya tertinggal. Karena Pusat Layanan Pelanggan yang terus menolak memanggilkan Helmi Anggodo, Lina jadinya menyuruh mereka untuk membuatkan pengumuman. Pusat Layanan Pelanggan bersedia karena itu sesuai dengan pekerjaan mereka.
Lina meminta di siarkan bahwa dia adalah wanita yang Tuan Helmi bawa pulang tadi malam di Bar, lalu ia merobek pakaianku dan tidak memberi uang dan suruh Helmi datang menemuinya dalam waktu lima menit.
Pusat Layanan Pelanggan kaget mendengar hal itu. "Maaf, Kita tidak mungkin menyiarkan pesan seperti itu." Dengan terpaksa menelpon ke Sekretaris Anita (sekretaris ke dua Helmi) dan menyampaikan pesan dari Lina.
Saat itu Helmi keluar dari ruangannya. Sekretaris Anita dengan gugup dan bingung memberitahu kalau ada seorang wanita bernama Lina datang mencari Helmi. Dia juga menyampaikan pesan yang di dengarnya. Helmi langsung terkejut.
Dia turun dan menemui Lina.Dia juga menarik tangan Lina kasar keluar dari perusahaannya. Para pegawai merapat ke pintu kaca untuk melihat pembicaraan mereka diluar.
Supir taksi keluar dari mobilnya dan protes pada Lina, "Aduh Nona, kenapa lama sekali keluar, Saya sudah mendapatkan orderan baru."
Lina segera memeluk lengan Helmi dan beralasan kalau suaminya sangat sibuk jadi baru keluar. Supir taksi meminta uang kepada Helmi. Helmi dengan terpaksa membayarkan uang taksi dan menarik tangannya lepas dari Lina.
__ADS_1
Setelah supir taksi pergi, Helmi mulai marah. "Astaga, Kau kenapa ke sini? Pakaian ini sepertinya saya kenal." Makin marah melihat pakaian yang Lina kenakan.
Lina dengan santai memberitahu kalau dia mengenakan pakaian milik Helmi dan juga sepatunya. Terus, karena sepatu Helmi yang besar, dia terpaksa menambahkan banyak tissue ke dalamnya. Helmi sangat kesal karena Lina memakai pakaiannya dan bahwa Lina juga berarti masuk ke dalam ruangannya.
Lina meminta maaf, "Maaf Tuan Muda Helmi yang baik hati, berhenti marahnya iya." Memasang muka sedih.
Tapi Helmi tetap marah dan Lina segera berakting. Dia berpura-pura menangis dan berbicara dengan suara besar mengenai masalah kemaren di Bar.
_________________________________________
Reader.
Jangan lupa like dan komen.
__ADS_1
_________________________________________