
Maaf iya baru update lagi 🙏🙏🙏🙏
Cerita sebelumnya, Raditya mulai mengejar Lina. Dia ingin dirinya dan Lina mempunyai hubungan seperti dulu. Dia melakukan berbagai cara buat menarik perhatian Lina. Helmi mulai bergejolak saat adiknya, mendekati Lina.
Yuk baca kelanjutannya..
Tiga jam kemudian telepon di meja Lina berdering, yang menelepon adalah Raditya.
📞 Lina : "Assalamu'alaikum. Ada apa?"
📞Raditya : "Waalaikumsalam, apa kau sedang sibuk?"
📞Lina : "Iya, sedang sibuk! Cepat ada perlu apa?"
📞 Raditya : "Ada band kesukaanmu. Sheila pitu sedang konser nanti malam, aku ingin mengajakmu menonton bersama.
📞Lina : "Dit, cepat katakan! Apa maumu sebenarnya?"
📞 Raditya : "Aku ingin nonton konser bersamamu."
📞 Lina : "Ah, yang benar saja!"
📞 Raditya : "Apa ada yang salah dengan sikapku? Aku hanya ingin mengajakmu nonton bersamaku. Aku sekarang tidak mempunyai teman lagi, hanya kamu dan kakakku."
📞 Lina : "Aku tidak ada waktu. Kamu pergi saja dengan kakakmu."
📞 Raditya : "Mana mungkin Lin, aku pergi dengan kakakku. Ini juga band kesukaan kita. Aku akan menjemputmu di rumah. "
📞Lina : "Eh, tunggu dulu. Kamu bisa jemput aku sehabis pulang kerja di kantor. Hari ini aku akan lembur."
📞 Raditya : "Mau aku temani lembur nya?"
📞Lina : "Nggak usah! Jangan ganggu lagi."
📞Raditya : "Iya.. Iya.. Sampai ketemu nanti malam."
__ADS_1
📞Lina : "Iya."
Raditya sangat senang karena Lina menerima ajakannya. Dia meloncat-loncat seperti seekor kanguru. Dia turun dari kantornya menuju butik-butik yang di mall. Dia mencari pakaian yang cocok untuk dia dan Lina menonton konser, karena Lina menonton sehabis pulang kerja pasti tidak menyiapkan pakaian.
Raditya memilih satu-satu pakaian. Dan akhirnya dia memilih sebuah pakaian bergaya monochrome, yang terdiri dari warna hitam dan putih. T-shirt putih yang dipadu dengan black skinny pants. Raditya juga membelikan high waist jacket berwarna hitam. Raditya juga membelikan sepatu sneaker bermerek Dolce & Gabanana. Setelah membeli semua keperluan Lina, dia memanggil salah satu karyawan Mall.
"Iya, bos Raditya." Salah satu karyawan mendekati Raditya.
Raditya memberikan barang-barang belanjaan yang tadi dia beli kepada karyawan nya, "Aku minta tolong untuk laundry kan pakaian ini. Kamu ambil paket yang satu jam selesai lalu antar kan barang-barang ini ke ruangan desain ini untuk nona Lina." Karyawan tersebut mengangguk, mengiyakan perintah dari Raditya. "Oh, ya satu lagi setelah selesai semua kamu boleh pulang cepat dan ini uangnya, ambil saja kembaliannya." Raditya mengeluarkan uang dari dompet nya dan memberikan uang tersebut kepada karyawan.
Setelah membelikan Lina pakaian, Raditya pergi dari kantor Grup Bulan. Mobil Raditya menuju ke car wash. Sambil mobilnya di cuci dengan mesin otomatis Raditya bergumam, "Sudah lama tidak nonton konser bersamanya, dulu saat nonton konser dia bersemangat sekali sampai sesekali memelukku." Raditya teringat masa-masa Lina dan dirinya menonton konser sambil tersenyum sendiri.
...*****...
Karyawan yang tadi din perintahkan Raditya, mengantarkan pakaian yang sudah di laundry dan barang lainnya ke tempat Lina. Karena Lina tidak ada di tempat karyawan itu menitipkan kepada teman satu ruangan nya, karyawan mall itu juga bilang untuk menjaga barang-barang ini dengan baik karena ini pemberian dari bos Raditya. Setelah menaruh barang-barang tersebut, karyawan itu keluar dari ruangan Lina.
Tidak lama kemudian, Lina datang kaget di mejanya ada beberapa tas belanja. Teman-teman Lina satu ruangan mendekat dan menyorakinya, "Wah, ada yang baru jadian."
Lina yang kaget melihat isi tas belanjaan yang, "Kalian tau ini dari siapa, ini semua baru dan sudah di laundry." Mengeluarkan satu pakaian yang sudah di laundry.
Lina yang kaget menanyakan temannya, "Apa Raditya yang memberikannya? Eh, maksudnya bos Raditya."
"Iya tadi ada karyawan Mall yang datang ke sini membawa barang-barang ini. Kita tidak menyangka kalau sampai di laundry kan." Mereka menjawab sambil tersenyum. "Iya sudah kami ke meja dulu ya. Selamat ya, Lina." Mereka semua memberi ucapan kepada Lina dan kembali duduk di kursi mereka masing-masing.
Telepon Lina berdering siapa lagi kalau bukan dari Raditya.
📞Raditya : "Assalamu'alaikum, bidadari ku."
📞Lina : "Wa'alaikumsalam. Dit, ini pakaian buat apa? Sudah kamu laundry juga, iya?"
📞Raditya : "Itu buat nanti kamu nonton konser."
📞Lina : "Kamu repot-repot. Aku pakai pakaian kerja juga tidak apa-apa."
📞Raditya : "Tidak apa-apa, pakai saja iya nanti malam. Ada sepatu juga, kalau ukurannya tidak sesuai, kamu bisa tukar di butik bawah."
📞 Lina : "Iya, terima kasih banyak, Dit. Lain kali, tidak usah repot-repot, Dit."
__ADS_1
📞 Raditya : "Iya. Ya sudah aku masih menyetir, nanti malam aku jemput. Assalamu'alaikum."
📞Lina : "Wa'alaikumsalam."
...*****...
Jam menunjukkan pukul 19.15 Raditya melihat jam tangannya. Mobil dia sedang berhenti dan berada di lobi basement. Dia mengechat Lina bahwa dia sudah berada di lobi basement. Helmi dan Ben keluar dari kantor. Raditya turun dari mobilnya dan menyapa kakaknya. "Kak, baru pulang?" tanya Raditya.
"Iya, kamu sedang apa di sini? Bukannya tadi sudah pulang?" Ucap Helmi sambil melihat pakaian adiknya dari atas ke bawah.
Raditya memegang kepalanya sambil menjawab, "Hehehe, kakak tidak pernah liat aku berpakaian seperti ini. Aku akan pergi dengan Lina menonton konser, kak. Bagus tidak kak?"
Helmi hanya mengkerut kan keningnya tanpa menjawab pertanyaan Raditya.
Ben yang menjawab pertanyaan Raditya, "Bos kamu sangat keren. Saya suka dengan penampilan mu yang begini, bos." Ben memberikan dua jempol kepada Raditya.
"Kakak pulang dulu, Dit. Kamu jangan pulang larut malam, nanti Oma khawatir. Jangan minum alkohol juga." kata Helmi.
"Siap kak." Raditya membukakan pintu mobil kakaknya yang kebetulan sudah di antar di lobi.
Helmi masuk ke dalam mobil mewahnya dan melaju meninggalkan Raditya dan Ben.
Ben yang masih ada di sana mengajak canda Raditya, "Jadian ya bos? Traktir, jangan lupa bos."
"Belum sih, masih PDKT. Dia masih keras kepala. Doakan iya, Ben." Jawab Raditya sambil melihat jam tangannya.
"Iya tenang saja, awalnya saya kira Lina bakal sama Bos Helmi." Ben menutup mulut nya. Dan pura-pura tertawa untuk mencairkan suasana.
"Apa yang kamu bilang, Ben? Tidak mungkin Lina dan Kak Helmi menjadi pasangan. Mereka cuma sebatas asisten dan bos."
Raditya belum selesai berbicara, Lina keluar memakai pakaian dan sepatu yang di belikan Raditya. Raditya melihatnya seperti Lina yang dulu, Raditya tersenyum melihat ke arah Lina. Dan Ben membisikan Raditya, "Bos.. Bos.." bisik Ben.
Jaga kesehatan, semoga kita sehat selalu. Amin
Jangan lupa like dan komen.
__ADS_1