
Renatta terlihat cemburu. Dan di mejanya, dia sendiri sudah mendesain beberapa wedding dress.
Di Perusahaan Grup Bulan, Helmi, Raditya dan beberapa orang sedang melakukan perekrutan desainer baru untuk Bulan Online.
Helmi dan juri memperhatikan dan memeriksa desain dengan serius, sementara Raditya malah bermain game dan tiduran. Sekian banyak pelamar namun tidak ada desain yang menarik. Raditya bosan dan izin keluar untuk ke toilet.
Pelamar terakhir masuk. Dan itu adalah Renatta. Dia memperlihatkan desainnya dan itu menarik minat para juri serta Helmi.
Namun, Helmi merasa desain yang dulu pernah di ajukan oleh Renatta dan sekarang tampak berbeda.
Dan memang benar. Desain itu adalah desain yang dicuri Renatta dari buku sketsa Lina. Dia beralasan kalau desainnya berbeda karena pengaruh pengalaman dan beberapa hal. Dan hal itu wajar bagi seorang desainer untuk berubah.
Salah satu juri bahkan membaca CV Renatta yang masih bekerja di Perusahaan Grup Andreas.
Renatta membenarkan, "Ya benar saya masih kerja di perusahaan Andreas. Tetapi desain ini belum saya ajukan ke bagian Desain di perusahaan Grup Andreas dan jika perusahaan Grup Bulan tertarik dan mau menggunakan desain Saya, Saya akan memberikan desain saya pada perusahaan ini." (artinya, Dia bersedia pindah perusahaan jika desainnya terpilih).
Semua juri menyetujui dan menerimanya bekerja di Bulan Online.
Lina sendiri sibuk melakukan pengawasan terhadap proses pembuatan desain terbaru Wedding Dress begitu pula dengan Helmi.
Hari H,
__ADS_1
Desain wedding dress terbaru Bulan di publikasikan dan di mall yang sama, juga ada Lina.
Dia hendak masuk ke dalam acara publikasi Wedding dress namun di tahan oleh petugas karena harus menunjukkan kartu identitas. Lina ingat kartu-nya tertinggal di mobil. Pegawainya kemudian menawarkan kartu-nya untuk dipakai Lina dan dia akan ke mobil untuk mengambil kartu Lina yang tertinggal. Lina berterima kasih.
Ketika dia masuk, tanpa sengaja dia bertabrakan dengan Helmi. Ben segera membersihkan Helmi yang berbenturan. Lina segera ngedumel, "Hei Tuan yang maniak kebersihan, tolong lihat dengan benar kalau jalan."
Ben protes, "Nona, Anda jangan menghina Bos Saya!"
Lina membalas, "Saya tidak menghina bos Anda dan menurut Saya, Bos Anda bukan orang yang sopan. Dia menabrak orang namun tidak membantu mengambil barang ku yang terjatuh."
Helmi menatapnya dan teringat kalau Lina adalah orang yang hampir ditabraknya, yang dia kira orang tuli.
Helmi bergumam kalau Lina ternyata tidak tuli. Lina membalas kalau dia memang tidak tuli. Helmi menghampirinya dan bertanya kalau begitu kenapa waktu itu Lina pura-pura tidak mendengarnya? Apa dia mencoba untuk menipunya agar mendapatkan uang?
Helmi terus saja menuduh Lina yang berbohong karena saat itu dia menawarkan Lina ke RS dan dia menolak dan sekarang buktinya Lina sudah bisa berjalan lancar.
Lina dengan berani menjawab, "Saya tidak pernah berbohong. Saat itu saya tidak menjawab Anda karena saya tidak suka berbicara dengan Anda."
Pegawai Lina datang, menjemput Lina membantu membawakan barang Lina. Lina yang sudah kesal segera beranjak pergi sambil bergumam kalau keluarga Anggodo itu sangat menyebalkan.
Lalu Helmi teringat ketemu dan menghentikan Lina dan bertanya, "Nona tunggu, apa kita pernah bertemu sebelumnya?"
Lina mengabaikannya. Ben menenangkan Helmi dengan memberitahu kalau acara pers sudah mau dimulai.
__ADS_1
...Gaya Lina sekarang, yang tidak peduli Helmi mengoceh dan pergi meninggalkan Helmi dan Ben....
Ben juga meminta Helmi untuk ke ruangan, karena tim mereka semua sudah siap. Helmi dan Ben berjalan cepat menuju ruangan.
Renatta mulai menjelaskan mengenai produk Wedding Dress pertama yang dibuatnya untuk perusahaan Bulan Online.
Helmi menuju ke sana namun dia masih bertanya-tanya dimana pernah bertemu dengan Lina. Bahkan saat dia diwawancara, dia tidak fokus karena memikirkan itu. Dia akhirnya ingat kalau Lina adalah wanita di cafe yang mengaku-ngaku sebagai pacarnya dan mengaku kalau Helmi pernah melamarnya. Dia segera pergi di tengah wawancara.
...Lina saat pertama kali bertemu dengan Helmi di kafe....
Ben segera menenangkan wartawan, "Maaf, Bos Kami sekarang sedang ada urusan. Mari kita mendengarkan produk kami lagi."
Renatta segera menarik perhatian wartawan dan menjelaskan kembali produknya.
_____________________________________
Terima kasih sudah baca reader.
Jangan lupa komen dan like 😁
__ADS_1
_____________________________________