PASANGAN TERBAIKKU

PASANGAN TERBAIKKU
Rumah sakit.


__ADS_3

Lina masuk rumah sakit. Siapa yang menjenguknya??



Pria berpakaian rapi memakai setelan jas berwarna hitam datang ke rumah sakit. Dia menanyakan ke ruang perawat untuk pasien bernama Gucci Rosalina ada di ruangan berapa. Setelah di beritahu perawat, dia menuju ruang itu.


Di depan kamar rawat Lina, ada seorang pria memakai kemeja abu muda. Dia melihat pria tersebut ingin mengetok kamar Lina tetapi tidak jadi. Pria itu mondar mandir dan akhirnya pergi.


Helmi yang melihat adiknya dari tadi di depan kamar rawat Lina tampak sedih. Dia ingin membantu Raditya, tetapi dia tidak enak mencampuri urusan mereka.


Saat Raditya pergi dari ruangan tempat Lina dirawat. Helmi baru melangkah ke ruangan tempat Lina di rawat. Dia menyemprot ganggang pintu dengan desinfektan. Tanpa mengetuk pintu dia langsung masuk ke dalam kamar rawat Lina.


Kaki Lina di perban, dia sedang main handphone sambil mengemil. Dia kaget melihat Helmi datang, "Kenapa kamu datang ke sini?" tanya Lina.


"Kau tak mau aku datang?" sambung Helmi.


Lina berusaha duduk, "Bukan itu maksudku, bos kan tidak suka dengan rumah sakit bos. Kemaren aku bawa bos ke rumah sakit juga karena terpaksa," senyum Lina senang Helmi datang.


"Ini juga terpaksa." Jawab Helmi sambil merapikan dasinya.


"Situasi terpaksa bagaimana?" tanya Lina


"Hari ini atas wakil perusahaan aku harap kamu cepat sembuh. Ini tanggung jawabku," kata Helmi.


"Kamu seperti tidak niat ke sini."


"Aku sangat niat,ini dari hatiku," jawab Helmi.


"Iya, Terima kasih bos kalau gitu. Maaf aku tidak bisa menyambut mu. Silahkan duduk."


Helmi melihat di atas tempat duduk samping tempat tidur pasien, di lantai penuh dengan bungkus cemilan dan kulit buah. Helmi merasa jijik lalu menyemprotkan desinfektan ke badannya. Helmi juga menyemprot seluruh ruangan Lina.


Lina berteriak, "Bos kamu itu berkunjung ke sini, ingin aku sesak nafas!" Lina batuk-batuk menghirup.


Helmi yang tidak enak dia pamit pulang. Lina menahannya, "Tunggu dulu bos, aku terluka karena kecelakaan dalam bekerja." Lina mengangkat kakinya yang di perban.

__ADS_1


Lalu Helmi menyemprot nya dengan desinfektan, "Aku mengerti maksudmu kamu ingin di biayain perusahaan. Iya tenang saja, semua ditanggung."


"Bukan itu saja bos, biaya psikologi ku juga harus di bayar bos. Sekarang gini, kalau Aurel yang terluka kamu membayar dia lebih besar dari ini." Lina tersenyum.


"Apalagi yang kamu mau, kamu mau mendali karena menyelematkan Aurel?" tanya Helmi


Lina tertawa mendengar pertanyaan Helmi, k"Haha tidak usah bos, aku hanya mau uang."


"Kenapa kamu begitu serakah?" tanya Helmi.


"Karena hanya uang yang tidak akan mengkhianati ku dan bisa membahagiakan ku," jawab Lina.


Helmi tidak pedulikan dengan jawab Lina, saat dia berjalan keluar ruangan dia terpeleset kulit pisang.


Lina tertawa dan bilang, "Bos kakimu bagaimana? kalo sakit kita di rawat satu ruangan saja"


Helmi berdiri ,merapikan dan tidak menjawab perkataan Lina.


Di tempat lain, Aurel dan Raditya sedang karaokean.


Aurel menyanyi lagu Samson Kenangan Terindah


Aku yang rentan karena


Cinta yang telah hilang darimu


Yang mampu menyanjungku


Selama mata terbuka


Sampai jantung tak berdetak


Selama itu pun aku mampu untuk mengenang mu


Darimu, kutemukan hidupku

__ADS_1


Bagiku, kaulah cinta sejati


Yeah, huu, huu


(Bagiku, engkaulah cinta sejati)


Bila yang tertulis untukku


Adalah yang terbaik untukmu


'Kan ku jadikan kau kenangan


Yang terindah dalam hidupku


Namun takkan mudah bagiku


Meninggalkan jejak hidupmu


Yang telah terukir abadi


Sebagai kenangan yang terindah…


Raditya meminta Aurel untuk berhenti menyanyi, "Berhenti Aurel, jangan menyanyi lagu tentang mantan atau lagu sedih!" ucap Raditya.


Aurel mendekat ke Raditya, "Aku ini sedang sedih, aku malu sekali saat jatuh tadi. Kamu marah memarahi ku." Raditya menumpahkan wine dari botol ke gelasnya. "Kamu bilang mau minum bersamaku, kamu sekarang malah minum sendiri," protes Aurel.


Aurel melihat Raditya meminum winenya terus-terusan, "Berhenti, kamu minum wine seperti minum air putih. Kamu pasti mabuk." Mengambil gelas yang di pegang Raditya.


"Rel, apa setiap wanita berbicara lain di hati lain di mulut." Tanya Raditya sambil mengambil gelas yang di ambil Aurel dan mengisinya lagi dengan wine.


"Apa kamu sedang jatuh cinta? Dan bertepuk sebelah tangan?" Aurel tertawa, karena yang dia tahu Raditya hanya bermain-main dalam hubungannya.


Raditya menjawab iya dan Aurel makin penasaran, "Siapa dia? Apa aku pernah bertemu dengannya?" Raditya malah pergi ke kamar mandi, dia muntah karena minum terlalu banyan.


Aurel berusaha memopoh Raditya. Ada wartawan yang mengikuti mereka, lalu mempotret mereka.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen. Vote juga boleh hehe.



__ADS_2