PASANGAN TERBAIKKU

PASANGAN TERBAIKKU
Mission Success


__ADS_3


Penggemar Aurel bertanya kepada satpam di tempat tersebut kapan Aurel akan menemui mereka.Mereka sudah menunggu lama dan mengikuti jadwal sesuai yang Aurel berikan. Mereka sudah lelah menunggu.


Satpam tersebut hanya menjawab, "Bukan wewenang kami untuk menjawab pertanyaan tersebut!" Dengan berjaga sangat tegap.


Penggemar berteriak, "Kami ingin bertemu Aurel Moere! Kami ingin bertemu Aurel Moere!" Satpam-satpam yang bertugas hanya diam dan berjaga.


Helmi dan Lina turun dari mobil mewah milik Helmi. Mereka yang baru datang melihat kerumunan tersebut. Lina berkata, "Aku akan menghubungi manager Aurel." Lina mengambil handphone dalam tasnya lalu menelpon manager Aurel. Nomor tersebut sekarang sedang tidak aktif. Lina memberitahu kan Helmi kalau kita sabar saja dulu menunggu di sini. Lina akan mencari akal.


Helmi yang tidak sabar langsung melangkah ke tempat satpam lagi berjaga. "Maaf kami dari perusahaan Grup Bulan ingin menemui Aurel Moere, apa kami bisa masuk?" tanya Helmi.


"Maaf Tuan kami tidak mengizinkan masuk, kecuali ada orang dari dalam yang menjemput kalian," jawab Pak Satpam.


Helmi geram karena dia baru sekali di perlakukan begini. Helmi yang malas ribut, dia kembali ke mobilnya.


Di sana Lina sedang melaksanakan aksinya dan sudah bersiap. Dia memasukkan baju-bajunya yang berada dalam tas di dalam perutnya. Dia berakting pura-pura hamil.

__ADS_1


Lina memegang erat tangan Helmi, "Lakukan dengan cara ini kita pasti berhasil."


Helmi heran, "Apa yang kamu lakukan?" Melepas genggamannya.


Lina menarik tangan Lina mereka berjalan bergandengan, "Bos ikutin saja rencana ku."


Helmi akhirnya mengikuti mau Lina, mereka mendekat ke arah kerumunan.


Lina berteriak, "Aurel keluarlah, orang hamil sepertiku rela berdiri menunggu lama. Aku sangat suka Aurel Moere!"


"Kamu sangat lama," gumam Lina di dalam hati.


Satpam tersebut tetap tidak memperbolehkannya. Tiba-tiba Lina pura-pura pingsan. Helmi yang berada di belakangnya memeluk Lina agar Lina tidak jatuh. Dia mengeluarkan minyak kayu putih agar Lina menghirupnya. (Helmi jadi ikut berakting.)


Lina sadar dan memegang perut nya. Dia berpura-pura sakit di bagian perutnya. Satpam yang tidak tega kepada Lina, menggotong Lina ke dalam.


Saat di dalam ruangan hanya Lina dan Helmi saja. "Lina, kamu membuat saya cemas. Bagaimana kalau kita tadi ketahuan?" Helmi mengelap keringatnya dengan sapu tangannya dan menyemprotkan tubuh nya dengan disinfektan.

__ADS_1


"Maaf ya bos. Ini satu-satunya cara untuk kita bisa masuk ke sini." Lina menyatukan tangannya di depan dada untuk meminta maaf.


Tiba-tiba ada orang masuk ke dalam ruangan mereka membawakan minuman, dan ternyata dia Feri. Tadi Feri melihat Lina di gendong ke dalam. Feri yang merasa pernah melihat dan penasaran dia masuk ke ruangan Helmi dan Lina.


"Lina, beneran itu kamu?" Tanya Feri sambil melihat perut Lina.


"Feri, sedang apa kamu di sini? Kamu sudah balik dari Italia?" Lina kaget melihat teman satu kampusnya.


"Panjang ceritanya, yang jelas aku balik ke sini. Sekarang aku dan Aurel akan syuting di kediamannya. Kamu sedang hamil?" Feri menunjuk perut Lina dan melihat ke arah Helmi. "Ini suamimu?" tanya Feri.


"Bu-bukan, ini bos saya. Kenalkan Ini CEO Mall Bulan." Lina memperkenalkan Helmi kepada Feri.


Feri mengulurkan tangannya, tapi Helmi menolak hanya tersenyum. Feri tidak mempermasalahkan. Lalu Feri bertanya lagi siapa suami Lina, karena tidak pernah ada kabar kalau Lina menikah.


Hayo Lina bingung jawabnya 🤭 ..


Episode sebelumnya jawabannya A ya reader. 😆 yang B di lakukan tapi gagal. 🤭

__ADS_1


Reader jangan lupa komen dan like ya.



__ADS_2