PASANGAN TERBAIKKU

PASANGAN TERBAIKKU
Dinner (2)


__ADS_3


Raditya meminta pelayan membawakan menu favorit di restoran tersebut. Mereka mengobrol sambil menunggu makanan datang.


"Sayang, besok orang perusahaan mu mau menemui ku. Apa kamu yang meminta mereka?" tanya Aurel.


"Bukan aku yang meminta mereka, tetapi aku tau mereka mau bekerja sama dengan mu sayang." Jawab Raditya sambil menuangkan minuman yang ada di botol ke gelasnya dan Aurel. "Tapi semua terserah kamu sayang, mau bekerja sama apa tidak. Aku tidak akan memaksa," ucap Raditya.


"Ok, kita liat besok. Bagaimana pegawai mu membujuk ku besok," sahut Aurel.


Pelayan membawakan steak sapi yang di rendam dengan bumbu khusus lalu di panggang sehingga aroma steak sapi sangat tercium enak. Saat makanan tiba, Raditya memotong steak di hadapannya, lalu di berikan kepada Aurel.


"Terima kasih sayang, kamu baik banget." Aurel dan Raditya mulai memakan steak tersebut. Mereka makan dengan lahap. Setelah makan Raditya mengantarkan Aurel ke apartemen nya. Aurel mengajak masuk, tetapi Raditya menolaknya dengan alasan sudah larut malam.

__ADS_1


Keesokan harinya, di sebuah private room sebuah restoran. Aurel dan manager nya bertemu dengan Lina.


Lina terlebih dahulu datang, dia merapikan berkas-berkas yang akan di jelaskan. Aurel dan manager nya datang.


"Oh ternyata kamu," sindir Aurel. Lina membalas dengan senyuman.


Manager Aurel menanyakan apa Aurel dan Lina sebelum nya sudah bertemu dan saling kenal.


"Iya, kita pernah bertemu. Bagaimana dengan kucingmu?" sambung Lina. "Halo, aku asisten CEO kami Helmi Ksatria Anggodo. Nama ku Guci Rosalina, bisa ku di panggil Lina. Aku bertanggung jawab atas divisi desain. "Lina memperkenalkan dirinya.


Lina hanya tersenyum, karena kalau dia marah semua rencana akan gagal. "Dia pemilik perusahaan dan aku karyawan jadi yang kamu katakan bisa benar,"ucap Lina.


"Dimana raditya kenapa dia tidak ikut? Kenapa kau datang sendiri?" tanya Aurel. Dia menelepon Raditya tetapi tak di angkat.

__ADS_1


Lina berkata, "Untuk bertemu bos Raditya sebelumnya harus di jadwalkan dahulu." Lina tau kalau Aurel sedang menelepon Raditya. "Aku di sini ingin mengajak anda berkolaborasi dengan nona Aurel. Ini konsepnya silahkan di baca." Lina memberikan berkas tersebut.


Aurel tidak menghiraukannya dan bermain handphone. Manager Aurel melihat sikap Aurel, dia merasa tidak enak dengan Lina dan berkata, "Sini serahkan padaku." Manager Aurel membaca berkas tersebut tampak senang dan meminta Lina menjelaskan proposal ini.


"Bulan online adalah bisnis dari Grup Bulan. Satu-satunya mall yang mempunyai website di negara ini, sehingga memudahkan berbelanja." Lina melihat ke Arah Aurel berharap Aurel mendengarkannya. "Kami tidak hanya meminta nona Aurel menjadi ambasador, kami ingin nona berpartisipasi dalam proses desain sebagai desainer," jelas Lina.


"Aku pikir idenya sangat bagus. Gambar desain-desain ini juga sangat bagus." Manager menutup berkas tersebut. "Kamu tau saat ini Aurel sedang sibuk dengan jadwalnya?" tanya Manager Aurel.


Lina menjawab, "Iya, kami tau. Kami akan menunggu sampai Aurel benar-benar mempunyai waktu." Manager Aurel senang mendengar jawab Lina. "Bagaimana menurut nona apa----" Lina belum melanjutkan tiba-tiba handphone Aurel berbunyi, dan Aurel keluar ruangan.


Manager meminta maaf atas sikap Aurel dan berjanji akan memberi kabar masalah kerja sama mereka karena dia sangat suka dengan proposal ini. Setelah meminta maaf Manager Aurel, dia berpamitan pulang.


"Perempuan seperti itu Raditya bisa tahan, aneh sekali. Kalau bukan karena kerjaan sudah ku tegur dia,"gumam Lina sambil merapikan berkas lalu keluar ruangan.

__ADS_1


Reader jangan lupa komen dan like.



__ADS_2