
Ada wanita yang datang ke kantor Grup Bulan, mencari Raditya. Kira-kira siapa ya, yang datang?
Siang hari setelah makan siang di perusahaan Grup Bulan, mobil BM* berwarna hitam berhenti di lobi. Seorang perempuan paruh baya berambut pendek, menenteng tas mewah bermerek Herm** berwana hitam, memakai baju terusan bermerek Victor** turun dari mobil hitam.
Raditya menyapa sekretarisnya yang berada di depan ruangannya, "Hai, kalian sudah selesai makan siang?" tanya Raditya yang kembali dari makan siangnya.
"Sudah bos, bos Radit ada orang yang mencari mu. Seorang perempuan paruh baya. Dia sudah menunggu satu jam," jelas sekretaris Raditya.
"Seperti nya makan siang ku terlalu lama. Dia sekarang berada di mana?" sambung Raditya.
Sekretaris Raditya menunjuk ruangan tersebut.
Raditya melihat ke arah ruangan tersebut, "Siapa dia? Mengapa mencari ku?" Selama ini tidak ada orang luar yang mencarinya.
"Tadi dia bilang, dia istri dari Direktur Grup Andreas," jawab Sekretaris Raditya.
"Nyonya Andreas," ucap Raditya lalu berjalan ke ruangan tersebut. Raditya membuka sedikit pintu ruangan. Dia melihat Ibu Lina di dalam sana. Raditya teringat kejadian SMA dulu.
...******...
Flashback
Saat ada pertemuan orang tua di SMA Raditya. Di kelas orang tua murid sudah berkumpul, ada seorang ibu berparas sangat cantik datang terlambat.
Guru mempersilahkan wanita itu duduk di samping anaknya, Lina yang duduk di barisan depan di lewat kan saja. Ibu Lina berjalan menuju kursi Ella dan duduk si samping Ella.
Raditya melihat Lina tampak sedih saat itu.
...******...
Ibu Lina masih sibuk menelepon nomor Lina tetapi tidak aktif. Raditya masuk ke dalam ruangan dan menyapa, "Hai nyonya Andreas."
__ADS_1
Ibu Lina kaget, dia menaruh handphonenya. "Kau, Raditya? Panggil tante saja tidak usah nyonya," ucap Ibu Lina
"Iya benar, saya Raditya. Ada yang bisa saya bantu, tante?" ucap Raditya.
Ibu Lina mendekat ke Raditya, "Kau terlihat lebih tampan aslinya di banding di foto." Ibu Lina memandang Raditya dari atas sampai bawah.
Raditya tersenyum mendengarnya. Raditya bertanya, "Foto? Darimana tante mendapatkan foto saya?" Tanya Raditya sambil tersenyum.
"Tunggu sebentar." Ibu Lina membuka tasnya lalu mengambil foto dari dalam tasnya. "Lihatlah foto ini." Di foto itu, foto Lina dan Raditya saat SMA dulu.
Raditya bingung, "Loh, bukannya anda ibu Ella? Mengapa mempunyai foto Lina?" Raditya melihat foto itu terus.
"Sebenarnya saya Ibu kandung Lina," jawab Ibu Lina.
"Tapi saat di sekolah dulu, kau duduk di samping Ella seingat ku." sambung Raditya.
Ibu Lina tersenyum malu, "Ingatanmu sangat bagus. Aku juga ibu dari Ella, aku menikah dengan ayahnya. Bisa di sebut aku adalah ibu tiri Ella."
Ibu Lina mengganti topik, "Kau pasti bingung, mengapa sekarang tante datang ke sini? Lina ini, sudah lama tidak ada kabar. Dia tidak punya teman dan hanya foto ini yang tante dapat di tempat barang dia. Awalnya tante kaget, karena baru pertama kali tante melihat Lina berfoto dengan teman prianya. Tante pikir kalian pasti mempunyai hubungan sangat baik." Raditya senang mendengarnya.
"Baru-baru ini dia hilang tanpa kabar, tante tidak tau dimana lagi mencari Lina. Tante hanya berharap kamu tau dimana keberadaan Lina. Tante harap bila kamu bertemu dengannya berikan nomor tante. Raditya save nomor tante sekarang." Ibu Lina membacakan nomornya.
Raditya buru-buru mengambil handphone nya di dalam kantong dan menyimpan nomor Ibu Lina.
Raditya memasukan handphonenya kembali di kantongnya dan mengambil foto tadi di atas meja. Dia memandang foto nya sambil tersenyum.
Ibu Lina yang melihat berpura batuk sambil tersenyum. Raditya mengembalikan foto tersebut ke Ibu Lina. Ibu Lina bilang kalau selama ini Lina bukan lah orang yang menyimpan barang. Lina orang yang jarang menghargai barang. Tapi Lina menyimpan foto ini bersama milik barang ayahnya.
Ibu Lina berdiri dan bilang ke Raditya, "Tante pikir kamu bukan teman biasa bagi Lina."
Raditya tersenyum dan bertanya, "Aku tidak mengerti maksud dari ucapan Nyonya."
"Oh, maaf tante mengucap kan terlalu bertele-tele. Tante mohon padamu bila bertemu dengannya, tolong bilang dia hubungi tante Terima kasih Raditya. Tante pulang dulu." Ibu Lina meninggalkan Raditya di ruangan.
__ADS_1
...*****...
Malam hari di tempat lain, mobil mewah berwarna putih berhenti di sebuah apartemen terkenal di kota itu. Setelah lima jam perjalanan, akhirnya Lina dan Helmi sampai juga di apartemen Helmi. Lina tampak lelah sekali, karena perjalanan pulang kali ini dia benar-benar full lima jam menyetir.
Helmi melihat Lina yang kelelahan, akhirnya dia mau membantu Lina membawakan barang-barang punya nya dan punya Lina.
Saat mereka menuju ke apartemen Helmi, mereka bertemu dengan tetangga Helmi. Dia memberikan jempol kepada Helmi. Dia menganggap Helmi pria gentle karena membawakan barang wanita walaupun asistennya.
Mereka masuk kamar masing-masing lalu istirahat. Malam harinya Lina merasa kelaparan, dia memanggil Helmi dari bawah tapi Helmi tidak muncul. Lalu Lina ke atas, dia mengetok kamar Helmi. Helmi membukakan pintu.
"Bos, apa kamu tidak lapar? Aku mau memesan makan Ayam Bakar. Kamu mau tidak? Kali ini aku yang mentraktir (pakai duit bubur tadi yang tidak terpakai karena bubur di bayarkan Feri)." ajak Lina.
"Tidak usah, tadi Ben datang membawakan makanan. Aku makan yang dari Ben saja," ucap Helmi. Dia menutup pintu kamarnya, dia ingin turun untuk makan malam.
"Ok, kalau gitu aku pesan dulu bos." Lina turun ke bawah, lalu ke ruang tengah.
Helmi makan sendiri di ruang makan, setelah makan dia mendengar bunyi bel di depan apartemen nya.
Dia melihat Lina sedang tidur diruang tengah. Karena tidak tega membangunkan Lina, dia membukakan pintu. Pesanan Lina datang, karena Lina tertidur terpaksa Helmi yang membayar pesanan Lina.
Total ayam bakar plus antar, total 47.000. Dia membayar 100 ribu dan bilang ke pengantar, kalau kembalian buat dia saja (Helmi tidak mau menerima uang yang belum di steril, kecuali kalau terpaksa).
Pengantar sangat senang sekali, "Terima kasih banyak tuan. Selain ganteng anda baik hati sekali."
Helmi hanya tersenyum mendengar ucapan pengantar tersebut. Dia masuk ke apartemennya. Helmi menaruh nasi ayam bakarnya di meja makan. Lalu dia mengambil selimut di kamar Lina. Dia menyelimuti Lina, lalu dia kembali ke atas kamarnya.
Visual nasi ayam bakar Lina, dengan nasi yang di bungkus daun. Hihi. Jadi pingin hhi..
Reader jangan lupa like dan komen. Vote juga boleh.
__ADS_1