PASANGAN TERBAIKKU

PASANGAN TERBAIKKU
Persiapan Lina


__ADS_3


Sebelum pergi, Lina kembali meminjam uang pada Helmi, "Tuan Helmi yang baik hati, bolehkah Saya pinjam duit buat ongkos pulang? Saya keluar rumah tidak membawa apa-apa." Lina menjelaskan.


Hal itu membuat Helmi kesal karena Lina sudah berhutang banyak padanya.


Dia mengingatkan hutang Lina saat di kafe, saat di bar dan uang taksi.


Lina tertawa dan menyuruh Helmi agar menganggapnya memberi gaji di muka padanya. Helmi menolak.


Lina tidak hilang akal, " Tuan Helmi, Saya akan mulai melakukan perhitungan mengenai masalah ini kepada Anda. Anda yang membuang baju Saya dan menggendong Saya itu sama saja mengambil keuntungan tadi malam."


Helmi segera membantah kalau dia mengambil keuntungan tapi dia memang mengakui kalau dia melihat menggendong Lina karena siapa lagi yang menolongnya. Lina meragukan pernyataan Helmi


Helmi dengan yakin menyuruh Lina untuk percaya dan lagipula dia melakukannya karena Lina sangat berantakan kemaren dan bahkan alasannya membawa pulang Lina adalah karena dia seorang gentleman.

__ADS_1


Helmi juga mulai melakukan perhitungan, "Kau juga harus mengganti jaket, baju, sepatu dan celana Saya yang kotor terkena muntahan mu Nona ditambah lagi dengan karpet di dalam mobil Saya dan harganya sangat mahal."


Dia juga menghitung total pakaian yang sekarang digunakan Lina yang merupakan pakaiannya.


Lina menyuruh Helmi untuk tidak menghitungnya lagi. Lina kembali mengubah strategi, "Ok, Saya akan mengancam Anda jika tidak meminjamkan uang Tuan, Saya akan keluar dan memberitahu semua karyawan kalau Kita tidur bersama tadi malam."


Telinga Helmi langsung mendengung dan nafasnya memburu. Dia jatuh pingsan.


Lina kaget dan mengira kalau Helmi berpura-pura pingsan karena tidak mau meminjamkannya uang. Tapi, ketika dia membangunkan Helmi, Helmi tidak menunjukkan reaksi apapun. Lina jadi heran harus melakukan apa dan dia akhirnya memutuskan untuk memberikan nafas buatan.


Helmi bangkit dan meminum obatnya. Lina heran melihatnya. Helmi menyuruh Lina untuk pulang, "Kau pulang sana."


Lina kembali meminta uang karena tidak punya ongkos pulang, "Bukannya Saya tidak mau pergi, Saya tidak punya uang sama sekali. Kau kan tahu Saya kabur dari rumah dengan tangan kosong."


Helmi yang sudah lelah, segera mengambil uangnya yang dia simpan dalam sebuah lemari berbentuk kulkas dan mengambil setumpuk uangnya. Lina senang melihatnya dan hendak menerimanya. Tetapi, ternyata Helmi hanya memberikan selembar uang 100 ribu dari setumpuk uang. Lina protes tetapi tetap menerimanya. Lina memegang uang dan merasa heran karena uangnya terasa hangat. Dan dia tambah terkejut melihat lemari tempat Helmi mengambil uang ternyata adalah mesin sterilisasi.

__ADS_1


Lina sudah hendak pulang tetapi Helmi menghentikannya. Dia menarik Lina ke sebuah toko pakaian dan menyuruh manajer di toko tersebut untuk memberikan Lina beberapa pakaian dan tagihannya dapat di berikan ke kantornya. (Gedung perusahaan satu perusahaan dengan Mall Grup Bulan.)


Setelah itu, Helmi langsung pergi. Lina tersenyum senang dan mulai memilih baju. Dia meminta manajer memberikannya pakaian terbaik yang ada di toko tersebut.


Ben, menelpon Raditya tetapi tidak di angkat. Ben, mengirimkan pesan bahwa Raditya harus datang ke kantor besok. Ben berharap Raditya membaca pesannya.


Raditya sedang melakukan pemotretan, setelah selesai Raditya melihat handphonenya mendapatkan pesan dari Ben, dia hanya mengerutkan dahinya tanpa membalas pesan kepada Ben.


_________________________________________


Terima kasih sudah membaca, Reader.


Jangan lupa like dan komen.


_________________________________________

__ADS_1



__ADS_2