PASANGAN TERBAIKKU

PASANGAN TERBAIKKU
Nasi Uduk Bebek


__ADS_3

Raditya dan Aurel sedang karaokean, apa akan ada masalah???


Yuk baca..



Keesokan harinya, di rumah mewah bernuansa klasik. Di depan rumah ada taman dan ada tangga menyerupai tangga istana princess.



Oma Helmi dan Raditya sedang duduk di ruang keluarga, Oma sedang minum teh dan membaca berita lewat tablet nya. Oma melotot saat dia membaca sebuah berita. Berita tersebut tentang cucunya, Raditya. Tampak Raditya dan seorang artis sedang berpelukan keluar dari karaokean.


Saat itu juga Raditya turun dari atas dan menyapa Oma, "Selamat pagi Oma."


Oma menjawab dengan muka kesel, "Ini sudah siang, harusnya selamat siang." Oma menaruh tabletnya di meja.


Raditya duduk di samping Oma melihat, berita tentang dia tablet Oma. Dia membaca berita tersebut. "Wartawan yang menulis ini, parah banget. Semua isinya omong kosong," respon Raditya.


Oma yang emosi akhirnya memarahi Raditya, "Dit, tidak bisakah kamu jangan berbuat ulah. Liat kakakmu, tidak pernah ada berita jelek tentang dia. Contohlah dia. Bukannya membandingkan, nama keluarga kita sangat lah besar. Kamu buat image keluarga kita jelek bisa anjlok saham perusahaan kita," omel Oma.


Raditya santai menanggapi Omanya, dia meminum teh yang di bawakan pembantu rumah tangga. Setelah minum dia berkata, "Oma, aku hanya karaokean. Tidak melakukan hal yang lebih. Oma bisa bertanya dengan wanita di foto itu."


"Kau mau berbuat lebih?" tanya Oma.


"Tidak Oma," jawab Raditya.


"Oma tidak mau, kamu berhubungan dengan wanita ini. Kamu fokus kerja saja. Jangan banyak bermain," perintah Nenek.


"Aku tidak bisa, tidak berhubungan Oma. Sekarang dia adalah ambasador Bulan Online," ucap Raditya


"Apa? Kamu memilih dia menjadi ambasador Bulan online? Oma tidak habis pikir!" Oma semakin emosi.


"Bukan aku, tetapi Kak Helmi yang memilihnya Oma," balas Raditya.


"Apa?" Oma melotot kaget mendengarnya.



...*****...


Di rumah sakit Lina sedang sarapan bubur yang di sediakan rumah sakit. Dia sarapan, sambil bermain handphone. Tiba-tiba sendok dia terjatuh saat melihat berita tentang Raditya.

__ADS_1


Lina mengumpat Raditya "Raditya kau pria yang jahat, padahal kemaren kamu memelukku Malam hari malah memeluk wanita lain. Kamu merasa dirimu pria yang tampan,sehingga kamu melakukan itu!"


Tidak sengaja Lina menyenggol buburnya sehingga buburnya tumpah dari mangkok. "Aku masih lapar, lebih baik aku memesan food online saja."


Lina membuka aplikasi food online, dia memesan nasi uduk bebek goreng. Setelah memesan tidak lama kemudian Lina mendapatkan telepon dari penjual nasi uduk kalau hari ini mereka mendapatkan pesanan untuk acara dan lupa menutup tokonya di food online.


Lina memesan lagi di toko online, tetapi tidak ada respon dari kurirnya. tidak ada satupun kurir yang mengambil orderan nya. Dia sudah mulai kelaparan, akhirnya dia menelepon Helmi. "Bos apa kabar? Apa kamu sedang sibuk?"


Helmi mengangkat nya dan menjawab pertanyaan Lina, "Sejak kapan aku tidak sibuk. Ada apa kamu meneleponku?"


"Maaf sekali bos, aku sedang lapar. Aku sudah memesan makanan di food online tetapi tidak ada yang menerima orderan ku," sambung Lina.


"Terus? Kamu mau aku membelikannya? Kamu lupa siapa bosmu? Kenapa kamu berani menyuruhku?" Ucap Helmi yang awalnya sedang membuka berkas dia menutup berkas itu.


"Aku tidak maksud menyuruhmu, bos. Kamu tau aku terluka saat bekerja. Aku tau ini semua salahku yang lemah--" Lina belum selesai bicara, Helmi sudah mematikan teleponnya. "Astaga di matikan telepon ku, kamu kenapa tega sekali. Dasar orang yang tidak punya hati. Seandainya yang di sini Aurel, kamu pasti tidak akan tenang seperti sekarang." kesal Lina.


Pintu kamar Lina ada yang mengetok, Lina mempersilahkan masuk. Tamu Lina yang datang adalah pria berbadan besar siapa lagi kalau bukan Feri.


"Sendiri, Fer? Kok bisa tau aku di sini?" tanya Lina.


"Tau dari manager Aurel. Aku datang sama ini." Feri melihatkan nasi kotak yang dia bawa.


"Wah, aku sedang lapar dan pingin makan. Kamu bagaikan malaikatku." Puji Lina sambil membuka nasi kotak. "Feri.. Kamu tau aja sih aku pingin ini." Lina memukul bahu Feri yang berada duduk di sampingnya.


Lina kegirangan, " Kamu memang teman terbaikku." Lina mulai memakan nasi uduknya.


"Jadi cuma teman terbaik? Bukan kekasih terbaik?" canda Feri.


Lina tersedak mendengarnya. Feri lalu tertawa melihat Lina yang sedang merah mukanya. Feri bilang ke Lina kalau dia harus pergi sekarang karena dia ada kegiatan sebentar lagi. Feri memberi Lina tisu basah untuk Lina memakainya apabila selesai makan.


...*****...


Di ruangan Helmi, Ben masuk ke dalam ruangan membawa berkas. Helmi teringat Lina tadi meminta bawakan nasi uduk bebek. Helmi menaruh pulpennya dan bertanya kepada Ben, "Ben, kamu tau nasi uduk bebek goreng di sekitar sini?" Ben memberitahu posisi yang jual makanan tersebut. Setelah itu Helmi pergi dari ruangannya.


Di rumah sakit Lina sedang menyatap makanan yang tadi dibawa Feri.



Tiba-tiba Helmi masuk tanpa mengetuk pintu. Helmi melihat Lina makan dengan sangat lahap sekali.


Lina berhenti makan, melihat Helmi datang. Lina melihat Helmi membawa nasi kotak. Helmi mendekat ke Lina dan Lina langsung mengambil nasi kotaknya.

__ADS_1


"Kamu bilang tidak ada makanan, tapi itu apa? Kamu sedang makan!" Kata Helmi melihat makanan Lina.


"Tadi temanku datang membawakan ini. Aku sanggup kok memakan dua porsi. Hehe.." Jawab Lina sambil membuka makanan Helmi.


Lina menutup kotak nasi yang di berikan Feri karena sudah habis. Lina memulai makan, nasi uduk yang di bawa Feri. "Bos, ini lebih enak. Rasanya luar biasa. Terima kasih. Ada angin apa bos, kau membelikan ku makanan?" ucap Lina.


Helmi menjawab, "Diam! Jangan bicara saat makan!" perintah Helmi.


"Ok baiklah bos ku yang sangat tampan dan baik hati." Jawab Lina dan melanjutkan makanannya. Lina melihat makannya, "Ini tidak ada sambalnya bos--," Lina belum selesai bertanya Helmi mengangkat telepon.


📞Helmi : "Oma ada apa?"


📞Oma : "Kamu sudah baca berita tentang hubungan Raditya dan artis bernama Aurel? Mengapa kamu menunjuk Aurel sebagai ambasador? Apa yang kamu pikirkan? Aku bilang kamu membantu Raditya menjadi lebih baik. Sekarang lihat kamu malah membuat dirinya makin dengan dengan artis itu."


📞Helmi : "Maaf Oma, Oma salah paham."


📞Oma : "Bagaimana tidak salah paham, kamu lihat berita hari ini?"


📞Helmi : "Sudah, bagian humas yang menanganinya."


📞Oma : "Bagus, kamu juga harus menjaga adikmu agar tidak dekat dengan artis itu. Oma tidak mau Raditya mempunyai hubungan dengan kalangan artis.


📞Helmi : "Aku mengerti Oma, aku akan mengatasinya."


📞Oma : "Aku percaya dengan yang kamu ucapkan."


Oma menutup teleponnya.


Lina yang mendengar percakapan Helmi dan Oma karena suara Omanya yang begitu keras di telepon, "Bos, apa itu Oma mu yang galak? Mengapa dia menyuruhmu seperti menyuruh asistennya? Kamu kan cucunya. Aku tau dia, dia sangatlah licik dan egois." kata Lina.


"Diam! Kamu tidak boleh bicara begitu! Dia adalah Oma ku!" bela Helmi.


"Kamu seperti anak ayam yang sedang di marahi, kenapa kamu malah membentak ku. Aku hanya bicara yang sebenarnya," sambung Lina.


"Maaf, aku tidak bermaksud membentak mu. Aku hanya merasa dia tidak pantas di hina. Aku anak dari istri kedua ayahku, tetapi dia tidak pernah membedakan ku dengan Raditya. Saat ibuku meninggal dia juga mengurusku dengan baik," jelas Helmi.


"Jadi kamu anak dari istri kedua Anggodo? Dan sekarang kamu yatim piatu? Kamu dan aku hampir sama," ucap Lina.


Helmi mendengar ucapan Lina dia bertanya, "Apa kamu juga anak yatim piatu?" Helmi mendekat ke Lina.


Jangan lupa like dan komen.

__ADS_1



__ADS_2