PASANGAN TERBAIKKU

PASANGAN TERBAIKKU
Lagi dan Lagi


__ADS_3


Raditya berada di ruangannya dan Helmi menyusulnya. "Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Helmi.


"Kak, aku sudah memutuskan untuk mengejarnya. Dia akan bersama ku lagi seperti dulu. Kau harus dukung aku," Ucap Raditya dengan senyum yang lebar.


"Bukannya selama ini kamu selalu mengejar wanita-wanita lain?" kata Helmi.


"Tidak kak, selama ini wanita yang mendekat kepadaku. Aku tidak pernah mengejar mereka. Aku sekarang serius kak dengannya." Raditya menyakinkan kakaknya. "Bantu aku, iya kak." Raditya menarik tangan Helmi untuk duduk di sofanya.


"Aku bukan ibunya. Bagaimana aku bisa membantumu, Dit?" ucap Helmi.


Raditya memegang bahu kakaknya, "Ayolah kak, kau pikirkan. Kakak kan atasannya." Paksa Raditya.


Helmi melepaskan tangan Raditya di pundaknya, "Bukannya kamu membencinya?"


"Sudah tidak kak. Aku salah paham selama ini. Aku sudah berubah kak, pandangan untuknya."


"Berubah? Berubah, bagaimana?" tanya Helmi.


"Kak mengapa kau banyak tanya? Tidak seperti biasa. Biasanya kau tidak peduli dengan hal seperti ini."


"Iya, karena kamu sangat serius kali ini. Jadi kakak hanya memastikan."


"Menurut ku dia wanita yang cantik, tegar, tanggung jawab dengan pekerjaannya dan karakternya pun cukup baik."


"Apa? Karakternya cukup baik?"


"Sepertinya kakak sangat memahaminya?" Raditya memandang Helmi dengan curiga.

__ADS_1


"Karena dia karyawan ku, jadi aku cukup mengenalnya. Kalau dia meminta harus di turutin, itu mengganggu sekali. Dia juga sangat berantakan."


"Tunggu kak. Berantakan? Apa kakak pernah datang ke rumahnya?"


"Tidak perlu ke rumahnya, lihat saja meja kerjanya."


"Kakak, dia kan sibuk pasti dia tidak mempunyai waktu atau terpikir untuk merapikan mejanya. Kakak sangat pembersih. Menurutku Lina tidaklah berantakan, dia biasa saja. Seperti orang lain."


"Kau tidak tau apa-apa." Helmi berdiri dari sofa Raditya.


"Kak kenapa kamu begitu emosi, apa kamu ingin mempunyai pasangan juga? Kakak sudah berumur 30 sebaiknya sudah cukup umur untuk mempunyai pasangan. Kakak lelaki yang sempurna." Raditya merapikan kerah kemeja kakaknya. "Ayo kita berfoto, kak." Raditya mengambil handphonenya di meja.


Helmi pergi meninggalkannya. Raditya memanggil kakaknya, tapi tidak di respon.


Raditya bilang ke grup teman-temannya dia ingin memperkenalkan kakaknya dengan temannya.


Helmi setelah mematikan telepon nya, dia bergegas pergi ke rumah sakit.


...*****...


Di rumah sakit, Helmi mengetuk pintu dokter pribadinya. Dokter mempersilahkan masuk dan Helmi masuk kedalam ruangannya.


"Hai Helmi silahkan masuk, duduk di sini," sapa dokter.


Helmi melihat muka dokter dan berkomentar, "Dokter kenapa dengan wajahmu, kau begitu kisut sekarang."


"Aku sedang jetlag, nanti tidurku juga akan kembali normal," jawab dokter. "Bagaimana dengan alergi mu Helmi? Apa ada perkembangan?" tanya dokter.


Helmi tersenyum dan menjawab, "Dokter aku sudah mengikuti metode mu, tidak melihatnya saat berbohong. Jadi belum ada perkembangan lebih. Aku bingung mengapa hanya dia yang membuatku sakit saat dia berbohong. Yang bermasalah aku atau dia."

__ADS_1


Dokter tertawa, "Haha.. Mungkin dia kutukan mu." Ucap Dokter sambil tertawa. Helmi pun ikut tertawa mendengar jawaban dokter. "Aku sudah meneliti gejala mu dengan para teman ku dan para ahli. Kamu perlu tau masa lalu mu, mungkin dia berkaitan dengan masa lalu mu. Apa kamu tidak bisa mengingatnya?" tanya dokter.


Helmi hanya menjawab dengan menggelengkan lehernya.


...*****...


Keesokan harinya Lina datang ke ruangannya, semua orang pada mengoda nya. Lina dengan santai hanya tersenyum. Dia kaget melihat meja kerjanya karena banyak sekali makanan. Ada kertas yang tertulis, "Aku tidak tahu kamu ingin makan yang mana, jadi kamu tinggal pilih yang aku belikan sekarang. 😉"


Membaca pesan itu Lina hanya tersenyum dan membuang kertas itu di tempat sampah. Lina memanggil teman-temannya untuk memilih makanan yang ada. Mereka sangat senang dan berterima kasih kepada Lina.


Karyawan lain bagian desain sedang rapat dengan Helmi dan Raditya. Mereka merapatkan busana akan datang.Saat sedang rapat Lina tampak sedang bersin-bersin. Rapat mereka kali ini berjalan dengan lancar. Lina di panggil Helmi ke ruangannya. Helmi meminta Lina dan timnya untuk menghubungi perusahaan Andreas untuk mempercepat produksi mereka. Lina mengiyakan dan Lina pergi ke ruangannya.


Lagi dan lagi di meja Lina ada beberapa obat, tiba-tiba telepon di meja Lina berbunyi. Raditya menelepon Lina, "Lin, itu semua obat bersin-bersin dan ada vitamin. Tadi aku melihat kamu bersin terus saat rapat." Ucap Raditya di telepon.


"Kamu lah yang harus meminum obat ini. Cepat katakan padaku apa mau mu. Dari kemarin kamu aneh sekali." Kata Lina sambil menyingkirkan ke tepi obat-obatnya.


"Aku tau kamu sibuk, jadi aku saja yang memperhatikanmu--." Raditya belum selesai berbicara Lina sudah mematikan teleponnya.


"Stres!" geram Lina. Lina lalu melanjutkan pekerjaannya.


Maaf ya thor jarang update, tapi pasti update.


Thor sekarang les dari pagi sampai sore 😂, karena ujian kemaren tidak lulus.🤭


Jaga kesehatan ya buat semuanya, makan yang banyak buah sayur buat imun kita.


Jangan lupa di komen, like dan vote.


__ADS_1


__ADS_2