PASANGAN TERBAIKKU

PASANGAN TERBAIKKU
Cari Masalah


__ADS_3

Siapa yang menelepon Raditya???


Penasaran, yuk baca.


l



Raditya pergi meninggalkan Lina di ruangan desain. Para pegawai di ruang desain satu-persatu berdatangan. Mereka menanyakan bagaimana kabar kerjasama dengan Aurel. Lina menjawab nihil, tapi dia tidak patah semangat dan akan berusaha lagi.


Pegawai di ruang desain sibuk merencanakan desain apa yang akan mereka tampilkan bila belum ada kabar dari Aurel.


Dua jam kemudian ada fax masuk. Pegawai X mengambil fax tersebut. Dia membaca isi fax tersebut lalu berteriak, "Alhamdulillah. Kontrak kita di setujui Aurel. Kamu hebat Nona Lina."


Pegawai lain berkata, "Tidak sia-sia perjalanan kamu kemaren. Traktir. Traktir." Semua juga ikutan meminta traktir Lina.


Manager Aurel menelepon Lina, Lina meminta teman-temannya kembali ke tempat duduk.


📞Manager Aurel : "Kamu sudah menerima fax saya?"


📞Lina : "Iya aku sudah menerimanya."


📞Manager Aurel : "Iya baguslah, aku ingin kita bertemu langsung membicarakan lebih rinci semuanya. Kau tau jadwal Aurel sangat padat?


📞Lina : "Iya aku tau, akun akan membuat jadwalnya sekarang dan akan mengirimkan secepatnya. Tapi aku penasaran, mengapa dia berubah pikiran?"


📞Manager Aurel : "Itu karena Raditya, dia yang membujuknya pagi ini dan Aurel juga sadar atas perkataan bos kalian jadi dia sadar."


📞Lina : Raditya membujuknya? Terus perkataan Bos Helmi sangat kasar kepadanya, apa dia tidak marah?


📞Manager Aurel : Iya dia membujuknya lewat telepon tadi pagi. masalah perkataan bos kalian itu benar setelah dia pikir-pikir. Aku berterima kasih kepada mereka.


📞Lina: Iya nanti aku sampaikan kepada mereka. Semoga semua berjalan dengan lancar.


📞Manager Aurel : Amin


Mereka lalu menutup telepon masing-masing.


Lina mencium kertas fax tadi dan bilang kalau memarahi orang bisa mendatangkan hasil.


Raditya datang ke ruangan Lina, "Mengapa wajahmu tampan bahagia?"


Lina berdiri dan mendekat ke Raditya, lalu memeluknya sebentar lalu melepaskan, "Terima kasih iya,Dit." Lina menunjukan kertas fax nya dan melihatkan tandatangan Aurel di dalam kertas tersebut .


Raditya melihat ke arah Lina dan berkata, "Selamat. Aku sudah putus dengannya." Lalu Raditya pergi begitu saja.

__ADS_1


Lina heran melihat sikap Raditya yang begitu dan membatin apa yang terjadi padanya, apa dia salah makan.


Jam makan siang tiba, Lina mengajak teman-temannya ke kantin. Lina akan mentraktir mereka minum kopi. Lina berpikir kalau kopi saja duitnya masih cukup untuk mentraktir.


Di kantin Lina bertemu dengan sekretaris Ben. Sekretaris Ben menghampiri Lina, "Nona, aku dengar hari ini kamu datang bersama bos. Apa benar?" tanya Ben.


Lina menjawab iya dengan tersenyum.


"Bagaimana bisa seorang bos yang menyetir? Ada hubungan apa, kalian? Bos tidak seperti biasa nya." ucap sekretaris Ben.


Lina menjawab, "Kamu jangan berpikiran yang aneh-aneh."


Ben mengambil kopi Lina, lalu meminum nya sampai habis. Dan meninggal kan Lina.


...*****...


Malam hari di ruang baca Raditya, ada lemari kaca tempat foto-foto di pasang dan ada beberapa album di laci. Dia mengeluarkan album di dalam laci.


Satu album itu full dengan foto dia dan Lina sangat SMA. Ada foto mereka berdua saat bermain di arena bermain, ada foto mereka sedang berada di taman. Raditya tersenyum melihat nya


...*****...


Keesokan harinya di tempat Aurel dan grup bulan bekerja sama. Lina sedang sibuk mempersiapkan keperluan syuting. Di belakang Lina, ada Raditya yang terus melihatnya.


Aurel datang melihat Raditya sedang melihat Lina, Aurel memukul pundak Raditya, "Dor.. Sedang apa kamu? Siapa yang kamu liat sampai aku datang kamu tidak tau?"


"Mengapa kamu tidak meneleponku, apa karena kemaren kita sudah putus? tanya Aurel. Dia tidak percaya dengan ucapan Raditya.


Raditya memegang kedua pundak Aurel, "Aku ingin memberimu kejutan." Aurel melepaskan tangan Raditya yang berada di pundak nya, lalu berjalan meninggal kan Raditya.


Lina melihat Aurel dan berkata, "Hai Nona Aurel apa kabar? Make up artis untuk anda sudah datang. Kita akan mulai syuting setengah jam lagi.


Lina memanggil pegawai lain, "Tolong bawa Nona Aurel ke ruang make up." Aurel dan pegawai itu pergi ke ruang make up.


Raditya mendekati Lina, "Sini ikut denganku." Dia menarik tangan Lina.


Raditya membawa Lina ke tempat sepi, dia menunjukkan foto Dia dengan Lina. Lina kaget dari mana dia dapatkan.


Lina bertanya, "Ada apa denganmu? Mengapa kamu membawa foto lama ini?"


Raditya menjawab, "Foto lama ini, ibu mu yang membawa nya kepadaku."


Lina kaget dengan ucapan Raditya, "Hah? Kapan kamu bertemu dengannya?"


"Ibumu datang kemaren ke grup Bulan, aku masih penasaran apa kamu benar-benar bersamaku karena uang? Kalau iya, mengapa kamu menyimpan foto ini? Kalau kamu tidak mempunyai perasaan terhadapku seharusnya foto ini sudah kamu buang." ucap Raditya.

__ADS_1


"Kamu jangan banyak berpikir.' Lina tersenyum kecil.


Raditya memegang pundak Lina dan mendekatkan wajahnya," Kalau kamu hanya mau uangku, tidak mungkin foto ini kamu simpan bersama kenangan ayahmu."


"Dengar Dit, ini tidak ada urusannya denganmu. Kamu jangan menemui Ibuku lagi." Lina berbalik ingin meninggalkan Raditya.


Tiba-tiba Raditya menarik tangannya, dan memeluk pundak Lina dari belakang dan menyadarkan lehernya ke pundak Lina. "Kamu jangan keterlaluan Lina. Aku berhak bertemu siapapun termasuk ibumu. Kamu jangan melarang ku" ucap Raditya.


Lina berusaha melepaskan pelukan Raditya, "Biarkan aku pergi." Karena badan Raditya yang begitu besar dan kuat Lina kesusahan melepaskannya.


"Kamu sangat cantik, tapi kamu jang merasa kamu yang paling cantik. Kamu jahat dulu meninggalkan ku begitu saja." Tiba-tiba Lina menyikut bagian perutnya dan menginjak kaki Raditya. "Ouw.." Raditya kesakitan.


"Kamu tidak tau yang sebenarnya, sebaiknya kamu jangan menghakimi ku." sambung Lina. Dia berjalan meninggalkan Raditya


Raditya berteriak, "Bilang kepada ibumu jangan menganggu ku lagi."


Lina berhenti berjalan dan menghadap ke Raditya dan menjawab perkataan Raditya dengan Ok, lalu berjalan lagi meninggalkannya.


...*****...


Pemotretan di mulai, Aurel duduk di sebuah kursi kayu sedang bergaya dan fotografer mulai memotret nya.


Lina sedang berbicara dengan kepala fotografer, Raditya tiba-tiba berteriak, "Nona Lina bunga itu tidak cocok berada di sana tolong pindahkan." Raditya menunjuk pot bunga tersebut.


Lina memindahkan pot bunga itu, "Sudah ok."


Fotografer mulai memfoto Aurel lagi.


Raditya berteriak lagi, "Nona Lina, sepertinya Nona Aurel sedang haus. Coba kamu berikan dia minum." Lina mendengar memasang muka bete ke Raditya.


Lina mengambilkan minum Aurel. Raditya melihat Lina memakai gelas kertas untuk Aurel. Raditya marah, "Kamu itu tau tata krama tidak? Seorang bintang besar seperti Nona Aurel tidak memakai gelas kertas."


Aurel yang merasa terganggu, berhenti bergaya Dia melihat mereka dari kejauhan. Raditya menyuruh Lina pergi beli ke luar.


"Tidak masalah aku sangat haus, gelas kertas pun aku mau pakai. Kemari berikan aku minum, jangan buang waktu," ucap Aurel.


Kepala fotografer meminta Aurel berdiri di dekat tangga besi. Raditya berteriak lagi meminta Lina memegang tangganya.


Saat foto terjadi insiden, Aurel hampir di timpa tangga. Lina yang menyelamatkan Aurel sehingga Lina yang terluka.


...*****...


Di ruang rapat Helmi sedang rapat, tiba-tiba dia membaca grup di handphone nya kalau Lina di larikan ke rumah sakit karena insiden tadi. Helmi tidak fokus dengan rapatnya beberapa kali dia mengetik dan menghapus untuk menanyakan kabar Lina. Tiba-tiba bos lain yang mengikut rapat ribut satu sama lain.


Helmi memukul meja dengan keras dan bilang berhenti semua jangan ribut Rapat kita hentikan sampai di sini. Dia lalu keluar ruang rapat.

__ADS_1


...Reader jangan lupa like dan komen iya. ...



__ADS_2