PASANGAN TERBAIKKU

PASANGAN TERBAIKKU
Masa Lalu


__ADS_3


Flashback


Lina saat itu masih remaja dengan mengenakan seragam sekolah datang ke rumah Raditya. Saat itu, Ben yang berdiri di sudut ruangan melihatnya. Lina berkeliling melihat rumah yang besar dan tiba-tiba Ketua Grup Bulan (Oma Helmi dan Raditya) muncul dari balkon dan menghina Lina yang pasti merasa kecil berada di rumahnya yang penuh dengan barang mewah.


Lina tidak merasa tersinggung. Dia bahkan dengan berani bertanya, apakah dia Oma dari Raditya? Ketua memarahi Lina yang tidak sopan berbicara padanya. Ketua turun ke ruang tamu untuk menghampirinya. Lina sendiri berteriak kalau dia sudah menunggu lama padahal dia yang diminta untuk datang ditambah lagi dia tidak di sediakan minuman sama sekali. Lina berkata kalau Ketua lah yang tidak mempunyai sopan.


Ketua sudah turun dan memarahi Lina yang tidak sopan karena berani menjawab perkataannya. Dia juga menyebut Lina yang tidak tahu tempat karena berani memikat cucunya, Raditya.


Ketua bahkan memberikan uang pada Lina dan menyuruhnya pergi sejauh mungkin. Dia melemparkan amplop uang itu secara kasar ke lantai. Lina memandangnya penuh amarah. Tapi, dia segera mengambil amplop tersebut dan bahkan menghitung jumlahnya di depan Ketua.


“Hanya sedikit? Apa ini yang ku dapatkan setelah berbulan-bulan setelah menjadi kekasih cucumu? Maksudku, Oma memiliki begitu banyak uang. Bukankah Raditya cucumu? Apa dia layak hanya dihargai dengan uang sekecil ini?” tanya Lina menghina.


Ketua marah dan hendak menamparnya. Tetapi Lina menahan tangan Ketua. Ben sampai kaget melihatnya. Lina menegaskan pada Ketua kalau dia gadis liar dan berasal dari keluarga yang tidak baik seperti yang Ketua katakan, tapi dia akan membalas jika ada yang berani memukulnya. Lina melepaskan tangan ketua dengan kasar dan menyuruhnya mencari dia lagi jika Ketua sudah punya banyak uang untuk menyuruhnya meninggalkan Raditya.

__ADS_1


Lina beranjak pulang. Tapi, sebelum dia keluar, dia menempelkan permen karetnya di akuarium Ketua. Ketua sampai sakit kepala melihat keberanian Lina padanya.


****


Ben mengakhiri ceritanya. Ben kemudian mulai bertanya pada Helmi, "Bos tadi Anda bilang Nona Lina pernah berbohong kepada Anda? Berbohong masalah apa Bos? Maaf saya lancang menanyakan ini?"


Helmi menatapnya dan tidak mau menjawab pertanyaan itu. Helmi ingat saat di cafe, Lina berkata kalau dia paling membenci keluarga dengan Anggodo. Mungkin karena alasan ini, Lina sampai bilang begitu.


"Oh iya Ben, tadi mengapa ada Raditya di Mall?" Helmi bertanya kepada Ben.


Helmi tidak kenal nama tersebut. Ben memberitahu kalau Naomi adalah seorang supermodel populer dan ada gosip kalau Raditya sedang dekat dengannya.


Ben kemudian memberitahu pendapatnya mengenai Raditya. Kalau menurutnya, Raditya hanya berlagak playboy padahal sebenarnya dia hanya mencintai Lina dan tidak bisa melupakannya. Ini mungkin alasan Raditya menjadi playboy adalah karena terluka oleh Lina. Helmi terlihat memikirkannya.


Ben izin keluar ruangan setelah menceritakan semuanya. Helmi merasa kasian terhadap adiknya, selama ini adiknya tidak pernah menceritakan masalahnya.

__ADS_1


***


Pada malam harinya, Lina berjalan sendirian di tengah kota. Dia teringat saat Helmi menuduhnya melakukan plagiat, dan saat itu Ella juga menuduhnya dengan hal yang sama di depan umum dan bahkan memecatnya. Ditambah kemarahan Raditya padanya yang menuduhnya mendekatinya hanya karena uang dan teriakan Raditya padanya. Lina terlihat lelah dengan semua hal ini. Bahkan saat ibunya menelpon, dia tidak mau mengangkatnya dan malah melempar ponselnya ke kolam air mancur. Lina hanya melamun, menahan tangis di pinggir kolam.


__________________________________________


Reader, Jangan lupa di like dan komen.


___________________________________________



Sekretaris Ben waktu masih muda.


__ADS_1


__ADS_2