
Lina pulang ke rumah dan menuju kamarnya, mengganti baju serta melepas wig-nya. Dia juga mencuci mukanya. Lina terlihat sangat lelah tetapi tetap mencoba tersenyum.
Begitu tau Lina pulang, Ibu Lina langsung datang ke kamarnya. Ibu Lina mencercanya dengan pertanyaan mengenai kencan buta nya. Dia bahkan hendak menyentuh Lina tetapi Lina menghindar.
Lina berbicara dengan tegas, "Ibu tidak usah mengatur kan kencan buta untukku lagi. Aku tidak suka ibu memperlakukan aku seperti barang yang dijual dengan memperkenalkanku kepada para pembeli."
Ibu berusaha menjelaskan, "Ibumu ini nak melakukan ini karena ibu peduli padamu nak. Kau sudah berada lama di luar negeri tetapi belum pernah memperkenalkan kekasihmu. Ibu tidak mau, Lina kelak tidak menikah."
Ella tiba-tiba turun dari tangga dan ikut campur pada pembicaraan mereka. Ella menghina Lina dengan berkata, "Kau hanya tidak mempunyai pacar tetapi juga teman, sejak sekolah tidak ada temanmu yang datang ke rumah atau mengajakmu jalan."
__ADS_1
Lina menyuruh Ella untuk tidak usah ikut campur. Tetapi Ella tetap ikut campur dan bahkan dengan kurang ajarnya berkata walaupun Lina mendapat suaminya nantinya, tetap ada kemungkinan kalau Lina akan dikembalikan (dibuang) seperti barang yang tidak bagus. Tentu saja Lina marah mendengarnya.
Ibu juga geram mendengar perkataan Ella yang semakin kurang ajar terhadap putrinya. Dia menyuruh Ella untuk tidak ikut campur saat dia sedang bicara pada putrinya dan menyuruh Ella untuk kembali ke kamarnya. Tetapi Ella pura-pura sedih karena Tante tidak menganggapnya sebagai anak. Ibu tidak termakan dengan perkataan Ella dan bahkan menyuruh Ella memanggilnya 'Ibu’ jika dia benar-benar ingin menganggapnya sebagai ibu.
Lina tertawa dan bahkan menyuruh Ella mendengar perkataan ibunya dan kembali ke kamarnya.
Ella marah dan menegaskan pada mereka kalau ini adalah rumahnya dan dia bisa melakukan apapun yang dia mau.
"Tante walaupun kau sudah tinggal lama di rumahku, kau tetap tidak boleh berlagak seperti tuan rumah." Ucap Ella dengan sinis nya.
Lina memuji ibunya yang ternyata bisa melawan balik Ella. Ibu menjelaskan kalau dia selama ini bisa bersabar jika dia yang dihina namun dia tidak bisa menerima jika Ella menghina Lina, putrinya.
__ADS_1
Lina dengan dingin berkata kepada ibunya : “Dari dulu, semua kemarahan yang ku terima dari Ella adalah karena dirimu. Jadi, jangan berlagak seperti orang hebat karena sudah membelaku. Itu membuatku ingin muntah.” Lina segera pergi keluar rumah. (Sepertinya Lina juga tidak menyukai ibunya karena menikah lagi).
Lina berjalan sendirian di pinggir jembatan. Dia mengingat semua hinaan Ella padanya. Dia terlihat sedih. Berjalan menuju kuburan ayahnya dan menangis. Lina ingin ayahnya berada di dekatnya dan mengingat ayahnya dulu saat masih hidup mereka berjualan bunga, memotong bunga, menyiram bunga dan merangkai bunga.
Helmi pulang ke rumahnya dan segera menggunakan alat pendeteksi kesehatan tubuhnya. Hasilnya, laju jantung dan tekanan darahnya tidak normal. Helmi teringat saat Lina mencium pipinya, memanggilnya dengan panggilan beb dan berbohong mengenai dirinya yang dulu pernah melamarnya dan saat itu jantungnya jadi berdetak tidak normal.
Helmi kesal mengingat hal itu. Dia tidak percaya masih ada orang yang berani dan berbohong seperti itu.
Visual Ayah Lina di toko bunganya dahulu.
__ADS_1
Reader, jangan lupa di like dan komen.