
Helmi menelpon dokternya. "Maaf Dokter telah mengganggu waktunya."
Dokter tidak mempermasalahkannya, "Tidak apa-apa. Saya lagi tidak sibuk, ada apa?"
Helmi mulai memberitahu kalau dia bertemu dengan seorang gadis yang terus berbohong dan badannya jadi menunjukkan reaksi yang sangat kuat. Dokter tertawa karena ada orang yang terus berbohong.
Helmi membenarkan bahwa setiap gadis itu membuka mulut, yang ada hanyalah kebohongan dan hal itu membuat tubuhnya tidak bisa dikendalikan. Dan dia bahkan pingsan kemaren. Ini pertama kalinya dia mengalami hal tersebut.
Dokter bertanya, "Setelah Helmi mengalami hal tersebut dan meminum obat, apakah obatnya bekerja?"
Helmi membenarkan,"Iya dok, obatnya masih bekerja setelah saya minum obat saya sehat kembali."
Dokter menyarahkan agar Helmi terus membawa obatnya dan jika dia sudah pulang, dia akan menemui Helmi.
Helmi mengerti dan berterima kasih. "Terima kasih banyak dokter."
Lina tiba di kantor dan masuk ke ruangan Helmi. Helmi menegur Lina yang terlambat, "Nona Lina di hari pertama kerja Kau sudah terlambat, Saya akan memotong gaji mu. Oh iya Nona Lina sekarang, Kau melapor ke departemen desain. Saya sudah bilang ke bagian departemen desain, Kau masuk hari ini."
__ADS_1
Lina tidak membantah. "Iya Saya ke sana sekarang, terima kasih pengertiannya Bos."
Dia sedikit heran karena Helmi tidak semarah biasanya.
Setelah Lina pergi keluar dari ruangannya, Helmi menelpon Sekretaris Ben, " Ben Bagaimana dengan Raditya ? Apa Raditya sudah di temukan? Saya mau Raditya di bawa ke kantor sekarang juga."
"Siap Bos, Saya sudah bersama Raditya." Jawab Seketaris Ben.
Setelah mematikan telponnya, Helmi bergumam agar Lina tidak mengecewakannya. Hanya Lina lah satu-satunya orang yang bisa membuat Raditya datang untuk bekerja. Walaupun Lina adalah orang yang suka berbohong, dia akan bertahan.
Renatta segera maju dan bertanya kepada manager Dina, "Apa sebenarnya standar orang yang bisa bekerja di perusahaan Bulan." Dia menunjuk Lina dan menekankan kalau semua orang sudah tahu kalau Lina adalah penjiplak dari desainnya dan Lina bukanlah orang yang profesional. Renatta terus memprotes pada manager Dina.
Manager Dina menjawab dengan tegas, " Renatta yang merekrut Lina adalah Helmi, Presiden direktur dari Bulan. Jika Kamu tidak menyetujui hal itu, silahkan beritahu presiden direktur langsung." Manager Dina juga memberitahu bangku milik Lina dan beranjak pergi.
Lina menatap tajam Renatta dan dengan tegas menyuruh Renatta, " Hai, kita ketemu lagi. Ingat semua yang Kau kerjakan laporkan kepada Saya."
Renatta terlihat sangat kesal. Renatta pergi ke kafe. Dia mendengar beberapa orang di perusahaan Grup Bulan bergosip.
__ADS_1
Seorang karyawan A ada yang bergosip, "Tak percaya Presdir memperkejakan orang seperti dia."
Karyawan B ikut berbicara, "Kudengar gara-gara direktur juga dia di berhentikan di perusahaan lamanya."
Karyawan C "Aku juga mendengar dari resepsionis, mereka cukup dekat. Bahkan Bos kita membelikan dia pakaian."
Karyawan A, "Tak bisa kuduga dia bukan orag biasa. Kita harus baik sama dia."
Karyawan lain, mengiyakan. Renata yang berada di samping mereka, mendengarnya gelisah.
__________________________________________
Terima kasih sudah baca Reader.
Jangan lupa di like dan komen.
___________________________________________
__ADS_1