PASANGAN TERBAIKKU

PASANGAN TERBAIKKU
Perdebatan


__ADS_3


Di tempat lain dalam perusahaan Grup Bulan, Raditya bersama para pimpinan bagian lain.


"Bagaimana Bos Radit punya waktu untuk mengunjungi perusahaan hari ini?" Tanya pimpinan bagian produksi sedikit kaget melihat Raditya datang.


Raditya menjawab, "Seperti yang Pak Alex katakan, suasana hatiku sedang baik. Jadi aku datang untuk bekerja." Raditya dan para pimpinan lain sedang menuju ke ruangan desain.


Pak Alex menjelaskan ini adalah ruangan desain (padahal Raditya sudah tahu, hari sebelumnya dia bertanya kepada Ben), di sana tampak Lina dan Renatta sedang berdiskusi masalah desain Renatta.


Pak Alex melihat desain Renatta, "Bukannya Aku sudah setuju dengan contoh ini? Bagaimmana belum masuk pabrik untuk di produksi?"


Renatta dengan santai menjawab, "Asisten Lina mau kita mengulang contoh."


Pak Alex bingung dan memastikan lagi, "Mengulang contoh? Mengapa? Saat ini semua bagian menunggu produksi ini."


Lina menjelaskan, "Pak, contoh ini ada masalah. Aku yang minta untuk tidak di produksi. Dari potongan bahan pun terlihat semua bermasalah. Tidak cocok dengan filsofi desain kantor kita."


Raditya ikut membela Renatta, "Filosofi desain?Bagaimana bisa Kamu bilang begitu, satu-satunya perancang produksi ini punya hak untuk menentukan rancangannya, bukan ? Kamu terlihat bukan perancang produk ini. Lihat perancang di sini renatta bukan kamu,Lina. (Melihat nama perancang yang tertera di label contoh tersebut.) Maka ini aneh, Bagaimana Kamu tahu filosofi tentang desain orang lain?"


Renatta senang dan tersenyum dia di bela sama Raditya. Lina hanya diam tidak menjawab yang Raditya ucapkan.

__ADS_1


Raditya mulai memancing Lina lagi untuk berbicara, "Kenapa Kamu tidak bicara hanya diam Apa ada dendam antara Kamu dan Renatta?"(Raditya tahu masalah sebelumnya Lina dan Renatta.)


Renatta ikut berbicara, "Benar seperti itu Bos Raditya, mencari kesalahan saya dan menunda produksi saja."


"Nona Lina apa Kamu selalu bekerja seperti ini? Hanya karena bawahan mu lebih bertalenta dari kamu, sehingga memperlama pekerjaannya?" Raditya berbicara mendekat ke Lina.


Lina yang tak tahan akhirnya berbicara, "Keputusanku murni karena profesionalitas dan pertimbangan ku."


Raditya langsung menjawab, "Apa aku tidak salah dengar? Bahkan penjiplak adalah profesional. Apa yang Kamu lakukan dendam pribadi jangan campurkan dalam pekerjaan. Aku harap Kamu mengoreksi perbuatan mu. Segera buat perintah produk si dengan contoh ini."


Raditya memberikan telepon kepada Lina, dan Lina menelpon ke bagian produksi meminta untuk memproduksikan contoh ini.


Raditya dan pimpinan lain keluar ruangan, Lina mengejar raditya. "Radit.. Radit.." Panggil Lina dengan tergesa-gesa.


Lina langsung mengganti panggilannya, "Bos Radit."


Raditya meminta pimpinan lain untuk pergi duluan, dia ingin bicara empat mata dengan Lina.


Lina menjelaskan kalau produk itu ada masalah, jika di produksi akan menimbulkan masalah. Bukan karena dendam tapi ini karena desain itu sangat tidak nyaman bila di pakai.


Raditya yang mendengar marah, "Apa Kamu mempertanyakan keputusan yg aku buat? Apa yang kamu lakukan adalah ikuti perintah ku.

__ADS_1


Kamu lakukan apa yang aku suruh, kamu lakukan. Cepat pergi dan laksanakan." Raditya berbalik badan tersenyum dan meninggalkan Lina.


Renatta yang menguping dari tadi tersenyum. Renatta bergumam. Dia tidak hanya ganteng, dia tegas dan bijaksana. Punya bos seperti dia cukup beruntung.


Lina melihat Renatta dan bilang, "Kita lihat nanti saat di produksi. Aku hanya beli popcorn dan minuman soda, menunggumu jadi bahan tawaan."


Renatta yang kesal dengan ucapan Lina membalas, "Dasar Kamu muka tebal."


Lina langsung menjawab, "Ngaca siapa yang bermuka tebal."


Mereka memasuki ruangan desain dan duduk k tempat duduk mereka.


__________________________________________


Reader,


Jangan lupa di like dan komen.


Reader yang puasa gimana sudah ada yang bolong belum?


Maaf ya thor lama update, thor lagi belajar jahit supaya bisa desain kaya Lina. 😂

__ADS_1


___________________________________________



__ADS_2