
Di jalan, Lina bingung harus pergi kemana sekarang. Dia memeriksa tas-nya dan menyadari uangnya yang tersisa hanyalah uang sisa bayar ongkos taksi. Dia terlihat kesal tidak tahu harus kemana.
Helmi pulang ke apartemennya. Di depan apartemennya, sudah ada Lina yang tertidur dan membawa barang bawaan. Helmi menghentakkan kakinya keras membangunkan Lina. Dan Lina segera terbangun karena kaget. Dia tersenyum melihat Helmi.
Helmi bertanya, "Bagaimana cara Kamu bisa masuk sampai ke depan apartemenku Nona Lina?"
Lina dengan santai memberitahu, "Satpam dan resepsionis dibawah yang memberinya izin masuk. Kemaren mereka melihat Tuan Helmi membawa masuk Saya ke sini."
Helmi segera menyalakan ponselnya dan hendak melaporkan kepada mereka. Lina segera mengambil ponsel Helmi dan memintanya agar tidak melaporkan mereka.
Lina akhirnya memberitahu alasannya datang, "Maaf merepotkan Tuan Helmi, Saya ke tempat Anda untuk menumpang tinggal di rumah Tuan Helmi beberapa hari karena Saya di usir dari rumah dan tidak punya uang sama sekali. Saya yakin Tuan Helmi orang yang baik."
Helmi tidak peduli dan meminta agar ponselnya di kembalikan. Lina mau mengembalikannya jika Helmi setuju untuk membiarkannya menumpang.
Setelah menerima ponselnya dari Lina, Helmi segera menyemprotkan cairan antiseptiknya. Dan dia tetap tidak mengizinkan Lina menginap. Dia masuk ke dalam apartemennya dan membiarkan Lina tetap diluar.
Lina memohon agar diizinkan masuk tetapi Helmi tetap mengabaikannya. Lina berteriak, "Kalau Saya tidak boleh masuk, Saya akan tidur di jalanan. Tuan Helmi tidak kasihan kepada pegawainya ini."
__ADS_1
Helmi tidak ada respon. Dia masuk apartemennya.
Di dalam apartemennya, Helmi sedang memasak telur di dapurnya. Dia memasak sambil bergumam mengenai Lina yang tidak mungkin tidur di jalanan. Helmi yakin kalau Lina berbohong. Helmi selesai makan dan bersih-bersih, dan beranjak tidur. Waktu sudah menunjukkan pukul 01.00.
Lina sendiri masih berada di depan apartemen Helmi dan tidur di sana. Seorang tetangga Helmi yang baru kembali, heran melihat seorang wanita yang tidur di depan apartemen tetangga nya.
Dan Lina berbohong kalau dia berantem dengan pacarnya dan tidak diizinkan masuk ke dalam rumah. Jadi, dia tidur di sini seperti yang terlihat.
Tetangga heran dan bertanya apa maksud Lina dia (menunjuk ke apartemen Helmi). Lina membenarkan dan bahkan dengan suara sendu berkata akan menunggu hingga besok pagi dan meminta maaf lagi pada pacarnya. Tetangga tentu kesal dengan kelakuan Helmi yang membiarkan pacarnya tidur diluar.
Tetangga membunyikan bel dan hal itu membuat Helmi terbangun. Helmi bertanya dari depan pintu, "Siapa yang ada di sana?"
Helmi keluar dan bertanya, "Ada apa bro?" Tetangga menunjuk ke arah Lina yang sedang menangis.
Hal ini membuat Helmi terkejut karena ternyata Lina belum pergi. Lina memegang tangan Helmi dan memanggilnya Baby. Dia memohon agar diizinkan masuk, "Tolong biarkan Saya masuk, saya janji besok akan pergi mencari tempat lain." Lina menangis dan meminta tolong.
Tetangga tentu merasa marah melihat sikap Helmi yang kasar kepadanya pacarnya.
__ADS_1
Helmi dengan tegas menegaskan kalau Lina bukanlah pacarnya, "Hei, Kau bukan pacar Saya berhenti untuk berbohong."
Lina menangis dan berkata, "Saya memang bukan pacar Tuan Helmi dan Saya hanyalah simpanan yang tidak bisa diberitahu kepada orang lain."
Helmi segera memarahi Lina untuk tidak bicara sembarangan.
Lina tidak hilang akal. Dia mengambil kemeja yang dia pakai tadi pagi dan berkata akan mengembalikan bajunya sekarang. Tetangga jadi percaya kalau Lina memang pacar Helmi.
Tetangga juga menyuruh Lina untuk tidak memohon lagi pada Helmi dan dia boleh menginap di rumahnya hari ini. Helmi tidak masalah dan segera masuk ke dalam rumah.
*Lina kacau banget ya 🤣🤣🤣
__________________________________________
Terima kasih sudah baca Reader.
Jangan lupa di like dan komen.
__ADS_1
___________________________________________