PASANGAN TERBAIKKU

PASANGAN TERBAIKKU
Sikap Aurel


__ADS_3


Lina akhirnya berkata jujur, "Fer, ini semua palsu." Lina mengeluarkan baju-baju tersebut dalam perutnya. "Aku pakai cara ini supaya bisa masuk ke dalam." Lina menjelaskan, berharap temannya tidak mengadukan kepada orang-orang di sini.


"Kamu dari dulu tidak berubah, selalu banyak akal." Feri terbahak-bahak dan mengacak rambut Lina.


Helmi melihatnya tidak suka, "Hei kamu, jangan mengacak rambut pegawai ku. Dia terlihat berantakan, kita harus bertemu dengan rekan kerja kami," ketus Helmi.


"Maaf.. maaf saya lupa Lina sedang bekerja. Tadi kata Lina, tuan CEO dari Mall Bulan?" Feri tersenyum kepada Helmi, menunjukkan Feri orang yang ramah. "Berarti anda kakak Raditya? Bukankah Aurel dan Raditya sedang berhubungan, kenapa tidak minta tolong Raditya?" ucap Feri.


"Aish, Raditya itu menjengkelkan. Jangan bahas dia lagi lah!" balas Lina.


Feri mengangguk karena dia tidak mau tau urusan mereka. Feri masih menertawakan Lina karena ulah Lina. Dia tidak habis pikir Lina melakukan hal seperti itu. Lina meminta Feri untuk diam karena yang tau di berpura-pura hamil hanya dia dan satpam di depan.


Feri mengiyakan yang Lina mau, dia melihat jam dan saatnya dia untuk tampil. Dia pamit keluar ruangan, dia lalu meninggalkan Helmi dan Lina.


Lina mengajak Helmi keluar ruangan untuk mencari keberadaan Aurel atau manager nya.


Sampai di depan pintu besar, Lina mendengar dari balik pintu ada suara Aurel dan asisten make up nya di dalam ruangan. Lina mengetuk pintu dan membuka pintu tersebut.


Aurel yang sedang di make up bilang dia tidak ingin di ganggu, dia belum melihat siapa yang datang.


Lina masuk ke dalam, Helmi menunggu di depan pintu besar tersebut. "Apa kabar Nona cantik?" sapa Lina.


Aurel kaget melihat Lina bisa datang dan masuk ke tempatnya, "Bagaimana kamu bisa masuk? Siapa yang mengizinkan nya? Pergi sana, sebelum aku panggil keamanan!" usir Aurel.


"Jangan-jangan, tolong dengarkan aku dulu." Lina memohon kepada Aurel karena untuk masuk dia sudah bersusah payah mengelabui satpam yang berjaga.

__ADS_1


Pria berbadan tinggi, berbadan besar,


berpakaian rapi, mempunyai aroma parfum yang mahal, rambut yang tertata rapi dan sedikit brewok di wajahnya sehingga menambahkan kesan maskulin masuk ke dalam ruang make up Aurel.


Aurel melihat Helmi kagum sampai dia tidak bisa berkata-kata dan sedikit melongo, "Baru sekali aku melihat pria sesempurna ini," gumam Aurel.


"Kau siapa?" tanya Aurel dengan tersenyum kepada Helmi dan mendekat ke Helmi.


Lina memperkenalkan Helmi ke Aurel, kalau Helmi adalah bos dia alias CEO dari Mall Bulan. Dia adalah Helmi Ksatria Anggodo.


Aurel merapikan rambutnya dan membesarkan kedua bola matanya lalu menatap Helmi dengan senyum menggoda. Helmi membalasnya dengan memasang muka dingin.


Lina menjelaskan dia datang ke sini bersama bosnya karena dia serius ingin mengajak bekerja sama. Bos Helmi datang ke sini sampai rela meninggalkan pekerjaannya di kantor yang begitu menumpuk.


Aurel mempersilahkan Helmi dan Lina untuk duduk. Mereka lalu duduk di sofa di dalam ruang make up. Aurel mengambil botol minuman dan berjalan mendekati Helmi dan memberikan botol minuman tersebut.


Lina yang melihatnya, "Kalau saya tidak usah di ambilkan, saya sedang tidak ingin minum." Kata Lina dengan polos.


"Maaf sebelumnya kedatangan kami di sini menganggu. Kami di sini ingin bekerja sama dengan Nona Aurel. Nona Aurel apa anda sudah membaca proposal yang saya berikan?" kata Lina.


"Sedikit. Semua orang memintaku membaca semua proposal yang di berikan kepadaku. Kalau aku melakukannya, aku tidak bisa bergerak melakukan aktivitas lain!" ketus Aurel.


"Saya sekarang akan menjelaskan nya lagi, saya percaya Nona Aurel sangat suka dengan proposal ini." Lina mengeluarkan berkasnya dari dalam tasnya.


"Saat ini kami mengajak anda untuk bekerja sama, anda sebagai ambasador plus desainer dari produk yang akan di pasarkan. Produk ini akan mengikuti karakter anda." Aurel memperlihatkan gambar-gambar desain yang dia gambar.


Aurel melihat gambar-gambar tersebut. Lina melanjutkan rencana proposal tersebut, "Model pakaian, bahan pakaian semua akan mengikuti rancangan anda, di sini kami juga akan membantu baik tidak rancangan anda bila ada salah. Sebagai artis dan model ini bisa menaikkan kelas anda."

__ADS_1


"Maksudmu sekarang kelasku tidak tinggi?" sambung Aurel.


"Bukan-bukan itu maksudku, anda sekarang sudah termasuk kelas tinggi dan kami akan membuat tinggi lagi. Nona Aurel aku harap anda berpikiran positif." Lina memasang muka melas.


Aurel menyedot minuman nya yang di botol. "Maaf aku tidak mau bekerja sama denganmu seorang penjiplak, aku sudah dengar tentangmu." Jawab Aurel dengan santainya. Dia menaruh botol minumannya di meja. "Aku tau tentang keburukan mu, benar tidak Tuan Helmi?" tampak Aurel tersenyum menghina.


Lina menghela nafas dan menunduk.


"Tuan Helmi kau memperkerjakan dia, apa tidak takut reputasi mu menjadi jelek?" tanya Aurel.


Aurel menghampiri Lina, "Nona Lina kamu begitu curang, bagaimana kamu bisa memintaku bekerja sama dengan mu. Kurasa kamu memperalat ku agar namamu bersih kembali." sindir Aurel.


Mata Lina sedikit berkaca-kaca, dia menghela nafas. Dia tidak mau rencana ini gagal, "Nona, itu kesalahan ku dahulu. Aku berjanji tidak akan melakukan kesalahan lagi. Aku harap kau menolak ini bukan karena aku. Jika kau tidak suka denganku, aku bisa mundur dari proyek ini." Ucap Lina dengan tampang sedih dan ikhlas.


Helmi yang tidak tahan melihat situasi tersebut, "Cukup Nona Lina. Proyek ini baru sekali ada di negara kita. Proyek ini elegan dan mewah orang kelas atas pasti sangat tertarik dengan produk ini karena Nona Aurel artis papan atas dan produk kami adalah kelas atas adalah perpaduan yang sangat menarik." Aurel tersenyum mendengar ucapan Helmi.


"Tetapi sekarang saya melihat ini tidak elegan seperti penampakan anda dari luar, anda terlihat kasar dan buruk sekali. Perusahaan kami tidak ingin mempunyai hubungan dengan orang seperti anda!" tegas Helmi. Helmi menggandeng tangan Lina ke luar ruangan.


Aurel memanggil mereka, "Berhenti... Berhenti..." Helmi dan Lina berhenti "Siapa yang kau bilang kasar dan buruk?" Tanya Aurel terlihat kesal.


"Maaf Nona Aurel, bos saya buka membicarakan tentang anda." Jawab Lina dengan muka tidak enak.


Helmi dengan spontan menjawab, "Di sini cuma ada kita, siapa lagi kalau bukan anda! Banyak artis atau model yang masih muda jaman sekarang yang lebih baik dari anda. Anda tidak takut kalah saing dengan mereka kalau anda hanya melakukan hal yang biasa. Tapi setelah aku berpikir orang IQ rendah sepertimu tidak pernah memikirkan nya, anda tak pantas jadi desainer!" Setelah mengucap kan itu Helmi menarik tangan Lina keluar ruangan.


Aurel yang kesal menghambur makeup-makeup yang berada di atas meja rias. "Dasar bodoh!" gerutu Aurel.


Waduh Aurel ngamuk 😂

__ADS_1


Reader jangan lupa like dan komen..



__ADS_2