
Di tempat lain, pada malam itu di depan gedung rumah produksi. Mobil sport bermerek Ferrer berwarna merah ceri di dalamnya ada Raditya yang sedang mendengar lagu.
...There is bitter in everyday...
...But then I feel it...
...That you would be the only one...
...Sometimes it doesn't have to be so sure...
...The sweetest love can be so hard to find...
...We'll be better in every way...
...But then I would go to be in other space...
...Sometimes, the bitter of love can be so good...
...It's like a coffee with a rainbow's mood...
...Sometimes you feel off but sometimes you feeling right...
...Is it to be, or it is not to be...
...To fall in love again, to be the one for me...
__ADS_1
...Sometimes you fall, but there'll be time we'd be together...
...We'll be mad in every way...
...Then I remember, the store we went last September...
...Sometimes, recalling things would be so good...
...It's like perfect cake, that my grandma's made...
...Sometimes you feel off but sometimes you feeling right...
...Is it to be, or it is not to be...
...To fall in love again, to be the one for me...
...We'll be better, in every way...
...But then I would, go to be in other space...
...Sometimes, the bitter of love can be so good...
...It's like a coffee with a rainbow...
...It's like a coffee with a rainbow...
...It's like a coffee with a rainbow's mood...
__ADS_1
...With a rainbow's mood...
Mendengar lagu ini yang terbayang adalah masa-masa Lina dan dia dulu di sekolah.
Tidak lama kemudian, Aurel datang mengetok jendela mobil Raditya. Raditya membuka kan pintu mobilnya, dan Aurel masuk ke dalam mobil.
"Sayang, Kamu sudah makan malam ini?" Tanya Raditya sambil memakaikan sabuk pengaman Aurel. Wajah mereka yang berdekatan, Aurel langsung mencium Raditya.
"Aku bau sayang, seharian bekerja." kata Raditya kaget di cium Aurel.
"Biar bau, Kamu tetap tampan," goda Aurel. Raditya menyentil jidat Aurel. " Duh sakit, hehe.. Aku belum makan sayang, hari ini sibuk banget ada banyak perusahaan yang ingin bekerja sama denganku." Kata Aurel sambil merapikan rambutnya di depan cermin kecilnya.
Mobil Raditya melaju dan berhenti di sebuah restoran ternama di kota mereka. Di sambut dengan pelayan restoran yang sudah menunggu di lobi restoran. Interior dengan banyak bunga apel dan dedaunan. Memiliki atap yang dapat dibuka sepenuhnya saat malam tertentu, memberikan suasana romantis makan di bawah langit berbintang. Lampu yang tak begitu terang, membuat syahdu dan hangat.
Pelayanan mengantar ke meja tempat mereka.
"Dari dulu pingin ke sini tapi penuh terus sayang. Restoran ini harus buat daftar tunggu dulu selama sebulan." Aurel melihat ke sana sini, takjub melihat restoran tersebut. "Kamu kapan pesan tempat ini?" Aurel menggenggam tangan Raditya.
"Itu urusan gampang sayang, lain kali bilang kalau mau makan di sini lagi." mencium tangan Aurel.
Semua yang makan di sana, mata mereka tertuju kepada Raditya dan Aurel. Siapa yang tidak kenal mereka yang pria salah satu pewaris grup Bulan, yang perempuan salah satu artis pendatang yang baru-baru ini terkenal.
Maaf thor baru update, kemaren-kemaren sakit. 😆
__ADS_1