
Di ruangan Helmi, Helmi mendapatkan telepon dai Ben kalau tas belanja tadi sudah dia taruh di dalam mobil dan Helmi ada janji bertemu dengan Aurel jam 2 siang.
Helmi melihat jam tangannya sudah, sudah jam setengah 2. Dia lalu bergegas berangkat.
Saat Helmi ingin keluar ruangan, Raditya datang. Dia menanyakan kepada Helmi, "Kak mau pergi kemana? Aku mau ikut, aku bosan kak." Ucap Raditya memelas.
"Yakin mau ikut? Kakak mau menemui Aurel." Raditya menghalangi jalan Helmi.
"Kak, mau ngapain ketemu dia? Jangan buat malu aku, kak. Oma pasti yang menyuruh, iya kak?" Raditya melebarkan tangannya menghalangi Helmi.
Helmi menurunkan tangan Raditya, "Iya Oma yang meminta. Kamu sudah besar masih saja bertingkah sembarangan. Tengah malam mabuk bersama wanita. Lain kali kamu jaga sikapmu." Helmi pergi meninggalkan Raditya.
Raditya memasang muka kesal.
...******...
__ADS_1
Di luar hujan turun sangat deras mobil mewah berwarna putih melaju menuju ke sebuah gedung. Helmi memarkirkannya di depan gedung, dia turun mobil, lalu memakai payung yang ada di dalam mobilnya. Helmi masuk ke dalam gedung.
Dia menuju ke ruangan yang di dalam nya seorang wanita memakai setelan denim dengan bolero merah putih. Helmi masuk ke dalam ruangan tersebut. Aurel menyapa Helmi, "Kamu kenapa serius sekali memandang ku? Apa kamu ingin memarahiku lagi?" Ucap Aurel sambil mengikat rambutnya.
"Aku tidak akan berani. Aku di sini mau meminta tolong," jawab Helmi.
"Minta tolong apa?" sambung Aurel.
"Tadi aku melihat banyak wartawan di gedung ini. Aku mau Nona bilang kepada mereka, kalau adikku Raditya dan Nona Aurel tidak mempunyai hubungan. Aku juga harap skandal ini selesai." Aurel merapikan rambutnya. "Nona, aku minta tolong kepadamu," bujuk Helmi.
"Menurutku skandal ini tidak perlu di jelaskan. Aku seorang bintang, skandal tentangku setiap hari berbeda-beda. Itu hal biasa." Jawab Aurel dengan santai.
"Tuan Helmi, anda membutuhkan ku? Tapi mengapa kamu berbicara tidak seperti meminta bantuan? Apa kamu berbicara begini kepada setiap orang? Penampilan mu berbeda sekali dengan ucapan mu." goda Aurel.
"Maaf aku tidak pandai berbicara atau membujuk orang. Sekali lagi tolong bantu yang tadi ku ucapkan. Terima kasih." Helmi pergi dari ruangan itu.
__ADS_1
Visual Helmi dan Aurel melihat CCTV banyak wartawan di dalam gedung.
Helmi turun dari gedung, Aurel ke luar ruangan. Dia bertemu para wartawan, "Terima kasih sudah menungguku. Aku di sini akan menjelaskan bahwa Aku dan Raditya hanya sebatas teman tidak mempunyai hubungan lebih." Aurel menjawab sambil tersenyum.
Wartawan-wartawan pada bertanya, "Bagaimana dengan kisah cintamu? Apa ada orang yang sedang dekat mu? Apa Nona mempunyai pria yang di cintai? tanya para wartawan.
"Tenang-tenang, aku sedang sendiri dan tidak ada pria yang aku cintai," jawab Aurel.
"Bagaimana dengan pria idaman mu, nona? Salah satu wartawan ada yang bertanya.
Tiba-tiba Lina melihat Helmi sedang berjalan keluar gedung, dia melihat dari kaca gedung.
"Baru-baru ini aku bertemu dengan seorang pria. Gaya dan sikapnya sangat spesial, aku tidak pernah bertemu dengan pria yang begitu selama ini.
Para wartawan melihat Aurel melihat keluar, salah satu wartawan membuka lebar jendela dan memotret Helmi. Wartawan juga bilang pria idaman anda adalah Tuan Helmi dari CEO Mall Bulan, kakak dari Raditya.
Aurel tidak menjawab hanya tersenyum kepada para wartawan.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen.