
Lina kembali ke ruang makan dan memberi Helmi KTP dan paspornya dengan muka bete.
"Tenang saja, ini Aku pegang baik-baik. Badanmu sangat bau aroma daging." Ucap Helmi sambil memegang hidungnya.
Lina menjawab, "Ini bukan bau daging ini bau uang yang terbakar." Sambil mencium aroma badannya.
Helmi sedikit tersenyum dengan perkataan Lina, lalu dia pergi ke kamarnya.
Lina bergumam, "Itu orang bisa tersenyum juga, walaupun cuma sedikit."
Keesokan harinya, Lina pagi-pagi sudah berada di kantor dia merapikan meja kerjanya. Tiba-tiba telepon di mejanya berbunyi, yang menghubungi adalah customer service.
Customer service itu berkata, "Lina di minta bos Raditya ke hotel x untuk mengantarkan bajunya. Baju bos Raditya ada di ruangannya." (Lina di sini masih belum punya setelah dia buang handphone nya waktu itu.)
Lina terpaksa menuruti karena dia asistennya Raditya. Lina berangkat menggunakan taksi menuju hotel x. Setelah di sana dia langsung menuju kamar Raditya. Lina mengetok kamar Raditya, Raditya membuka pintu kamarnya. Raditya mengajak Lina masuk, tetapi Lina menolak.
Raditya meminta Lina menunggu di lobi bawah, "Ya sudah, Kamu tunggu saya di lobi bawah. Kita pergi ke kantor bareng."
Lina menolak, "Maaf bos Raditya.. Saya banyak pekerjaan jadi tidak bisa menunggu Anda."
Raditya mengingat kan Lina, "Kamu lupa, siapa Saya? Saya bos Kamu. Kamu harus menurutinya."
Dengan terpaksa Lina menjawab, "Iya Bos, Aku akan menunggu di bawah."
__ADS_1
Setengah jam kemudian, Raditya turun di sana dia melihat Lina sedang menunggu.
"Ayo kita cari taksi bos." Lina berdiri dan berjalan menuju keluar hotel.
Di depan hotel, ada mobil Raditya. Di dalam mobilnya ada supir Raditya.
"Lina, masuk mobil Saya saja. Saya tadi meminta supir menjemput Saya." Mereka lalu masuk ke dalam mobil.
Di dalam mobil, " Bos, kalau Kamu meminta jemput supir. Kenapa harus Aku mengantar pakaianmu?" Lina bertanya dengan tersenyum agar Raditya tidak emosi.
Raditya dengan santai menjawab, "Karena Kamu asistenku."
Lina mendengar jawaban itu hanya tersenyum terpaksa ke Raditya.
Pegawai mengangkat telepon "Selamat pagi, dengan grup Bulan. Ada yang bisa Saya bantu?"
Pelanggan membentak pegawai tersebut "Produk kualitas rendah apa yang Kamu jual? Kawat bra produk x hampir menusukku!"
Pegawai menjawab, "Maaf nyonya, jangan marah dulu. Saya akan menyelesaikan masalah ini."
Telepon lain juga berbunyi dan para pelanggan mengomel dengan masalah yang sama.
Semua Pegawai di Departemen pelayanan pelanggan kewalahan karena telepon terus berdering. Semua pelanggan protes dengan masalah lingerie yang di desain Renatta.
Helmi datang ke departemen pelayanan pelanggan, "Masalah apa yang terjadi sehingga heboh begini?" Helmi melihat pegawai di sana sedang sibuk mengangkat telepon.
__ADS_1
Kepala departemen menjelaskan, "Pelanggan mengeluhkan lingerie tipe x karena lingkaran yang tak pas, kawat yang menusuk saat di pakai, bentuk yang tak pas, dan bahan yg tak nyaman."
Helmi meminta pegawai di sana mendengarkan dia berbicara, "Pelanggan yang mengeluh beri mereka pengembalian dana dan Kita meminta maaf."
Semua pegawai menjawab siap, dan melanjutkan kerja mereka.
Helmi meminta Ben, menghubungi para petinggi untuk rapat dalam waktu 15 menit harus sudah berada di ruang rapat.
Siapa yang bakal di marahi Helmi?
A. Raditya.
B. Lina.
C. Renatta.
__________________________________________
Reader.
Jangan lupa di like dan komen.
___________________________________________
__ADS_1