PASANGAN TERBAIKKU

PASANGAN TERBAIKKU
Bersih-bersih


__ADS_3


Lina telah sampai di apartemen Helmi, dia kaget karena Helmi telah duluan sampai apartemen. Helmi menunggu di ruang tamu dengan muka cemberut.


Lina menegur Helmi karena tahu ada aura-aura panas, "Eh Bos, Kamu tidak menunggu ku pulang kan? Bos Ku perhatian sekali. Aku merasa terbebani."


"Apa ini?" Helmi menunjuk barang-barang Lina yg berserakan di ruang tamu.


Lina merasa tidak enak dan meminta maaf, "Maaf ini karena Aku tadi terburu-buru jadi Aku lupa merapikannya."


Helmi menarik napas dalam menahan emosinya, "Kamu pergi terburu-buru? Aku bisa melihat Kamu berdandan dengan baik."


Lina menjawab, "Kalau ini Aku tidak merasa nyaman apabila hari pertamaku tidak rapi." Lina tersenyum terhadap Helmi.


Helmi meminta Lina cepat membersihkan ruang tamunya. Lina lalu membersihkan.


Helmi duduk di sofa ruang tamu melihat Lina membersihkan, Lina yang tidak enak menghibur Helmi. "Jangan marah, marah tidak baik untuk kesehatan. Walau ini berantakan aku jamin ini semua bersih Kamu tidak usah takut Bos."


"Cepat! Taruh barang ke kamarmu jangan sampai berkeliaran di ruang tamu." Sentak Helmi.


Lina menjawab dengan santai, "Siap Bos." Lina sambil gaya hormat mengangkat tangannya ke pelipis tanpa dia sadari barang yang dia pegang dan angkat adalah bra-nya.


Helmi memicingkan mata merasa malu, dengan muka merah dia pergi ke kamarnya yang berada di lantai dua. Di tangga Helmi berbalik dan bilang. "Jangan lupa bersihkan semua dan menyemprotkan desinfektan di setiap sudut, ganggang pintu dan celah lainnya."

__ADS_1


Lina hanya kaget dan tidak bisa menjawab.


Lina mulai membersihkan, menyemprot desinfektan pada setiap tempat sesuai dengan kemauan Helmi.


Helmi keluar dari kamarnya, menanyakan kepada Lina, "Apa sudah selesai bersih-bersihnya?"


Lina bilang sudah selesai, Helmi memeriksa tiap tempat. Helmi keluar dari apartemennya memeriksa sudut di atas pintu luar masih kotor.


Lina membuat alasan dia tidak sampai membersihkannya jadi ini hal wajar.


Helmi marah mendengar alasan Lina, "Apa kecerdasan mu hanya di gunakan untuk berbohong? Kamu tak berpikir bagaimana cara membersihkannya?"


Lina lalu berlari masuk ke dalam mengambil kursi buat membersihkannya.


Tetangga tersebut menegur Helmi, "Maaf tuan kamu membiarkan pacar kamu membersihkan dan kamu mem perintahkan ya dari samping? Kamu benar-benar contoh pria yang baik."


Helmi menjawab, "Apa urusannya denganmu?"


"Tentu ini sesuatu yang berhubungan denganku perilaku ini menurunkan martabat pria. Nona lebih baik kau tinggalkan saja pria semacam ini." Jawab tetangga tersebut dengan tegas.


Lina hanya tersenyum tidak berani menjawab dan Helmi terlihat kesal. Tetangga tersebut lalu pergi.


Helmi masuk ke rumah dengan kesal dan melanjutkan memeriksa bagian lain. Lina ikut masuk dan berada d belakangnya.

__ADS_1


Lina menanyakan, Bagaimana semua? Apabila sudah bersih saya akan mulai memasak.


Helmi berkata Lina tidak perlu memasak dan istirahat saja.


Mereka lalu masuk kamar masing-masing.


Di dalam kamar Lina, Lina tiba-tiba terbayang kemaren dia di rawat Helmi.


"Ah, tidak mungkin dia kan alergi kotor atau bersentuhan sama orang. Bagaimana dia bisa mengurusi ku. Itu tidak mungkin." Lina lalu menutup mukanya dengan bantal.


Di kamar Helmi, dia menelepon Raditya agar besok masuk ke kantor.


********************************


Mari berlomba mencari pahala


Menyabut bulan penuh ampunan


Selamat berpuasa


Bagi yang menjalankan


*******************************

__ADS_1



__ADS_2