PASANGAN TERBAIKKU

PASANGAN TERBAIKKU
Rooftop


__ADS_3

Ternyata pelaku nya seorang fans Aurel.


Semua pada ngira Renatta, iya? hehe


Yuk baca kelanjutannya.



Dua minggu setelah kejadian, Raditya sudah mulai sehat. Pusing yang dia rasakan sudah jarang sekaki timbul. Seperti yang di harapkan Raditya, Lina setiap hari menjenguknya. Sedangkan pelaku mulai minggu ini sudah mulai di sidang. Oma Helmi dan Raditya untungnya masih percaya, kalau Raditya masih sibuk di luar kota masalah pekerjaan.


Dokter datang ke ruangan Raditya, "Bagaimana frekuensi dalam sehari pusingnya, Raditya?" Dokter sambil memeriksa Raditya.


"Sekarang sehari belum tentu timbul dokter," jawab Raditya.


"Bagus, berarti Raditya sudah bisa pulang. Tetapi jangan lupa membawa obat kemana-mana bila terjadi pusing kembali," sambung dokter.


"Jadi saya sudah bisa pulang dokter?" tanya Raditya. Sebenernya dia senang di rumah sakit walaupun dia sedikit bosan.


"Iya sudah, syukurlah bisa cepat sehat Raditya," ucap dokter. Tiba-tiba ada perawat masuk, meminta dokter segera pergi karena ada pasien yang sedang darurat. "Saya keluar dulu, bila ada yang di tanyakan bisa memanggil perawat jaga." Setelah berbicara, dokter itu keluar dari ruangan Raditya.


Raditya menelepon kakaknya yang sedang bekerja. Helmi mengangkatnya.


📞Raditya : "Pagi kak."


📞Helmi : "Iya pagi, Dit. Ada apa Dit?"


📞Raditya : "Kata dokter, aku sudah boleh pulang hari ini, Kak. Kakak bisa menjemput ku?"

__ADS_1


📞Helmi : "Bisa, nanti kakak ke sana bersama Ben. Kamu tunggu saja, Dit."


📞Raditya : "Lina tidak ikut, Kak?"


📞Helmi : "Tidak usah, biarkan dia bekerja. Jangan di ganggu. Beberapa minggu ini kita sudah menganggu jam kerjanya."


📞Raditya : "Iya kak."


📞Helmi : "Kakak, ingin bekerja lagi. Kamu jangan lupa sarapan."


📞Raditya : "Iya kak."


Mereka lalu menyudahi telepon mereka.


Helmi mengerjakan pekerjaannya yang berada di atas meja. Setelah semua selesai dia memanggil Ben.


"Sudah tidak ada bos," jawab Ben.


"Ayo sekarang kita pergi, menjemput Raditya." Helm berdiri dan merapikan pakaiannya lalu membawa handphonenya yang berada di atas meja.


"Bos Raditya sudah boleh pulang, bos? Syukurlah bos." Mereka lalu keluar dari ruangan Helmi dan menuju ke parkiran mobil dan ke rumah sakit.


...*****...


Keesokan harinya di kantor Lina sedang meminum vanilla latte di rooftop kantor.


__ADS_1


Helmi datang dan membawa jus dalam kemasan botol. Helmi mendekati Lina. Lina idak sadar ada Helmi di dekat nya. Lina kaget saat Helmi berpura-pura batuk.


"Bos, aku kira siapa. Sejak kapan di sini, bos?" Tanya Lina sambil tersenyum.


"Baru saja, semalam aku tidak pulang karena sibuk dengan Raditya dan Oma. Maaf lupa mengabari mu," ucap Helmi.


Lina duduk di kursi yang ada di rooftop. "Duduk, bos. Tidak apa-apa bos, kemaren Ben sudah mengabari ku. Bagaimana keadaan Raditya?" kata Lina.


"Sudah baikan. Sepertinya dia buru-buru ingin pergi ke kantor, tetapi aku tidak mengizinkan nya dulu," sambung Helmi.


"Serius bos? Raditya mau cepat ke kantor? haha. Sudah berubah otaknya dia." Lina menutup mulutnya karena merasa salah bicara.


"Maksudmu?" tanya Helmi.


"Lupakan bos. Oma apa tidak curiga Raditya pergi selama itu, Bos?"


"Tidak, karena Raditya pintar sekali berbicara dan dia membelikan Oma oleh-oleh agar Oma


lebih percaya." Helmi membayangkan kemaren Raditya memberikan oleh-oleh untuk Oma nya.


Lina geleng-geleng sambil tersenyum mendengar ucapan Helmi. "Bos," panggil Lina.


"Iya, ada apa?" Helmi melihat ke wajah Lina.


Kira-kira Lina mau ngomong apa iya? 😁


Jangan lupa like, komen dan vote.

__ADS_1



__ADS_2