
Ben tiba saat itu dan segera menyemprotkan cairan antiseptik pada Helmi dan melepaskan jaket yang dikenakan Helmi. Sementara Lina, yang masih dalam keadaan mabuk, malah merangkak menaiki tangga dan keluar dari bar. Setelah selesai mengurusi Helmi, Ben baru menyadari kalau Lina menghilang. Helmi dan Ben segera keluar mencarinya.
Lina ternyata berjalan dengan merayap di dinding. Dia berbicara kepada dinding, "Di dunia ini cuma ayah yang baik kepadanya, Lina rindu Ayah."
Helmi dan Ben mencarinya, mereka menemukannya. Lina sendiri memeluk dinding dengan senyuman. Ben memberitahu Helmi, "Bos, sepertinya Lina sudah mabuk. Sekarang apa yang harus kita lakukan?
Helmi tidak menjawab.
Ben akhirnya meminta izin untuk pulang, "Bos, Saya pulang duluan. Pacar saya sudah lama menunggu."
Helmi akhirnya bersuara, "Ben, tolong bawa Lina masuk ke dalam mobil Saya."
Ben dengan takut menjawab kalau dia tidak berani membawa istri Helmi. Dan Helmi langsung protes kalau Lina bukanlah istrinya.
Ben yang masih salah paham mengingatkan kalau tadi Helmi kan bilang di bar kalau dia pernah melamar Lina.
Helmi yang tahu kalau Ben segera mengalihkan pembicaraan dengan meminta izin untuk pulang.
__ADS_1
"Saya harus menemui pacar Saya, Bos. Hari ini dia berulang tahun, kalau saya tidak datang Saya akan di putuskan." Ben dengan perlahan memohon undur diri dan beranjak pergi.
Helmi tidak bisa lagi memaksa. Dia mendekat ke arah Lina. Tapi, tidak lama kemudian Ben kembali dan Helmi tersenyum senang karena Ben setidaknya masih punya hati nurani untuk membantunya membawa Lina pulang. Tetapi Ben kembali ternyata hanya untuk mengembalikan tas Lina yang terbawa olehnya dan kembali berlari pergi. 😂
Helmi sudah membawa Lina ke mobil. Dia menelpon Ben untuk bertanya alamat rumah Lina namun tidak di angkat. Helmi sedikit kesal. Dia bertanya kepada Lina yang masih tertidur di mana alamat rumahnya. Tetapi, Lina bukannya menjawab tetapi kembali muntah di dalam mobil Helmi. Helmi sampai kesal dan tidak bisa berkata apa-apa.
Mobil Helmi menyerempet orang yang sedang berjalan, "Aduh, ada apa lagi ini." Ucapnya dengan gelisah, karena satu masalah belum selesai ada masalah lagi. Helmi keluar dari mobilnya.
Ibu dan anak remaja tadi yang bertemu Lina, Helmi turun dari mobil dan mengajak mereka ke rumah sakit. Anak Remaja itu melihat Lina di mobil, "Bu, itu kakak yang tadi ada di dalam." Menunjuk mobil Helmi
Ibu itu melihatnya, "Nak, Kau kenal dengan Lina." Helmi mengangguk. Helmi menceritakan ke Ibu dan remaja itu kalau Lina sedang mabuk dan mengajak mereka ikut dengannya.
Helmi sudah pulang dan membersihkan dirinya. Dia melihat dahinya yang luka karena sepatu Lina di cermin. Selesai mandi, Helmi menghampiri Lina, Ibu dan remaja tadi. Helmi menggerutu kepada dirinya sendiri yang pasti sudah gila karena membawa pulang Lina ke rumahnya.
Lina sudah mandi, ganti baju dan sekarang sedang tidur di kamar tamu. Ibu tadi yang memandikan, menggantikan Lina baju.
Helmi menanyakan nama Ibu dan remaja tadi, "Maaf tadi saya tidak perkenalkan diri, Saya Helmi dan terima kasih sudah menolong Saya." mengajak kenalan.
"Saya Ibu Diana, dan ini anak saya Rendy. Iya sama-sama, kebetulan tadi Ibu sempat ngobrol sama Lina sebelum dia mabuk." Ibu Lina menyemprotkan parfum ke ruangan tersebut karena tercium aroma alkohol Lina yg tadi.
__ADS_1
Helmi tersenyum karena dia merasa mirip dengannya.
Setelah itu, Ibu Diana dan Rendy pamit pulang karena harus naik bis ke keluar kota malam ini. Helmi mengantar Ibu Diana dan Rendy tadi ke terminal, karena tidak terlalu jauh dari apartemennya.
Helmi sampai di apartemennya. Dia ke kamar tamu melihat Lina apakah sudah bangun? Saat mendekat ke Lina tiba-tiba Lina menarik bajunya dan menciumnya (peck kiss). 😂
Helmi kaget mendorong Lina ke tempat tidur, dan berlari ke kamar mandi. Dia langsung mencuci muka dan mengelap bibirnya.
"Sial, itu wanita! Sudah mencium pipi sekarang bibirku." Kesal Helmi sambil bercermin.
_________________________________________
Terima kasih sudah membaca, Reader.
Jangan lupa like dan komen.
_________________________________________
__ADS_1