
Di rumah kediaman Andreas.
Ibu Lina sedang mondar-mandir gelisah, dia merasa khawatir karena Lina tidak mengangkat teleponnya.
Ella datang ke ruang keluarga dan menonton TV. Ibu Lina menanyakan kepada Ella, "Apa Lina ada menghubungi mu, Nak?"
Ella menjawab dengan menghina, "Lina sedang bersembunyi karena insiden menjiplak karya orang lain dan bahkan hal itu sudah menyebar di seluruh internet." Ella bahkan menambahkan, kalau dia adalah Lina, dia pasti sudah pergi dari rumah ini. Ibu Lina terlihat tidak suka mendengarnya.
Raditya mabuk di diskotik. Dia terus menyebut nama Lina dalam mabuknya. Helmi menelepon Raditya karena dia belum pulang ke rumah dan malah pelayan bar yang mengangkat teleponnya. Dia memberitahu kalau Raditya sekarang sedang mabuk di diskotik A.
__ADS_1
Helmi langsung pergi menjemput Raditya di diskotik. Sesampai di sana dia melihat Raditya tapi dia tidak berani mendekat ke Raditya dan hanya berteriak memanggilnya. Raditya sadar dan dengan keadaan mabuk mengajak Helmi untuk minum dengannya.
Dia berjalan mendekat dan muntah. Helmi segera pergi dari sana. Raditya sedih karena mengira kalau Helmi juga pergi meninggalkannya karena benci padanya.
(padahal Helmi pergi ke mobilnya mengambil tisu dan kain.😂)
Namun, ternyata Helmi kembali dengan mengenakan tisu menutupi kedua hidungnya dan sebuah kain merah. Dia membungkus Raditya dengan kain tersebut baru menggendongnya keluar dan meletakkan Raditya di mobilnya.
Dalam mobil, Helmi menyetir dengan khawatir. Dia takut Raditya akan muntah di mobilnya. Raditya sendiri terus memanggil nama Lina dan berteriak kalau dia belum selesai dengannya. Helmi memperhatikannya dan teringat perkataan Ben kalau mungkin Raditya menjadi seperti ini karena terluka oleh perlakuan Lina kepadanya dulu.
Helmi di apartemennya terlihat memikirkan sesuatu. Dia akhirnya menghubungi Ben dan memerintahkannya untuk mencari alamat dan informasi kontak Lina. Ben terlihat keberatan dan memberitahu kalau dia sudah pulang kerja dan hari ini adalah hari ulang tahun pacarnya. Helmi menyuruhnya memilih antara pacarnya atau pekerjaan (maksudnya kalau pilih pacar, dia dipecat). Helmi segera mematikan telponnya. Dan Ben dengan marah terpaksa kembali untuk mencari informasi mengenai Lina.
__ADS_1
Di rumah kediaman Andreas,
Ibu Lina masih menunggu Lina yang belum pulang juga. Sementara Ella, malah menonton berita mengenai Lina di TV. Ibu tidak suka melihatnya dan mematikan TV. Ella menegurnya karena berani untuk mematikan TV. Ibu Lina tidak takut dan menyuruh Ella untuk pergi tidur karena hari sudah malam.
Lina pulang. Ibunya segera menyambut Lina. Akan tetapi Ella malah dengan sinis berteriak menyebut Lina sebagai seorang penjiplak. Ibu tentu marah dan menegur sikap Ella.
Lina sendiri pergi ke dapur dan minum air putih. Ibunya menghampiri dan bertanya kenapa Lina tidak bilang apa-apa? Kenapa dia terima dipecat begitu saja? Tapi, Ella yang ada di ruang tamu terus mencerca Lina yang bisa memberitahunya jika tidak punya ide desain dan dia tidak akan marah daripada dia menjiplak.
Ibu tidak tahan. Dia menghampiri Ella dan menyuruhnya untuk tidak bicara sembarangan. Lina itu lulusan sekolah desain ternama dan tidak mungkin Lina menjiplak. Pasti ada kesalahpahaman dan bisa saja Renatta yang menjiplak. Â
Ella tetap ngotot kalau Lina menjiplak. Ibu meminta Lina untuk memberitahu yang sebenarnya kalau dia tidak menjiplak. Tapi, Ella tetap menyudutkan Lina. Ibu balik marah pada Ella karena bukannya membantu Lina malah memecatnya.
__ADS_1
Ella protes. Dia tidak punya pilihan karena reporter mengelilinginya dan memaksanya untuk membuat keputusan. Jadi, dia memikirkan hal itu demi menjaga citra perusahaan. Ibu tetap tidak puas karena Ella tidak menyelidiki kebenarannya dan langsung memecat Lina depan umum. Mereka saling berdebat sementara Lina hanya memandangi mereka dalam diam.