
Lina akhirnya berhasil mendapatkan gaji pertamanya. Saat dia selesai menyelesaikan masalah baju yang dia kembalikan, Tiba-tiba ada yang memanggil nya. Siapa kah dia?
yuk simak..
Lina selesai dari kasir dia menuju ke kafe yang dekat dengan kasir. Kafe tersebut menjual berbagai macam-macam cake. Lina memasuki kafe dengan dinding batu bata merah, kursi dan meja terbuat dari kayu. Kafe tersebut memberikan suasana klasik Eropa.
Lina ke meja pemesanan, dia memesan tiramisu cheesecake dan iced vanilla latte. Setelah memesan Lina duduk di kursi menunggu pesanannya datang.
Dari jauh ada pria tampan dengan kemeja putih, berbadan tinggi dan besar, duduk di kursi sebrang Lina. Dia menegur Lina, "Hai teman kuliah tidak menyangka kita bertemu lagi, kaki kamu sudah sembuh? Pria tersebut adalah Feri.
"Astaga, Feri tumben banget pakaianmu rapi. Sampai aku tidak mengenalmu. Kakiku sudah sembuh kok," ucap Lina."Aku berhenti dari dunia hiburan, Lin. Sekarang aku sibuk dengan perusahaan Papaku," jawab Feri.
Pesanan Lina datang, pelayan kafe menaruh tiramisu cheesecake dan iced vanilla latte di meja Lina.
Lina menyuruh Feri untuk memesan makanan dan minuman juga, "Fer, pesan juga lah. Kali ini aku yang traktir." Lina mengeluarkan duit di dalam dompetnya lalu mengibas duitnya seperti kipas.
"Haha.. Kamu habis gajian Lin?" Tanya Feri sambil tertawa melihat gelagat Lina.
"Iyalah, ayok pesan. Kapan lagi ku traktir," ajak Lina.
"Ok, Mas pesan Kopi luwak robusta, satu." Kata Feri kepada pelayan kafe.
"Pakai es tidak pak? tanya pelayan.
__ADS_1
" Tidak."
Pelayan tersebut lalu pergi dari meja Lina dan Feri.
"Kamu cuma pesan minum, lagi diet kah?" Tanya Lina sambil bercanda.
"Haha.. Tadi sudah makan, Lin," jawab Feri. "Oh iya Lin, kamu pernah ada masalah apa sama bos mu yang bernama Raditya?" Lina hanya menggeleng tanpa berbicara.
"Kamu makan saja, aku mau cerita. Kemaren Aurel cerita, bos mu yang bernama Raditya itu yang bilang ke Aurel masalah kamu seorang plagiat." Lina makan sambil melotot mendengar ucapan Feri. "Sebaiknya kamu jelaskan ke Raditya, kalau kamu bukan orang yang dia pikirkan. Aku tau kamu orang hebat, tidak mungkin melakukan hal seburuk itu." Lina memberikan jempol ke Feri.
Pelayan datang membawakan pesanan Feri. "Terima kasih, Mas," ucap Feri setelah pelayan menaruh cangkirnya di meja.
Tiramisu cheesecake Lina sudah habis, "Alhamdulillah, enak banget Fer. Sejak pulang dari Milan, baru ini aku makan Tiramisu cheesecake lagi." Lina menaruh sendok kuenya di atas piring. "Masalah Raditya, tidak usah di bahas. Aurel sekarang sudah bekerjasama dengan kantor," ucap Lina.
"Dia itu mantanku, Fer. Aku malas kalau berurusan sama dia." Kata Lina lalu meminum iced vanilla latte nya.
Feri tersedak, kaget mendengarnya. "Serius? Kapan kalian pacarannya?" tanya Feri.
"Waktu SMA, sebelum aku ke Milan. Aku pergi begitu saja tanpa bilang apa-apa sehingga dia marah padaku sampai sekarang," jelas Lina.
"Kalau dia marah gara-gara itu, dia kanakan sekali Lin. Pria itu harus gentle, bisa membedakan mana masalah pribadi atau masalah pekerjaan," ucap Feri.
Lina mengangguk, Feri melihat jam. "Oh iya Lin, aku mau ke Milan lagi, orang tua ku buka cabang di sana. Mungkin ini pertemuan terakhir kita sementara," ucap Feri.
"Hah? Yang bener Fer? Sedih..." Lina berpindah ke tempat duduk samping Feri sambil memeluk.
__ADS_1
"Nanti kamu main-main ke sana, iya." Ajak Feri, terlihat sedih meninggal kan temannya. "Kamu tidak ke atas kembali kerja? Nanti di marahin Helmi loh," ucap Feri.
"Astaga aku lupa, harus kerja lagi." Lina memanggil pelayan meminta bill. Pelayan memberikan bill. Feri menghentikan tangan Lina yang ingin mengeluarkan dari dompet.
Feri mengeluarkan dompetnya, lalu dia yang membayar. "Laki-laki malu kalau di traktir perempuan," kata Feri.
"Terima kasih iya, Fer. Nanti kalau sudah senggang an, aku main ke Milan. Kangen juga sama suana sana. Yuk Fer, kita keluar sekarang." Lina berdiri lalu menarik Feri. Keluar dari kafe, mereka lalu berpisah.
...*****...
Lina kembali ke atas, dia menyanyi-menyanyi sambil memegang dompetnya. Tiba-tiba dia bertemu Raditya.
"Nona Lina.. Nona Lina.," panggil Raditya. Lina yang berjalan di sampingnya pura-pura tak mendengar dan terus bernyanyi. "Gucci Rosalina!" Raditya memanggil dengan teriakan lagi.
Lina menghadap ke Raditya, "Apa kamu memanggilku bos?" Apa ada yang harus aku kerjakan? tanya Lina.
"Kakimu sudah tidak sakit lagi?" tanya Raditya.
Lina memegang kupingnya, "Apa bos? Aku tidak dengar. Kamu menyuruh ku memindahkan pot bunga lagi?" Lina sambil melihat sana-sini.
"Rupanya kamu sudah kembali normal." Raditya melihat ke arah kaki Lina.
Lina tersenyum dan bilang, "Semua berkat doa anda juga. Jika anda tidak memerlukan saya lagi. Permisi saya mau kembali ke ruangan saya." Lina pergi meninggalkan Raditya.
Raditya yang kesal menendang kursi yang ada di dekatnya. Pegawai lain membawa kopi sedang lewat. Dia kaget karena Raditya menendang kursi, lalu menumpahkan kopi ke sepatu Raditya.
Jangan lupa like dan komen. Vote juga boleh iya hihi..
__ADS_1