PASANGAN TERBAIKKU

PASANGAN TERBAIKKU
Semua Lancar


__ADS_3


Di ruangan Helmi, Helmi sedang bekerja. Membaca satu persatu berkas yang ada. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu Helmi.


Helmi mempersilahkan masuk, Ben yang datang membawa berkas. "Bos, ini proposal lengkap bagian desain yang baru dikirim." Menyerahkan berkas tersebut kepada Helmi.


"Bos ini harus ditandatangani segera olehmu. Karena Nona Lina ingin menghitung budgetnya." Helmi langsung menandatangani berkas tersebut.


"Bos tidak membaca dahulu?" tanya Ben karena biasa Helmi selalu hati-hati dalam pekerjaan.


Helmi tidak menjawab hanya melotot kepada Ben.


"Bos sekarang sudah percaya sekali sama Nona Lina." Mengucapkan sambil tersenyum.


Helmi berkata, "Kamu mau aku potong gaji bulan ini!"


"Tidak..tidak Bos. Maaf Bos," ucap Ben sambil senyum.


Helmi meminta tolong kepada Ben, "Ben apa kamu punya CV dan lamaran Renatta?"


Ben menanyakan balik, "Lamaran Renatta? saat dia wawancara pertama kali?"


Helmi mengangguk, Ben segera pergi mengambil CV dan lamaran tersebut di ruang SDM.


Setelah mendapatkan CV dan lamaran Renatta, Ben kembali ke ruangan Helmi. Ben memberikannya kepada Helmi.


Helmi membandingkan gambar Lina di buku sketsanya yang tadi dia dapat dan gambar print-an Renatta saat dia wawancara.


"Ada apa Bos?" Ben bertanya melihat Helmi membandingkan gambar tersebut.


Helmi meminta Ben untuk kembali bekerja, dia sedang tidak ingin di ganggu.


Di ruang desain, Lina dan karyawan-karyawan lain pada sibuk bekerja. Tiba-tiba teman Lina satu ruangan datang memberikan informasi kalau dia sudah mendapatkan nomor managernya Aurel, serentak karyawan lain berteriak 'Hore'.


Lina langsung menelepon manager Aurel dengan telepon kantor.


Manager Aurel mengangkatnya, "Selamat siang, saya Gucci Rosalina dari Grup Bulan. Maaf mengganggu. Grup Bulan ingin mengajak kerja sama bersama Aurel Moere. Apa ada waktu untuk bertemu?" ucap Lina.


Manager Aurel menjawabnya, "Siang juga, bagaimana kalau besok siang kebetulan jadwal Aurel ada yang kosong? Nanti saya berikan alamat untuk kita bertemu."

__ADS_1


"Baik, terima kasih banyak." Balas Lina sumringah


Lina menceritakan ke karyawan lainnya kalau besok bisa menemui Aurel dan manager nya.


Karyawan lain memberikan tepuk tangan dan bilang kalau Lina sangat bisa diandalkan.


Renatta yang duduk di tempatnya, tiba-tiba mendekat ke mereka, "Diam semua, kalian ribut sekali." Karyawan lain diam dan memandang Renatta tidak suka.


"Orang sepertimu sangat pintar dalam menjilat di dalam perusahaan ini." Sambil menghadap Lina. "Kamu pakai teknik apa? Sehingga rencana mu bisa di setujui oleh bos begitu saja. Kamu pakai teknik pelet? Punya ilmu jangan di simpan sendiri," umpat Renatta.


Lina yang diam akhirnya tak tahan dengan ucapan Renatta, "Daripada kamu menjatuhkan ku terus, kamu lebih baik belajar lagi teknik mendesain atau menggambar saja! Agar desain kamu bisa lebih baik, tidak merugikan perusahaan ini!"


Karyawan lain tertawa mendengar ucapan Lina, Renatta yang malu kembali ke tempat duduknya.


"Sial, awas kamu ya Lina!" umpat Renatta dari tempat duduknya.


Lina dan karyawan lain mempersiapkan gambar-gambar yang akan di bawa besok untuk bertemu Aurel. Hanya Renatta, karyawan desain yang tidak membantu Lina dalam proposal ini.


Raditya datang ke ruangan desain. Karyawan lain yang awalnya berkumpul di meja Lina, seketika membubarkan diri. Mereka kembali ke tempat masing-masing. Ada salah satu karyawan yang tidak sengaja menumpahkan minum Lina ke lantai karena terburu-buru.


"Apa kalian sudah mendapatkan kontak Aurel?" tanya Raditya.


"Bisa mengajak manager nya belum tentu bisa mendapatkan kontrak artisnya. Kamu jangan terlalu senang dulu!" tegas Raditya.


Lina menjawab, "Ada apa Bos ke sini? Ruangan Bos di lantai 20, sedangkan ini lantai 15." Lina tersenyum terpaksa.


"Apa Bos tidak ada kerjaan? Bisa rugi perusahaan kalo semua Bos seperti ini. Aku masih ada pekerjaan aku pergi dulu." Saat Lina berjalan satu langkah tiba-tiba Lina hampir terjatuh (akibat minuman yang tadi tumpah tanpa di sengaja).


Raditya menarik pinggang Lina agar Lina tidak terjatuh dan terjadi pelukan. Bukannya langsung melepas pelukannya, Raditya malah mempererat nya. Spontan Lina menginjak kaki Raditya. Raditya melepaskan pelukannya.


"Duh.., bukannya berterima kasih malah menginjak kaki," rintihan Raditya sambil Memegang kakinya


"Iya terima kasih." Lina lalu pergi meninggalkan Raditya.


Karyawan di ruang desain yang melihatnya hanya tersenyum, mereka ingin tertawa tetapi takut kepada Raditya.


****


Di ruangan Helmi, Helmi sedang berpikir di sofanya. Lagi-lagi Ben masuk ke ruangan memberi berkas 😂 (Namanya asisten jadi bolak-balik ke ruangan bosnya thor).

__ADS_1


Helmi meminta untuk Ben duduk di sofanya. Helmi memperlihatkan desain Lina dan Renatta. Awalnya Ben menolak karena tidak mengerti tentang desain, tetapi Helmi meminta melihatnya dulu.


"Bagaimana menurutmu Ben?" tanya Helmi.


Ben melihat dan membandingkannya.


"Yang satu hasil print-an, yang satu desain gambar. Yang satu kertasnya bagus, yang satu kertasnya jelek." Jawab Ben dengan polos.


Helmi menghela nafas mendengar jawaban asistennya.


"Oh iya ada satu lagi Bos. Yang satu ada tanda tangan Renatta yang satu tidak ada tanda tangannya." Helmi mendengar jawaban Ben langsung .


Ben mengambil buku Lina, "Saya bingung kenapa Lina menggambar desain Renatta di bukunya, apa dia tidak punya malu?" umpat Ben.


Helmi bertanya lagi, "Apa kamu tidak melihat yg lain?"


Ben memperhatikannya, "Sketsa yang di tanda tangi Renatta seperti gambar orang kidal,


yang print-an Renatta bawa saat wawancara seperti gambar orang lain. Bos kenapa kau mengujiku?" ucap Ben.


"Coba kamu lihat, ini yang di gambar Renatta baru saja saat rapat. Satu lagi gambar saat dia wawancara. Dua gambar ini sangat berbeda, yang di gambar sekarang, hasil gambar orang kidal," sambung Helmi.


Ben kaget, "Jadi, yang menjiplak desain gaun saat itu sebenarnya Renatta. Wow.." Ben memasang muka tidak percaya.


"Bos, saat pameran di mall, sudah menuduh Nona Lina menjiplak. Membuat malu dia sehingga dia di pecat," kata Ben. Helmi mendengar perkataan Ben langsung melotot.


Ben yang takut berbicara, "Maaf Bos, Saya salah berbicara. Saya keluar dulu, ada yang harus saya kerjakan." Ben langsung keluar ruangan.


Helmi menelepon ruangan desain, meminta Lina ke ruangannya.


Lina datang ke ruangan Helmi, membawa desain-desain yang akan di lihat kan ke Aurel. Lina memberi tahu Helmi kalau besok dia mau menemui Aurel dan manager nya.


Setelah memilih desain-desain yang dibawa besok. Helmi menanyakan tentang produk perawatan wajah yang sedang trend sekarang. Lina memberitahu yang dia tahu tanpa curiga dengan pertanyaan Helmi.


Apa Helmi mau memakai cream buat wajahnya? 🤔 Atau untuk di jual di website Bulan Online? 🤔


Reader jangan lupa komen dan like. Dukungan kalian sangat membuat hati thor senang. 😁


__ADS_1


__ADS_2