
Bab sebelumnya Raditya mengadakan pesta karena keberhasilan pemasaran mereka. Lina sedang istirahat di apartemen, Helmi membangunkan Lina karena mengajak Lina pergi ke pesta yang di adakan Raditya.
Apa ada masalah saat pesta?
Yuk simak 😁
Lina akhirnya terbangun dari tidurnya, dia sedikit kesal kepada Helmi karena membangunkan tidurnya.
Helmi bilang kalau dia membangunkan karena ingin mengajak Lina ke pesta, jadi Lina harus bangun untuk siap-siap.
"Bos, aku tidak mempunyai baju pesta." Kata Lina sambil meremas rambutnya. Lina melihat jam kalau keluar beli baju pesta juga tidak sempat.
Helmi keluar dari kamar Lina, dia mengambil tas belanjaan. Helmi memberikan tas belanjaan kepada Lina.
Lina membuka tas belanjaannya, ternyata isinya baju-baju Lina yang kemaren Lina kembalikan, di dalam nya ada beberapa gaun pesta.
__ADS_1
Lina tidak mau kejadian kemaren terulang dan bertanya kepada Helmi, "Bos, ini baju-baju yang kemaren. Aku tidak mau kalau harus mengganti nya bulan depan." Lina memberikan tas belanjaannya kepada Helmi.
Helmi tidak mau menerima nya dan bilang, "Cepat ganti baju dan bersiap. Kali ini kamu tidak perlu membayarnya."
"Bos, ini kamu yang membelikannya?" Lina belum selesai berbicara Helmi langsung meninggalkannya dan menutup pintu kamar Lina.
Lina sudah selesai berdandan Helmi melihat Lina kagum, karena Lina begitu cantik. Memakai dress berwarna maple sugar dengan riasan sedikit tebal dari biasa dan rambut tetap di biarkan terurai.
Raditya kaget melihat Lina turun dari mobil kakaknya. Setelah Lina dan Helmi turun, mobil di belakang mereka adalah mobil Aurel. Raditya menyambut Aurel dengan memberikan tangannya. Semua pegawai menyambut nya dengan bertepuk tangan, ada dua orang yang tidak suka melihatnya yaitu Ella dan Renatta.
Helmi, Lina dan Ben berdiri di atas panggung kecil, pegawai mengatakan kalau Helmi hebat atas keberhasilan ini, tetapi Helmi meminta Aurel naik ke atas panggung karena pemeran utama nya adalah dia. Berkat Aurel berakting bagus, iklan mereka menjadi trending.
Aurel dan manager nya berjalan menuju ke atas panggung, lalu berdiri di samping Helmi di atas panggung. Aurel berkata, "Ini semua hasil kerja dari sutradara, Nona Lina, Raditya dan yang lainnya di lapangan yang membuat berhasil iklan ini." pegawai lalu memberi tepuk tangan.
Setelah Aurel berbicara, Helmi juga bilang kalau Nona Lina juga yang berusaha merencanakan kerja sama ini, jadi beri tepuk tangan juga untuk Nona Lina. Semua pegawai tepuk tangan, kecuali Ella dan Renatta yang memasang muka sinis ke Lina.
__ADS_1
Lina berkata, "Terima kasih semuanya karena dari awal sudah mempercayakan proyek dia, dan saya juga berterima kasih kepada Nona Aurel yang bekerja dengan sepenuh hati, bos kami pun merasakannya." Aurel yang mendengar itu senang dan melihat ke arah Helmi membuat Helmi mengalihkan pandangan.
Salah satu pegawai membawakan gelas untuk mereka cheers, mereka yang di atas panggung lalu cheers.
...*****...
Di bawah Raditya dan Ella sedang bersama. Ella menggoda Raditya, "Dit, sudah berapa lama kamu memandang mereka. Kamu melihat Lina atau Aurel. Dua-duanya tampak sangat cantik sekarang." Ella melihat ke arah Raditya.
"Mereka berdua tidak selevel denganku, aku melihat ke arah panggung karena aku senang dengan keberhasilan perusahaan kami. Tidak lebih dari apapun." Ucap Raditya melihat ke panggung terus, tanpa melihat Ella sedikitpun.
Ella lalu mendekatkan Renatta yang dari tadi sedih dan minum-minum, mereka merencanakan sesuatu.
Waduh rencana apalagi 😱😱
Readers jangan lupa like dan komen
__ADS_1