PASANGAN TERBAIKKU

PASANGAN TERBAIKKU
Pameran Lingerie


__ADS_3

Bab sebelumnya Ella dan Renatta sedang merencanakan rencana jahat, kira-kira bakal berhasil, tidak?


Yuk simak.



Lina dan Aurel sedang berbincang di bawah panggung. Lina menanyakan tentang desain yang di buat Aurel, apa sudah ada gambar desainnya.


Wanita yang memakai gaun hijau itu menjawab, "Baik, aku sudah menggambarnya. Aku menunggu desain ku di produksi." Mereka lalu berjabat tangan.


...*****...


POV Ella


Aku melihat Lina sedang turun dari mobil Helmi sangat menjengkelkan, mengapa dia bisa bersama bos dari Grup Bulan. Lina berada di atas panggung dan di puji Helmi membuatku makin marah.


Aku berdiri di samping Raditya, dia terus memandang ke atas panggung, aku kira dia sudah move on tapi ternyata belum. Aku akhirnya memberanikan diri untuk bertanya kepadanya tetapi dia tidak jujur kalau sebenarnya dia masih menyimpan hati untuk Lina.


Aku tertarik dengan Renata yang duduk dan melihat Lina dengan kebencian, aku mendekat ke Ella. Aku memanasi nya dengan bilang bagaimana bisa seorang Lina bisa lebih sukses darinya. Padahal dia sudah berusaha untuk mengusirnya dari keluarga Andreas, sekarang dia malah sukses di Grup Bulan.


Renatta mempunyai rencana agar Lina di pecat dari grup Bulan. Aku senang sekali dan memberikan semangat kepada Renatta agar rencananya berhasil. Aku juga bilang tidak sabar menunggu Lina di pecat dan menderita.


...*****...


Helmi menutup acara malam itu. Beberapa wartawan datang meminta Helmi dan Aurel berfoto. Helmi tidak menolak dan berkata ini atas kerja sama perusahannya tidak ada hubungan lain. Wartawan menjawab "Ok." Lalu memfoto mereka.



Aurel yang mempunyai hati dengan Helmi tampak malu-malu dirinya berfoto dengan Helmi.

__ADS_1


Acara selesai Lina sedang berdiri di tepi jalan, Raditya mendekat ke Lina dan bertanya, "Kamu pulang dengan siapa? Biar aku saja yang mengantarmu, ini sudah larut malam. Aku berjanji kepada ibumu untuk menjagamu," ucap Raditya.


"Tidak usah, Dit." Lina menolak ajakan Raditya.


Mobil mewah putih yang didalam nya pria tampan memakai jas biru berhenti di depan Lina. Helmi membuka kaca jendelanya dan bilang ke Raditya kalau dia saja yang mengantar Lina pulang. Karena tadi pergi sama dia, pulang juga harus sama dia.


Lina masuk ke dalam mobil Helmi. Raditya tidak bisa menolak ucapan kakaknya. Saat mobil kakaknya melaju meninggalkan nya Raditya menendang batu, lalu dia kesakitan.


Ella datang melihat Raditya yang kesakitan. Ella berkata, "Dit, kakimu sakit? Biar aku saja yang mengantarmu pulang, kebetulan aku tidak bawa mobil." Raditya hanya mengangguk, lalu memberikan kunci mobilnya kepada Ella.


Ella mengambil mobil Raditya di parkiran lalu menjemput Raditya di lobi restoran. Ella di dalam mobil bertanya, apa Raditya tau kerjasama apa yang di lakukan Lina dan Aurel selanjutnya.


Raditya menjawab yang dia tau kalau Aurel akan mem per produksi rancangan nya sendiri, karena dari awal ini sebenarnya rencana besar perusahaanya.


Ella mengantarkan Raditya ke rumah Raditya. Saat Ella mau turun mobil, Raditya berkata, "Ella bawa saja dulu mobilku. Sudah malam di sini jarang ada taksi, terima kasih sudah mengantarkan ku." Raditya turun dari mobilnya.


Raditya menjawab iya dan tersenyum, lalu dia masuk ke dalam rumahnya. Sedangkan Ella kembali ke rumahnya menggunakan mobil Raditya.


...*****...


Keesokan harinya di kantor Grup Bulan di bagian desain, Lina sedang membawa amplop coklat yang isinya hasil desain lingerie Aurel. Lina memberikan kepada temannya agar meminta tanda tangan kepala bagian desain, operasional dan produksi. Lina juga bilang jangan sampai ada yang melihat desain Aurel.


Renatta yang duduk di kursinya melihat Lina memberikan amplop coklat kepada temannya.


Dua hari sebelum pameran Lina sibuk mendesain hasil lingerie nya sampai pulang larut malam.


...*****...


Hari pameran tiba, banyak orang berdatangan dari kalangan atas sampai bawah. Wartawan dan reporter stasiun televisi juga hadir di pameran.

__ADS_1


Salah satu reporter televisi mendatangani maneken yang memakai lingerie karya Renatta. Semua terpesona atas karya Renatta. Lingerie dengan warna baby blue di pandu dengan warna sedikit sand. Menggambarkan laut dan pasir di sebuah pantai. Reporter dan lainnya yang berada di sana mengatakan Renatta sangatlah brilliant. Renatta senang sekali dirinya di puji.


Reporter berjalan menuju maneken yang di tutupi kain. Reporter bertanya, "Punya siapa ini? Mengapa di tutup kain?"


Wanita slim memakai dress putih berjalan menuju maneken tersebut. Aurel menyapa reporter tersebut, "Hai sudah lama tidak bertemu. Ini adalah karya saya." Aurel membuka kain yang menutupi maneken nya.


Lingerie Aurel berwarna purple di padukan sedikit renda dan di tengah lingerie ada taburan batu kristal cantik. Aurel menjelaskan tentang karyanya, "Saya memilih warna ungu karena melambangkan kerajaan-kerajaan yang selalu memakai warna ungu untuk lambang kemegahan. Saya juga menambahkan renda agar terlihat manis dan saya tambahkan butiran-butiran kristal agar lebih terlihat mewah. Paling penting adalah ini." Aurel berjalan ke belakang manekin menunjukan di bahu lingerie nya terdapat corak kupu-kupu.


Aurel menjelaskan dulu saat dia pertama kali menjadi model seorang desainer menggambarkan langsung corak kupu-kupu di belakang bahunya dan dia terpikir corak kupu-kupu saat mendesain karya nya ini.


Semua orang memberi tepuk tangan kepada Aurel. Reporter memuji Aurel, "Kau hebat sekali." Reporter berjalan lagi menuju manekin yang di tutup kain lagi.


Renatta berjalan cepat menjelaskan ini adalah hasil karya desainer terbaik perusahaan kami. Kain di buka Renatta, lalu Lina datang sambil tersenyum kepada reporter tersebut. Tampak lingerie berwarna putih tulang dengan banyak renda. Reporter berputar mengelilingi manekin dan bilang, "Ini kok sama dengan punya Aurel?" Menunjukan bagian belakang bahu karena ada corak kupu-kupu.


Reporter memanggil Aurel, "Hai Aurel, ini karyanya sama dengan mu." Aurel datang karena ingin melihat. Aurel kaget dan melotot ke Lina.


Lina yang bingung dia melihat ke bagian belakang bahu karyanya, Lina juga kaget, "Hah, bagaimana ini bisa ada di sini?"


"Hah, bagaiman ini bisa ada di sini?" Aurel menirukan gaya Lina. "Kamu malah bertanya padaku. Raditya.. Raditya.. Kemari.." Aurel memanggil Raditya. "Aku tak habis pikir kamu menjiplak karyaku!" kesal Aurel.


Lina membantah dan bilang, "Ini bukan karyaku, aku tidak menjiplak." Aurel menampar Lina. Renatta melihat Lina di tampar dia tersenyum.


Duh kasian banget si Lina, pakai acara di tampar. 😞


Info : Warna ungu kalau di luar negeri adalah simbol bangsawan atau kerajaan. Baru tau kan guys! Kita taunya warna ungu, warna janda hehe.


Reader jangan lupa like, komen vote juga boleh.


__ADS_1


__ADS_2