
Sebelumnya Lina dan Helmi sedang ada di rooftop kantor. Lina ingin mengatakan sesuatu kepada Helmi. Yuk baca kalau pingin tau Lina bilang apa ke Helmi. 😁
"Bos, ada yang ingin aku katakan. Tapi bos jangan besar kepala," ucap Lina
"Iya, katakan saja," sambung Helmi.
"Baru kali ini aku di bela sampai segitunya saat pameran kemaren. Aku sempat tidak percaya ada orang yang begitu membelaku." Lina berkaca-kaca mengingat kejadian dua minggu lalu.
"Semua ini salahku, sejak pameran awal aku sudah menuduh mu. Anggap saja aku bertanggung jawab atas kesalahan ku yang dulu." Helmi tersenyum kepada Lina.
"Terima kasih, iya bos. Kamu selalu menolongku. Masalah pekerjaan sampai tempat tinggal. Bagaimana juga aku juga seorang wanita." Helmi mengkerut kan alis mendengar ucapan Lina. "Aku mengagumi bos. Maaf kalau tidak sopan, tapi sebagai wanita normal laki-laki memperlakukan wanita begitu pasti dia akan menyukainya."
Helmi tersenyum dan berkomentar, "Sebenarnya aku juga mengangumi sebagai desainer, hasil desain mu sangat bagus. Aku mau bilang dari dulu tapi takut kamu melayang."
__ADS_1
Lina menghadap ke Helmi, "Melayang? Apa aku seperti burung?" tanya Lina.
"Seandainya kamu tidak suka berbohong, kamu pasti jadi wanita yang lebih baik," saran Helmi. Mendengar perkataan Helmi, Lina hanya tersipu malu. "Satu lagi, kamu suka memeras ku. Terlihat seperti mata duitan." Lina terbatuk saat Helmi berkomentar begitu.
"Kamu ini mengagumi ku atau menjatuhkan ku, bos?" Lina terlihat bete.
"Aku bicara apa adanya. Lain kali kalau kamu ada masalah ceritakan saja padaku jangan sungkan. Siapa tau aku bisa membantu. Mulai sekarang aku akan mendengarkan yang kau ucapkan dan mempercayai nya." Helmi bicara sambil tersenyum kepada Lina. (Klepek-klepek si Lina.)
"Aku akan memaafkan ucapan bos yang tadi." Lina menjawab juga membalas senyuman ke Helmi. Mereka lalu bersulang dengan minuman mereka dan meminumnya.
"Waktu itu ada org yg berkomentar jelek tentang mu di video online. Aku meminta tolong Akbar mencari IP-nya ternyata orang dalam perusahaan. Sampai aku melihat di CCTV ternyata Renatta adalah pelakunya," ucap Helmi.
"Bagaimana bos bisa mengenal Akbar? Aku dulu pernah bertemunya saat dia bersama ibunya." Kata Lina sambil memperbaiki rambutnya yang tertiup angin.
"Iya dulu aku bertemunya saat kamu mabuk, Akbar dan ibunya yang membantuku membawa dan memandikan mu saat itu."
__ADS_1
"Jadi saat itu yang memandikanku ibunya Akbar bukan bos? tanya Lina. Helmi hanya menjawab dengan mengangguk. "Maaf bos mau bertanya, jadi orang Mr.X yang saling berkomentar dengan Renatta adalah bos?" Lina tersenyum menggoda.
Helmi mengalihkan wajahnya, "Aku tidak mengerti apa yang kau ucapkan." Helmi tiba-tiba bersin. "Maaf aku sedang flu." Muka Helmi merah.
"Aku tidak percaya seorang CEO berantem dan berkomentar di internet hanya untuk membela ku, tapi aku bahagia dengan tindakan itu bos." Lina mendekat ke arah Helmi. "Jangan malu-malu bos."
Helmi membalikan badannya dari hadapan Lina, "Aku pergi duluan." Helmi pergi meninggalkan Lina.
"Tunggu dulu, aku ingin berterima kasih sekali lagi. Karena sejak kecil selalu aku yang mengalah dan meminta maaf kepada orang lain. Tapi kejadian kemaren Aurel lah yang meminta maaf kepadaku karena tindakan bos." Helmi tersenyum mendengar Lina, dia tidak menjawab dan pergi meninggalkan Lina.
Lina yang melihat nya tertawa, "Kamu benar-benar tidak bisa bohong, Bos." Lina menggelengkan kepalanya.
Jangan lupa like, komen dan vote.
__ADS_1