
Di ruang rapat, Lina, Raditya dan karyawan bagian desain sudah berada di ruang rapat.
Raditya protes masalah proposal yang di buat Lina, "Bagaimana bisa meminta Aurel untuk menjadi ambasador Kita!" Seru Raditya.
"Kamu tahu yang di keluhkan itu kualitas produk, apa hubungannya dengan Aurel.
Menurutmu dengan Aurel sebagai ambasador akan menyelesaikan semuanya?" Bentak Raditya.
Tidak lama kemudian Helmi datang dan duduk berdampingan dengan Raditya. "Cepat Nona Lina jelaskan maksud dari proposal mu? Saya tidak punya banyak waktu."
Lina menjelaskan secara detail, "Proposal Ku sejujurnya untuk membantu meningkatkan produk-produk yang di pasarkan oleh Bulan Online. (Rebranding)". Renatta tampak tidak senang mendengar perkataan Lina.
"Selain meminta maaf dan mengembalikan dana terhadap pelanggan. Kita seharusnya memikirkan bagaimana caranya kita membangun kembali citra Bulan Online." Lina menunjukkan beberapa majalah yang terpampang wajah Aurel.
"Aurel adalah salah satu selebritas paling terkenal saat ini, tentu akan memunculkan banyak perbincangan dan merupakan target endorse papan atas. Sebelum perusahaan lain memberikan kontrak kepada Aurel. Ini adalah pendapatku. Bagaimana dengan pendapat kalian?"
Karyawan lain setuju dengan rencana Lina.
Tiba-tiba Renatta berkomentar, "Insiden kemaren sudah merugikan perusahaan. Merekrut selebriti jadi ambasador akan menimbulkan kerugian yang lebih besar."
"Kerugian lebih besar, mengapa?" tanya Lina.
"Aurel tidak pernah jadi ambasador lingerie. Ini tidak akan mudah," sambung Renatta.
Lina tersenyum dan menjelaskan, "Karena Aurel tidak pernah menjadi ambasador lingerie, ini akan mendapatkan perhatian lebih besar. Kalau tidak ada saran lebih baik diam, bagaimana kalau kita voting?"
Raditya langsung menolaknya, "Aku keberatan."
"Alasan keberatan mu?" tanya Lina.
Raditya menjawab dengan malu-malu, "Semua sudah tau."
"Semua tidak tahu Bos Raditya, coba beri alasan yang jelas." Lina tersenyum.
"Nona Lina, akhir-akhir ini bukankah ada gosip tentang Aku dengan Aurel? Bagaimana publik akan menilainya? Publik pasti akan bepikir Aurel berkencan denganku karena statusku. Ini sangat negatif bagi citra pribadi ku." Raditya bersikeras.
Helmi melihat Renatta menggambar desain di bukunya menggunakan tangan kiri.
"Terserah Kamu Bos Raditya. Aku minta, angkat tangan kalian yang setuju denganku,"
Helmi satu-satunya orang yang mengangkat tangan, Raditya melihatnya langsung kaget.
__ADS_1
Helmi berdiri dan berkata, "Laksanakan secepatnya," setelah berbicara tadi Helmi pergi meninggalkan ruang rapat.
Raditya mengejarnya, "Kak kenapa Kamu mengacaukan di depan umum? Sungguh memalukanku."
Helmi menjawab, "Alasan kamu terlalu ke kanakan."
"Tapi Kak, Kalau Aurel menjadi ambasador perusahaan kita, itu akan berpengaruh besar kepada citraku. Kamu kan tahu aku di sini bos. Kamu juga berjanji Aku yang peggang semua kendali Bulan online, Kak.. " Raditya memasang muka sedih.
"Itu berlaku kalau Kamu tidak menimbulkan masalah. Rencana Lina ini sangat bagus, buat apa Aku menolaknya," kata Helmi.
Helmi memukul pelan bahu adiknya, lalu dia meninggalkan Raditya.
Lina bersama karyawan lain keluar ruangan. Lina memberi tugas kepada mereka untuk mencari kontak Aurel.
Raditya menunggu Lina di depan ruang rapat. Melihat Raditya, karyawan lain langsung pergi. Saat Lina berjalan ke arah kanan, Raditya mengahalanginya. Saat Lina ke kiri, Radit menghalanginya juga.
Lina menghela napas, "Apakah Bos Raditya, punya instruksi yangharus Aku kerjakan?"
Raditya bertanya, "Begitu banyak artis, model mengapa kamu memilih dia? Apa kamu sengaja? Kamu cemburu?"
"Kamu berpikir terlalu banyak, Dit." ucap Lina.
Dia berjalan meninggalkan Raditya.
Di tempat lain, apartemen Aurel. Aurel sedang menonton televisi sambil bemesraan dengan teman aktornya bernama Feri. Feri aktor yang lagi naik daun, tinggi dan berbadan besar.
Kring.. Kring.. Handphone Aurel berbunyi. Aurel mengangkat handphonenya, Raditya yang menelpon Aurel. Raditya meminta Aurel untuk liburan dengan dia di luar kota, dan Aurel menyetujuinya. Mereka telponan tidak lama. Setelah selesai mereka menutup telepon mereka.
"Raditya yang menelponmu?" tanya Feri yang duduk samping Aurel sambil mengelus rambut Aurel.
"Iya Fer, dia mengajakku liburan. Apa Kamu cemburu?" jawab Aurel sambil mememeluk erat Feri.
"Tidaklah, Aku tahu kalian hanya main-main saja." Feri memegang dagu Aurel lalu menciumnya.
Aurel mengalungkan tangannya di leher Feri dan memperdalam ciumannya. Feri membaringkan Aurel di sofa, sekarang badan kecil Aurel berada di bawah Feri.
"Rel, apa Kamu pernah melakukan dengan Raditya?" tanya Feri sambil memandang dan mengusap wajah Aurel.
"Walau Aku pacarnya, Raditya sama sekali tak mau melakukannya. Setauku walau pacar dia banyak, dia belum pernah tidur bersama perempuan lain," jawab Aurel.
"Wow Raditya hebat juga, padahal dunia kita begini," kagum Feri lalu melanjutkan yang tadi tertunda.
Feri mencium setiap lekuk tubuh Aurel dengan lembut, tangan Feri menelusup ke dalam blouse Aurel membuat Aurel hilang arah, Aurel juga tidak diam, tangan dia menyentuh titik-titik sensitif Feri ....................... mereka melakukan hubungan suami istri, sehingga membuat sofa bergoyang.
__ADS_1
Dua jam kemudian setelah mereka membersihkan tubuh mereka, tiba-tiba bel di apartemen Aurel berbunyi.
Aurel melihat dari Doorbell Camera, ternyata Raditya yang datang. Walau Feri bersamanya Raditya pasti tidak akan mencurigainya karena Raditya tahu kalau Feri adalah teman baiknya.
Aurel membukakan pintu. Raditya lalu masuk ke dalam dan mencium pipi Aurel. "Kau harum sekali sayang, baru mandi?" tanya Raditya.
"Iya, soalnya mau pergi untuk photoshoot." jawab Aurel.
Feri pergi ke ruang tamu, melihat siapa yang datang karena Aurel tidak kembali ke ruang tengah dan mendengar suara Aurel. Feri kaget melihat Raditya yang datang.
Raditya yang melihat Feri keluar dari ruang tengah menegurnya. "Hai Fer, lama tak bertemu. Kalian melalukan photoshoot bersama?" tanya Raditya.
"Feri hanya mengantarku sayang, Kamu kan sekarang sibuk," ucap Aurel sambil merapikan dasi Raditya.
"Maaf iya sayang, Oma yang menyuruhku bekerja di kantor." sambung Raditya sambil mengelus rambut Aurel.
Raditya menanyakan Aurel mau pergi liburan kemana nanti dia akan membelikan tiketnya. Aurel bilang akan mengabarkan Raditya karena dia harus lihat jadwal dia. Karena sudah tidak ada lagi yang di bicarakan, mereka turun bertiga. Mereka menuju parkiran basement, Raditya mengantarkan Aurel sampai mobil Feri.
"Titip Aurel ya Fer. Terima kasih sudah mengantikanku, Fer," ucap Raditya lalu melambaikan tangannya ke arah mobil Feri yang pergi meninggalkannya.
Raditya kembali ke grup Bulan, dia berpapasan dengan Lina.
"Dit, ku mohon jangan gagalkan rencana ini. Ini semua untuk perusahaan. Perusahaan sudah menanamkan modal banyak untuk Bulan Online. Ku harap Kamu bisa dewasa sedikit." Lina tahu Raditya pasti ingin mengagalkan rencana ini.
"Semua terserah Aurel, bukan Aku." Lirih Raditya.
"Baguslah kalau begitu, Aku percaya perkataanmu," Kata Lina.
Raditya di ruangannya sedang duduk, memikirkan apa yang Lina bilang tadi. Dia mengambil handphone nya di saku lalu mengirimkan chat kepada Aurel, kalau liburan mereka di lain waktu saja karena ada hal yang mendesak sehingga tidak bisa liburan sekarang.
Visual Aurel Moere. Wanita cantik berkulit putih glowing, memiliki wajah tirus, berbadan langsing dan mempunyai hidung mancung dengan cuping yang kecil.
Aurel dan Feri.
Setelah membaca,pikiran kalian jangan traveling kemana-kemana ya 😁😁
Jangan lupa komen dan like.
__ADS_1