
Helmi sadar tidak, ya? Sudah pegang tangan Lina. 😂 Secara dia anti menyentuh atau di sentuh orang.
****
Lina mengajak Helmi untuk masuk kembali menemui Aurel, "Bos, dirimu ku ajak ke sini untuk membantuku bukan menggagalkan ku. Ayo kita meminta maaf kepadanya." Lina ingin memegang tangan Helmi tapi Helmi menolak.
Helmi mengerutkan keningnya, dia tidak percaya Lina masih mau kembali dan meminta maaf atas perlakuan Aurel yang merendahkannya. Menghina Lina terus-terusan sepanjang mereka di dalam. Helmi tetap tidak mau kalau mereka harus masuk ke dalam lagi.
"Bos aku tidak apa-apa. Dia hanya belum mengenalku, aku tidak ambil hati atas ucapan dia. Aku hanya ingin semua rencana hari ini berhasil." Jawab Lina dengan serius.
"Apa kamu bisa sabar, dia bilang kamu penjiplak?" tanya Helmi.
"Semua orang menuduh ku gitu, jadi aku harus sabar. Bagian terpenting sekarang kita harus membujuknya agar dia mau bekerja sama dengan kita. Dan ingat orang yang pertama yang mengatakan aku penjiplak adalah dirimu!" Ucap Lina lalu berjalan meninggalkan Helmi.
Helmi menelponnya, "Kembali! Kalau kamu tidak kembali, kamu tidak usah tinggal di apartemen ku lagi."
Lina menghadap Ke Helmi yang berada di belakangnya, tidak terlalu jauh. "Kamu ingin aku kembali, kamu ke sini lah dahulu bantu aku. Aku sangat yakin Aurel bisa membawa keberhasilan atas perusahaan kita."
"Kau tidak usah kembali." Helmi menutup teleponnya dan berjalan menuju ke mobilnya.
Lina berbalik mengejar Helmi.
__ADS_1
Di dalam ruang make up, manager Lina masuk lagi setelah Feri keluar ruangan.
"Aurel bagaimana? Apa kamu masih marah? Kamu harus menjaga citra mu, di luar banyak sekali penggemarmu." Aurel hanya diam. "Aku juga sudah membaca proposal mereka, itu sangat bagus. Sangat berguna untuk masa depan karirmu. Kau pikirkan baik-baik. Kau tidak takut mereka akan menawarkan kepada Prilly Andrea, " ucap manager Aurel.
"Diam lah, aku akan berpikir lagi." Kata Aurel lalu dia meminum air minum botolnya. Manager Aurel pergi meninggalkan Aurel.
Di perjalan Lina dan Helmi telah hujan besar dan banyak petir. Lina yang sedang menyetir, menanyakan kepada Helmi mereka lanjut atau tetap kembali pulang.
Helmi menjawab, " Kita langsung pulang." Lina menuruti Helmi.
Tiba-tiba di jalan raya, polisi meminta pengendara untuk tidak melintasi jalan ini dulu. "Bos, bagaimana ini? Tadi aku melihat ada hotel, apa kita ke sana saja?" ajak Lina.
"Aku tahu rencana mu. Kamu ingin kita menginap dan besok kembali ke tempat tadi, bukan?" Tanya Helmi sambil melihat jalan yang di tutup.
"Akhirnya, kita makan juga bos setelah sekian lama." Lina tersenyum paksa. Dia kesal Helmi terlalu memilih sehingga lama mereka baru makan.
"Aku tidak terbiasa makan di tempat yang tidak bersih, di sini tampak bersih." Helmi menyemprotkan cairan disinfektan ke tempat duduk dan mejanya, Lina melihat hanya menggelengkan kepalanya.
Pelayan datang membawakan menu makanan, Helmi dan Lina memilih makanan. Setelah melihat menu makanan, Helmi kembali menyemprotkan tangannya dengan disinfektan. Tidak lama kemudian makanan mereka datang.
__ADS_1
Makanan Helmi datang duluan, Lina melihatnya kaget. "Wow bos, makanan mu sehat sekali."
"Ini minuman mu bos?" Pelayanan menaruh di meja mereka.
"Iya ini minumanku." Helmi membuka sedotan lalu meminumnya.
Lina melihat minumannya tampak aneh, "Bos ini jus apa yang kau pesan?" tanya Lina.
Helmi berhenti meminum, "Ini jus terbuat dari timun, seledri, daun kale dan lemon. Minuman ini bagus untuk detox tubuh. Kamu tidak ingin memesannya?" ajak Helmi.
"Tidak bos, cukup bos saja yang mendetox tubuhnya." Senyum Lina, merasa bosnya sangat berbeda dengannya.
Makanan dan minuman Lina datang, Helmi sekarang yang melihatnya. "Apa kamu tidak takut gendut? Semua pesanan mu sangat tinggi kalori." ucap Helmi.
"Tidak bos, makan yang ku makan sekarang tidak akan membuat ku gendut. Ayo makan bos." Lina mulai menyantap makannya.
Jangan lupa like dan komen.
__ADS_1