
Bab Kemaren Lina dan Helmi saling mengungkapkan kekaguman mereka, sekarang apalagi, iya? 😁
Yuk baca.
Wanita cantik memakai terusan hitam sedang menumpahkan wine ke dalam gelasnya. Dia meminum wine nya setelah di dalam gelas habis, dia menumpahkan wine nya kembali. Datang seorang wanita cantik memakai terusan berwarna biru laut.
"Kamu kenapa? Mukamu saat ini jelek sekali cemberut begitu," ucap Ella terhadap Renatta.
"Aku di pecat dari perusahaan, kamu harus membantuku," jawab Renatta.
"Bagaimana aku membantumu?" sambung Ella.
"Aku di pecat dari perusahaan, kamu harus memperkejakan ku di perusahaan mu." Kata Renatta lalu meminum wine nya.
"Maaf kali ini aku tidak bisa membantumu, aku tidak ingin memperkejakan seorang plagiat." Jawab Ella dengan tenang.
__ADS_1
Renatta memukul meja, "Ini semua karena ulah mu, aku menjadi seperti ini!" geram Renatta.
"Itu karena kamu bodoh, menyingkirkan Lina saja kamu tidak becus. Sekarang nama dia malah makin bagus bukannya makin jelek." Ucap Ella, matanya melotot melihat ke arah Renatta. Ella berdiri dan meninggalkan Renatta.
"Nona Ella.. Nona Ella.. Kamu jangan begini terhadapku." Teriak Renatta memanggil Ella. Tetapi Ella tetap berjalan tanpa pedulikan Renatta.
...*****...
Malam harinya, Raditya didalam mobilnya dengan supir. Dia sedang melihat ke arah rumah keluarga Andreas. Dia sedang menunggu Lina pulang dari kerja. Dia melihat jam ternyata sudah jam 9 malam. Akhirnya dia menyuruh supir untuk pulang. Ella yang baru pulang melihat mobil Raditya.
"Kita sudah bersalah menuduhnya, membuatnya merasa tidak nyaman, aku merasa bersalah." Komentar Tuan Yovi melihat berita tersebut.
'Kalau merasa bersalah, Lina per kerjakan lagi di perusahaan kita, Pak." Sambung Mama Lina dengan senang.
"Baiklah, aku akan bilang ke Ella masalah ini."
Ella masuk ke dalam rumah dan menemui mereka di ruang keluarga. "Aku pulang," sapa Ella.
__ADS_1
"Duduk sini nak, ada yang mau kita bicarakan," ucap Tuan Yovi. Ella duduk di samping Tuan Yovi, "Ella, barusan ada berita tentang Lina. Dia tidak menjiplak dia hanya korban dari pegawai kita dulu." Mendengar itu, mata Ella melotot. "Ayah mau, Lina kembali bekerja dengan kita," ucap Tuan Yovi.
Ella memasang muka bete nya, "Yah, dia sekarang kerja di perusahaan besar jauh dari kita. Mana mau dia kembali ke perusahaan kita yang lebih kecil. Jangan bicara yang tidak mungkin." Ucap Ella dengan kesal.
"Berarti Lina desain nya cukup bagus iya, Ella? Sampai perusahaan seperti bulan memperkejakan nya?" tanya Ibu Lina. Ella hanya menjawab dengan muka cemberut. "Aku akan bicara padanya, dia pasti akan mempertimbangkan dengan baik."
"Semua terserah kepadamu sayang," ucap Tuan Yovi.
"Kalau Lina berada di perusahaan kita, pasti desain dia akan mempengaruhi nama perusahaan kita," sambung Ibu Lina.
Ella berdiri dari sofa tanpa bicara dan meninggal kan tuan Yovi dan ibu Lina. Ibu Lina melihat tingkah Ella hanya menghela nafas.
Ella masuk kamarnya dengan membanting pintu kamarnya, "Mengapa kamu selalu beruntung Lina! Lihat saja nanti!" gumam Ella.
Jangan lupa like, komen dan vote.
__ADS_1