PASANGAN TERBAIKKU

PASANGAN TERBAIKKU
Bertemu Raditya


__ADS_3


Di ruangan produksi, Lina membawa beberapa baju dalam (lingerie)buat di produksi.


Dia melihat baju dalam desain dia ada di sana.


Lina sudah tahu pasti ini Renatta yang memplagiat desainnya.


Orang produksi yang berada di ruangan tersebut, "Nona Lina, ini hasil desain nona Renata, sudah di kirim ke pabrik dan sebentar lagi akan produksi."


Lina berkata, "Saya akan Ambil ini jangan di pasarkan dulu." Lina melihat ada yang tidak sesuai dia membawa lingerie.


Telepon Lina di ruangan berbunyi tetapi Lina tidak ada di tempat. Orang departemen desain yang berada di ruangan yang mengangkatnya. "Selamat siang dengan departemen desain apa ada yang di bantu?"


Sekretaris Anita meminta Lina untuk datang ke ruang rapat. "Siang, saya bisa berbicara dengan Nona Lina? Bos meminta Nona Lina ikut menga hadiri rapat."


"Maaf Nona Lina sedang tidak berada di tempat, tetapi Saya akan mencari dan memberitahukannya." Jawab pegawai tersebut.


"Ok, terima kasih." Ucap sekretaris Anita.


Di ruangan kerja Helmi. Ben datang bersama Raditya. Helmi pum tersenyum.


Raditya tampak tidak bersemangat, "Kalian menyuruh Saya yang baru tidur ke kantor, Kak kamu tidak punya hati." Kata Raditya dengan kesal lalu menguap.

__ADS_1


"Adikku coba Kau lihat jam, ini sudah pukul 13.00." Jawab Helmi dengan nada sabar walau dia emosi.


Raditya menjawab, "Kak, Aku sudah lama menderita insomnia. Aku akan tidur di sini saja." Raditya tidur di sofa ruangan kerja Helmi.


Helmi marah mendengar jawaban Raditya, " Ben, cepat Kau ambil satu ember air dingin! Bangunkan Dia!


Raditya yang pura-pura tidur langsung kaget dan terbangun. Helmi dan Ben tertawa melihat tingkah Raditya.


Di ruang rapat para kepala bagian dan pemegang saham lainnya sedang menunggu. Helmi dan Raditya memasuki ruang rapat.


Saat rapat dimulai, Raditya tiba-tiba menguap. Orang-orang yang berada di ruangan hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Lina kembali dari ruang produksi, pegawai yang mengangkat telepon tadi mendatangi Lina, "Lina, Kau di suruh menghadiri rapat."


"Jam berapa rapat di mulai?" Tanya Lina.


Lina tak mempermasalahkan, dia langsung mengambil buku dan pulpen dan berlari ke ruang rapat .


Di dalam ruang rapat sedang membahas, tentang ide mereka tentang Idul Fitri nanti. Mereka mencari strategi untuk penjualan mereka.


Salah satu Bos di grup Bulan, "Helmi bagaimana kalau kita melakukan aktivitas dengan obral untuk membuat rame mall kita?"


Kita juga mendorong mendapatkan undian terutama untuk keluarga."

__ADS_1


Helmi menjawab gagasan tersebut, "Apa kalian sudah selesai dengan ide kalian? Sudah Ku bilang manajemen yang lebih tinggi perlu memerlukan perencanaan strategis perusahaan. Mengapa proposal kalian tidak menunjukkan hal itu?"


Ruangan rapat tiba-tiba terasa panas karena aura Helmi yang sedang marah.


"Perusahaan banyak menanam modal pada Bulan online dan kita berusaha sebaik nya mempromosikannya. Saat membuat proposal mengapa tidak menggabungkan mall dengan Bulan Online." Ucap Helmi memberikan gagasannya.


"Caranya bagaimana?" Salah satu Bos menanyakan gagasan Helmi


"Dengan menggantikan kupon dengan pembelanjaan di bulan online. Apakah otak kalian terbuat dari batu sehingga tidak bisa memikirkan ini!" Helmi memukul mejanya.


Raditya yang tertidur di samping kaget, tiba-tiba berdiri dan teriak bilang ide ini sangat bagus. Orang-orang tertawa melihat kelakuan Raditya.


Saat orang-orang tertawa, Lina masuk ke dalam ruangan rapat. Raditya yang tadinya ikut tertawa langsung diam melihat cinta pertamanya. Mereka saling berpandangan di antara Helmi.



Helmi sedang memikirkan kelanjutan novel ini.😂


__________________________________________


Terima kasih sudah baca Reader.


Jangan lupa di like dan komen.

__ADS_1


___________________________________________



__ADS_2