PASANGAN TERBAIKKU

PASANGAN TERBAIKKU
Gaji Pertama (Kissing)


__ADS_3

Siapa yang mendapatkan gaji, iya?


Yuk simak...



Keesokan harinya wanita cantik berpakaian serba hitam datang ke ruangan desain Bulan Grup. Wanita itu adalah Lina. Lina sudah sembuh sehingga tidak perlu memakai tongkat lagi.


Lina menyapa teman-temannya di ruangan, "Pagi semua. Apa kabar semua?" Ucap Lina dengan wajah yang sangat segar pagi itu.


Teman-teman Lina pada memeluk Lina, mereka senang Lina kembali bekerja. Mereka meminta maaf karena tidak sempat menjenguk Lina di rumah sakit. Mereka memberi alasan karena banyak pekerjaan yang tidak bisa di tinggal dan mereka juga kerja sampai malam.


Lina juga menjelaskan kakinya hanya terkilir, jadi tidak perlu terlalu khawatir. Salah satu teman Lina memberi amplop. Titipan gaji dari bagian keuangan yang di berikan kemaren.


Teman-teman Lina balik ke tempat masing-masing dan Lina membuka amplopnya. Lina kaget melihat isinya hanya 100.000 rupiah. Lina marah lalu ke ruangan Helmi.



Lina masuk begitu saja sehingga membuat Helmi marah. Dia marah karena Lina tidak mengetuk pintunya dahulu. Lina tidak memperdulikan kemarahan Helmi dia tetap berbicara ke Helmi, "Bos mengapa gaji ku hanya segini? Apa kamu masih marah padaku?" tanya Lina.


"Aku tak bisa memaafkan orang yang membohongi ku, yang menganggap ibunya tiada," ucap Helmi.


Helmi melihat Lina memakai jam tangan, lalu memaksa buka dan akhirnya terlepas dari tangan Lina. "Kamu bilang tidak punya duit untuk membayar kost-kostan, tapi ini kamu punya jam mahal!"


"Kalau aku tidak pakai barang yang bagus, aku tidak akan di hargai di kantor ini, paling tidak ada satu barang ku yang berkelas." Lina berusaha mengambil jamnya.


Helmi tidak sengaja membuat Lina jatuh ke lantai. Lina mengeluhkan kakinya sakit lagi. Tetapi Helmi tidak percaya, Lina berdiri dan berusaha merebut jamnya lagi.


Lina mendorong Helmi sehingga mereka berdua sama-sama jatuh, dan tidak sengaja bibir mereka bersentuhan.

__ADS_1


Ada yang mengetuk pintu, ternyata yang mengetuk adalah Ben. Ben masuk ke ruangan Helmi. Dan melihat yang terjadi, dia kaget, "Astaga bos. Saya tidak percaya. Saya keluar dulu. Maaf telah menganggu bos dan Nona Lina." Ucap Ben sambil berjalan mundur perlahan.


Helmi berteriak, "Ben, ini tidak seperti yang kamu lihat." Tapi tetap saja Ben keluar ruangan, meninggalkan Helmi dan Lina berdua di ruangan.


Mereka berdua berdiri lalu saling melotot. Helmi duduk di kursinya dan mengambil amplop Lina. "Kamu mau bertanya tentang gaji mu?" tanya Helmi.


"Iya, mengapa aku hanya di beri 100.000 rupiah? Kerjaku selama ini apa tidak di anggap?" protes Lina.


Helmi memberi bon yang dia taruh di lacinya. Lina melihat nya kaget. Bon itu adalah bon belanja Lina yang saat itu membeli baju bersama Helmi.


Lina kaget sekali, "Bos, bukannya kamu yang bayar? Mengapa sekarang berbeda? Mengapa aku yang menanggungnya?" tanya Lina.


Helmi menjawab, "Aku bilang akan di simpan pembayarannya, bukan membayarkan." Helmi menempelkan bon itu di jidatnya Lina.


Lina bilang ke Helmi kalau dirinya sangat jahat, tidak mengerti keadaan dia.


"Cuma gara-gara aku tidak membayarkannya, kamu bilang aku jahat!" protes Helmi.


Helmi menjawab, "Iya aku seorang pria, tapi aku bukan milikmu jadi aku tidak harus membayarnya."


"Kamu brengsek!" sambung Lina.


"Kamu memaki bos mu! Dimana sopan santun mu! Kamu akan di denda!" kata Helmi.


"Bos, kamu tidak kasihan denganku. Aku bekerja dengan Raditya membantu dia ke sana sini dengan kekasih artisnya. Membantu mencari kucing, memasak kan dia sepanjang hari, membelikan kue dan banyak hal lain yang aku kerjakan."


Lina memukul meja Helmi pelan, dia merasa tidak adil, "Aku bekerja di bagian desain tapi pekerjaan ku double, untung aku tidak meminta gaji double Kalau kamu tidak memberi gaji ku yang sebenarnya aku akan berhenti! Terserah kamu mau bilang apa!" Lina yang sudah tidak tahan akhirnya ingin pergi meninggalkan Helmi.


Saat Lina ingin pergi, Helmi memberitahu kalau Lina berhenti dia juga harus keluar dari apartemennya malam ini. Lina langsung berbalik mendekat Helmi dengan muka memelas, "Bos, aku hanya gadis yang lemah. K."

__ADS_1


Helmi tertawa, "Gadis lemah tidak ada yang membentak dan memaki bosnya."


"Aku begitu karena kamu menindas ku," sambung Lina.


Helmi kaget mendengar ucapan Lina, "Aku menindas mu? Sudah kamu keluar dari sini. Aku sedang tidak ingin berdebat." Helmi memberi amplop gaji Lina ke Lina.


Saat Lina berjalan mau keluar ruangan, Helmi berkata "Masalah ucapan mu tadi kita bahas di rumah. Ini perusahaan, masalah pribadi jaga di bawa ke sini. "Lina hanya menoleh Ke Helmi tapi tak memberi jawaban, dia lalu meninggalkan Helmi.


Lina buru-buru pulang ke apartemen Helmi, dia mengambil baju yang dulu dia beli. Baju-baju itu masih di dalam tas belanja dan belum di pakai. Untungnya label bajunya belum dia lepas.


Lina balik lagi ke Mall Bulan. Dia membawa baju-baju itu ke tempat dia membeli baju di Mall Bulan.


Sesampai di tokonya, manager toko bilang kalau bajunya tidak bisa di kembalikan karena sudah melewati tiga hari.


Lina tidak diam saja, "Maaf Bu, Ini bukan kesalahan saya. Tapi kesalahan anda, karena tidak memberi saya langsung bon nya. Seharusnya anda memberikan langsung kepada saya bukan orang lain. Aku mau Ibu sebagai manager di sini mencarikan solusinya. Barang ini tida murah,bu." Lina memberikan bon nya kepada manager toko.


Manager toko lalu menelepon nomor yang ada di bon tersebut sebagai penanggungjawab saat itu. Setelah selesai menelepon, manager membolehkan Lina mengembalikan baju-baju tersebut. "Kalau Nona Lina mau mengambil duitnya kembali, Nona Lina bisa ke bagian kasir karena akan di proses." Ucap manager sambil memberikan kertas untuk mengambil pengganti duit Lina.


Lina senang sekali dan berterima kasih kepada manager toko tersebut.


Setelah Lina pergi, manager toko ke ruangan Helmi membawa baju-baju tadi yang di bawa Lina. "Bos, ini baju yang tadi Nona Lina bawa." Kata manager toko tadi, sambil menyerahkan tas belanja yang berisi baju-baju yang dulu Lina beli.


"Maaf merepotkan mu, ini kesalahanku. Aku akan menggantinya." Helmi memberi amplop kepada manager tersebut.


Manager toko bilang tidak apa-apa, terus dia pergi dari ruangan Helmi.


Helmi tersenyum sambil melihat tas belanjaan dan berkata, "Lina-Lina kau selalu bisa melakukan yang kamu mau."


Kalau kita jadi Lina bakal berani gitu nggak ya? Kembalikan barang yang sudah di beli. 😂😂😂

__ADS_1


Jangan lupa komen, Like, vote and rate 5 ..



__ADS_2