
Sebelumnya Raditya sedang tanda tanya dengan kakaknya. Kakaknya bantu dia? Atau kakaknya sudah suka sama Lina? Baca yuk kelanjutannya..
Di tempat acara Aurel, Aurel sedang kesal karena Raditya menelepon nya hanya menanyakan Helmi dan Lina, "Sial, aku di kira apa! Menutup telepon begitu saja!" kesal Aurel.
Manager Aurel yang berada di sampingnya, "Ada apa Aurel? Kita sedang di sini, jangan kasar ataupun gegabah. Namamu bisa jelek kalau kamu kasar," ucap Manager Aurel menenangkan.
Feri datang membawa bubur yang tadi dia beli, melihat muka Aurel cemberut Feri menggoda nya. Dan memberi bubur yang dia beli kepada Aurel dan manager nya.
Feri menyuruh Aurel makan agar tidak sakit dan jangan terlalu memikirkan masalah yang tidak penting. Aurel, Feri dan Manager mereka berdua makan bersama-sama di belakang panggung sebelum mereka tampil.
...******...
Di rumah sakit, Lina melihat Helmi sedang makan bubur. "Bos, Kamu makan buburnya di aduk, iya?"
Helmi menjawab, "Iya supaya rata rasanya." Helmi melihat bubur Lina, "Kamu tidak di aduk? Apa enak?" tanya Helmi.
"Supaya ada sensasi bos. Tiap gigitan selalu beda rasanya, tidak monoton itu-itu saja." Jawab Lina sambil makan.
__ADS_1
"Iya sudah habiskan. Kalau sudah selesai saya panggil perawat, sudah bisa pulang apa belum?" balas Helmi.
...******...
Setengah jam kemudian mereka sudah selesai makan, Helmi menekan panggilan untuk perawat datang ke ruangannya. Perawat datang dan perawat bilang Helmi sudah bisa pulang atas izin dokter. Kebetulan dokter jaga datang ke ruangan Helmi, memeriksa keadaan Helmi terutama perut Helmi dengan cara menaruh stetoskop di perut Helmi, dan agak di tekan sedikit perutnya apa Helmi mash merasakan sakit apa tidak?
Dokter memeriksa semua aman, Helmi boleh di izinkan pulang dan di beri resep obat untuk di minum dulu selama tiga hari. Dokter dan perawat keluar ruangan setelah selesain memeriksa Helmi.
Lina merapikan barang-barang Helmi dan Lina izin keluar ruangan pada Helmi untuk menebus resepnya.
Saat Lina keluar, Helmi melihat handphone nya dan banyak panggilan dari adiknya. Helmi menelepon balik Raditya.
📞Raditya : Wa'alaikumsalam. Itu kak masalah berkas, tapi sudah selesai kok.
📞Helmi : Sudah selesai semua?
📞Raditya : Sudah kak. ( Raditya yang penasaran akhirnya memberanikan diri untuk bertanya kepada kakaknya.) Kak, sekarang ada di mana? Kemaren kenapa tidak masuk? Kakak sakit?
📞 Helmi : Kakak sedang ada urusan di luar kota. Kemungkinan baru nanti sore pulang. Tumben adik kakak perhatian tidak ada yang di mau, kan?
__ADS_1
📞Raditya : Kakak pergi sendiri ke luar kotanya? Jadi semalam kakak nginap di sana?
📞Helmi : Iya kakak nginap di sini semalam. Kakak bareng asisten kantor, Dit. Kebetulan dia penanggung jawab urusan ini (Helmi tidak enak menyebut nama Lina).
📞Raditya : Iya sudah kakak hati-hati. Jaga kesehatan kakak, jangan terlalu sibuk sampai lupa makan. (Raditya tau, kakaknya tidak mau membuat masalah jadi dia tidak menanyakan siapa asisten yang dia maksud.)
📞Helmi : Iya terima kasih, Dit (Helmi menutup teleponnya).
Lina datang menjemput Helmi di ruang IGD VIP setelah menyelesaikan resep obat, administrasi dan lain-lain. Helmi sudah bisa berjalan normal, mereka lalu ke parkiran mobil.
Saat di lobi rumah sakit mereka bertemu dengan dokter jaga, dokter jaga menegur mereka dan bilang ke Helmi kalau dia sangat beruntung mempunyai asisten yang cekatan, pintar dan cantik.
Helmi hanya diam tidak memberi jawaban apapun dan melihat ke Lina.
Kalau kalian tim mana Bubur yang di aduk atau tidak di aduk? 😁
Jangan lupa like dan komen ya pembaca setia.
__ADS_1