PASANGAN TERBAIKKU

PASANGAN TERBAIKKU
Mie Lidi (2)


__ADS_3


Lina masuk ke dalam mobil, dia tidak memeriksa cemilan yang di belakang ada yang di makan Helmi apa tidak. Tidak lama Lina masuk mobil, tiba-tiba hujan turun dengan deras.


Lina bertanya kepada Helmi, "Kemana tujuan kita sekarang? Apa mau balik ke hotel tadi?" Lina menunggu Helmi menjawab.


"Jalan saja,anti aku pikirkan." Helmi melihat ke luar jendela.


Lina membawa mobilnya ke hotel yang tadi. "Bos tunggu sebentar, iya." Lina membuka pintu mobil lalu memakai payung dan berlari ke dalam hotel.


Di dalam hotel, kebetulan pemilik yang tadi sedang berada di lobi hotel. Lina mendatangi nya, "Maaf Bu, saya yang tadi mau sewa kamarnya. Apa masih ada Bu?"


Pemilik tadi melihat Lina kasihan, "Tadi ada yang telepon mau sewa, tapi karena kamu sudah datang. Biar aku batalkan yang tadi telepon." Pemilik tersebut memberikan Lina kunci dan memberi tahu kamar Lina berada di lantai 3.


Setelah mendapatkan kunci dari pemilik, Lina kembali berlari ke parkiran mobil dengan payungnya. Dia mengetok pintu mobil belakang, karena Helmi berada di sana. "Bos ayo turun, pemilik tersebut sudah mengizinkan kita untuk menyewa kamarnya."


"Aku tidak mau berada di kamar yang tidak bersih, aku cukup tidur di mobil saja." Tolak Helmi lalu menutup jendela mobil.


"Ya sudah terserah kamu, Bos." Ucap Lina dari luar mobil, dia lalu kembali ke hotel.


Hotel tersebut menggunakan eskalator tanpa ada lift. Tampak sederhana dan terlihat hotel lama, karena penataan yang rapi jadi menarik pengunjung.


Lina sudah berada di kamarnya. Dia langsung mandi dan menganti pakaian tidurnya. Lina berbaring di atas tempat tidurnya, "Aku kangen kalian," Lina memeluk bantal guling yang ada di atas tempat tidur.


Petir tiba-tiba berbunyi sangat nyaring. Lina mendengarnya langsung memikirkan Helmi yang berada dalam mobil, "Dia tidak takut suara petir? Aneh sekali itu orang." Lina menguap. "Iya sudahlah, kalau dia takut juga ke sini." Lina lalu tertidur.


Pagi harinya, Helmi bangun tidur. Dia kaget tiba-tiba sudah berada di dalam kamar hotel bersama Lina dan berteriak, "Astaga...!! Bagaimana aku bisa di sini?" Helmi memandang risih sekeliling tempat tersebut dan langsung bangun dari tempat tidur.


Lina yang mendengarnya, "Kamu berisik sekali, bos! Aku masih mengantuk!" Lina menutup mukanya dengan bantal., agar tidak terganggu.


"Nona Lina bangun.. Ini sudah jam berapa? Kenapa aku bisa di sini?" tanya Helmi.

__ADS_1


"Aish, aku masih mengantuk bos." Lina berbicara sambil menutup matanya.


"Kalau kamu tidak bangun, akan aku potong gaji mu!" perintah Helmi.


"Iya bos, aku bangun." Lina bangun dari tempat tidurnya dan duduk di kursi yang ada di kamar tersebut.


"Aku tanya, kenapa aku bisa ada di sini?" Tanya Helmi sambil menyemprotkan pakaian yang dia kenakan dengan disinfektan.


"Kamu lupa bos kejadian tadi malam?" Lina menanyakan balik ke Helmi.


...*****...


Flashback


Helmi yang berada di dalam mobil mendengar petir sedang menutup telinganya dan tiba-tiba terbayang waktu dia kecil yang hampir tertabrak mobil saat hujan. Helmi yang ketakutan mendengar petir dia keluar mobil dan berlari ke dalam hotel. Helmi tampak seperti ketakutan, pemilik dan satpam yang berada di bawah langsung mengantarkan ke kamar Lina. Pemilik ingat kalau Helmi adalah teman Lina.


Lina yang tertidur, jadi terbangun dan membuka pintu kamar. Kaget melihat keadaan Helmi, Lina mengizinkan satpam dan pemilik untuk membawa masuk Helmi. Setelah di baring kan di atas tempat tidur, tidak lama kemudian Helmi tertidur. Lina yang juga mengantuk tertidur di sampingnya.


...*****...


"Sudahlah bos jangan lebay, itu aku beri batas (guling) semalam jadi tenang saja." Lina menunjuk guling yang berada di tengah tempat tidur. Aku mandi dulu baru kita pulang." Lina menuju kamar mandi.


Helmi yang menunggu di dalam kamar, memegang perutnya. Perut Helmi terasa sakit, tiba-tiba muka Helmi pucat. Karena dia tidak mau duduk di kamar tersebut, dia keluar kamar dan turun untuk menuju parkiran mobil.


Helmi di dalam mobil, memegang perutnya yang kesakitan. Dia menghubungi Lina, kalau dia sudah berada di dalam mobil.


Setelah mandi Lina melihat handphone nya dan membaca pesan Helmi, dia langsung buru-buru keluar kamar. Sebelum ke parkiran mobil dia menyelesaikan pembayaran sisa hotel yang belum di bayar (membayar dengan uang yang di berikan Helmi saat beli makanan tadi malam).


Lina yang masuk mobil kaget melihat Helmi yang sedang merintih kesakitan. "Bos ada apa?" tanya Lina. Lina memberikan minyak kayu putih agar Helmi memakainya.


Lina menyetir dengan sangat cepat, dia berhenti di depan rumah sakit. Lina mau memeriksakan Helmi. Lina turun dari mobil lalu ke belakang mobil tempat Helmi duduk, "Ayo bos kita turun." Lina memegang tangan Helmi.

__ADS_1


"Aku tidak mau masuk, panggil saja dokternya ke sini." Helmi melepaskan tangan Lina.


"Astaga bos!" Lina menggelengkan kepalanya. Lina memarkirkan mobilnya paling dekat dengan lobi. "Bos tunggu sebentar, iya." ucap Lina. Lina berlari masuk ke dalam rumah sakit.


Lima menit kemudian Lina keluar dengan membawa kursi roda. Dia mau menjemput Helmi yang berada dalam mobil.


Awalnya Helmi menolak karena Lina memaksa dan Helmi sudah tidak kuat akhirnya Helmi naik kursi roda tersebut. Lina membawa Helmi ke ruangan IGD VIP. Walaupun IGD tapi pasien hanya Helmi, karena ruangan VIP.


Helmi berbaring di tempat tidur yang ada. Sebelum berbaring, Helmi meminta tolong ke Lina untuk menyemprotkan dulu seperti biasa. Dokter dan perawat yang berjaga tersenyum melihat sikap Helmi.


Dokter yang berjaga bertanya apa keluhan Helmi dan menanyakan ada riwayat alergi apa tidak. Setelah mendengar jawaban Helmi, dokter meminta perawat memasang infus dan memberikan obat penghilang rasa sakit.


"Apakah Anda makan sesuatu yang tidak biasa anda makan?" tanya Dokter.


"Sepertinya iya dok." Helmi menjawab sambil melihat Lina.


Dokter bertanya lagi, "Apakah Anda pernah merasakan rasa sakit seperti ini sebelumnya?" sambil menempelkan stetoskop ke perut Helmi.


"Belum pernah dok," jawab Helmi.


"Pak Helmi anda salah makan, tapi ini tidak parah. Karena baru pertama, jadi anda kaget dengan sakit perut ini. Lain kali jangan makan yang pedas, santan, asam bila perut sedang kosong." Dokter menekan pela perut Helmi.


"Saya berikan dua obat, obat A nanti di minum sebelum makan dan obat B di minum setelah makan. Sekarang istirahat saja dulu. Bila ada perlu apa-apa panggil kami di depan. Istri anda sangat cepat tanggap, anda sangat beruntung pak." Ucap dokter tersebut lalu ke luar dari kamar Helmi.


Kira-kira Lina bakal curiga nggak ya kenapa Helmi bisa sakit perut hehe


Hay reader 😁😁


Maaf baru update..


Jangan lupa komen dan like.

__ADS_1



__ADS_2