
Lina di tanya Helmi masalah orang tuanya yang sudah meninggal apa belum? Lina bakal menjawab apa?
Yuk simak.
Lina mengangguk menjawab pertanyaan Helmi.
Helmi bertanya, "Bagaimana orang tuamu meninggal?"
Lina menjawab, "Iya, ayahku--," Belum selesai Lina menjawab, tiba-tiba handphone Lina berdering, Lina mengangkatnya.
📞Lina : "Wa'alaikumsalam. Bagaimana ibu tau nomor telepon ku?"
📞Ibu Lina : "Kamu ini, mengganti nomor handphone tidak mengabari!"
📞Lina : "Ibu, juga mengganti nomor?"
📞Ibu Lina : "Kalau aku pakai nomor seperti biasa, kamu pasti tidak akan mengangkatnya!"
Lina melihat raut wajah Helmi sedang marah membara, dia ingat kalau tadi dia bilang iya saat di tanya orang tuanya meninggal.
📞Lina : "Maaf, aku tidak ingin memakai kartu kredit."
Lina mematikan teleponnya. Ibu Lina merasa bete dengan sikap anaknya.
Lina bilang ke Helmi kalau orang bank ini selalu meneleponnya menawarkan kartu kredit, mereka mengajaknya dengan berbagai cara.
__ADS_1
"Kamu pembohong. Pembohong besar!" Helmi mengambil nasib kotak yang tadi dia bawa.
Lina meminta Helmi untuk mendengar penjelasan nya, tetapi Helmi tetap mengambil nasi kotaknya. Lina menarik tangan Helmi dan mengigit tangan Helmi.
Helmi berteriak kesakitan. Perawat datang menanyakan ada apa karena dari luar terdengar ribut. Nona sakit tapi terlihat tidak sakit, kalau mau menggoda lebih baik di luar saja. Perawat itu lalu keluar dari kamar rawat Lina.
Helmi berdiri mengambil saputangannya dan mengelap bekas gigitan Lina. Lalu pergi meninggalkan Lina.
"Untung makanan ini aman. Lanjut.." Lina lalu melanjutkan makan.
Ibu Lina datang membawa buah-buahan. Dia bertanya kepada suster dimana ruangan Lina. Setelah di beritahu, Ibu Lina menuju ke kamar Lina. Dia berselisih an dengan Helmi.
Ibu Lina masuk ke kamar rawat Lina. Lina heran dan menanyakan darimana Ibunya tau kalau dia di rawat di sini, apakah Raditya yang memberitahunya.
Ibu Lina tidak menjawab pertanyaan Lina, dia menaruh buahnya di meja dan melihat kaki Lina. "Bagaimana dengan kakimu? Apa itu parah?" tanya Ibu Lina.
Ibu Lina memegang kaki Lina, "Baguslah kalau besok sudah pulang. Kamu tinggal dimana sekarang? Mengapa tidak ada kabar?" ucap Ibu Lina.
"Aku tinggal di tempat teman, kapan Ibu pulang dari luar negeri?" Lina melepaskan tangan ibunya dari kakinya.
"Kamu jangan mengganti topik. Siapa nama temanmu? Kenal darimana?" tanya ibu Lina.
Lina menghadap ke jendela, mengalihkan wajahnya. "Ibu tidak kenal," jawab Lina.
Ibu Lina duduk di kursi yang di sediakan rumah sakit, "Kamu seorang desainer, mengapa bisa terjadi kecelakaan begini? Kamu kembali saja ke perusahaan kita," ajak Ibu Lina.
__ADS_1
"Perusahaan kita? Apa aku tidak salah mendengar? Perusahaan apa itu?" ejek Lina.
"Sayang, di perusahaan Andreas Ibu di beri saham. Punya Ibu berarti punya mu juga. Daripada kerja di perusahaan orang, lebih baik di perusahaan sendiri." Kata Ibu Lina memegang bahu Lina, berharap Lina menghadap kepadanya. Lina menghadap ke Ibunya. "Apa kamu bekerja di sana karena Raditya?" goda Ibu Lina.
"Apa yang Ibu katakan?" Ucap Lina lalu menguap.
"Ibu penasaran antara kamu dengan Raditya. Apa kalian mempunyai hubungan?" tanya Ibu Lina.
Lina menjawab dengan santai, "Ibu jangan kepo. Aku dan dia tidak ada hubungan yang Ibu pikirkan."
Perawat datang membawa laporan biaya administrasi Lina selama di rumah sakit.
"Kamu sekarang sudah bisa pulang, nanti kita pulang bersama," ajak Ibu Lina.
Lina menolak ajakan ibunya, "Aku tidak mau, aku pulang ke rumah temanku saja." Ibu Lina mengambil kertas laporan biaya tersebut dan keluar ruangan.
...******...
Jam menunjukan pukul 19.00. Helmi pulang ke apartemennya. Lina yang sedang masuk langsung berjalan pelan dengan tongkatnya ke ruang tamu, menyambut Helmi. "Hai bos, aku sudah di sini lagi." Lina melebarkan tangannya.
Helmi melewatinya dan bilang, "Aku tidak mau berbicara dengan seorang pembohong."
Lina membujuknya, "Aku masak sup ayam jagung kesukaanmu, bos. Sehabis kamu mandi ayo kita makan bersama," ajak Lina.
Helmi menjawab, "Aku tidak mau makan." Helmi berjalan menuju ke kamarnya, tanpa melihat Lina.
"Ok, aku akan makan sendiri." Sambung Lina, dia lalu kembali ke dapur.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen.