PASANGAN TERBAIKKU

PASANGAN TERBAIKKU
Fast track?


__ADS_3

Episode sebelumnya Aurel sedang mengamuk.


Siapa kah yang menceritakan tentang Lina ke Aurel?


Yuk di baca 😆


*****



Manager Aurel masuk ke ruang make up, "Ada apa, Aurel? Mengapa kamu sampai mengamuk begini?" Manager melihat sekeliling ruangan yang begitu berantakan.


"Mereka orang dari Grup Bulan, berani-beraninya mereka menghinaku. Mereka bilang aku orang yang mempunyai IQ rendah!" kesal Aurel.


"Sudah.. sudah jangan terlalu di dengarkan," ucap *ma*nager Aurel. Dia tahu Aurel tipe orang yang mudah terbakar emosi.


Tidak lama kemudian, Feri masuk ke ruangan make up. Feri meminta manager Aurel untuk ke luar ruangan. Feri kaget melihat semua dan menanyakan ke Aurel, "Ada apa cantik? Kenapa kamu sampai menghamburkan semua barang?" Feri mendekat ke Aurel, duduk di sampingnya. "Tenang ada aku di sini, sahabatmu," hibur Feri.

__ADS_1


Aurel bertanya kepada Feri, "Kamu tau Grup Bulan?" Feri mengangguk. "Tadi CEO Bulan Mall dan desainernya datang ke sini. Mereka mengajak aku untuk bekerja sama dengan mereka. Bukan hanya untuk jadi ambassador, tetapi menjadikanku desainer produk mereka juga," ucap Aurel.


"Terus? Bukannya itu bagus? Andaikan aku yang diajak, pasti aku akan menerimanya," sambung Feri.


"Tapi desainer mereka itu tukang jiplak, aku tidak mau bekerja sama dengannya! Aku berbicara jujur apa adanya kalau dia tukang jiplak, tapi bosnya malah mengatakan aku bodoh!" Kesal Aurel sambil melipat tangannya di depan dada.


"Kamu tau darimana kalau desainer mereka tukang jiplak? Perusahaan besar seperti Grup Bulan, tidak akan sembarangan merekrut orang. Orang itu pasti salah memberitahu mu. " Kata Feri sambil memegang lalu mengusap bahu Aurel untuk menenangkan Aurel.


"Aku di beritahu Raditya. Mana mungkin itu berita yang salah. Dia kan bos di sana." gerutu Aurel.


Feri mendekatkan wajahnya ke Aurel, "Desainer Grup Bulan, maksudmu Gucci Rosalina? " tanya Feri. Aurel mengangguk. "Rel, dengarkan Lina itu teman aku satu kampus di Italia, dia salah satu mahasiswi terbaik di fakultasnya." Aurel menatap Feri kaget. "Dia juga menyelesaikan kuliahnya dengan program fast track" kata Feri.


"Fast track kalau di kampus kami sangatlah susah, itu program penggabungan S1 dan S2. Hanya anak yang tak punya masalah dan hanya mahasiswa berprestasi yang bisa," jelas Feri.


"Pasti kamu bermasalah jadi tak bisa." Ucap Aurel sambil tertawa lalu menutup mulutnya. "Terus? Jelaskan lagi tentang fast track?" tanya Aurel


Feri ikut tertawa juga karena tau Aurel sudah mereda, "Kamu tau aja sih sayang." Feri menyentil jidat Aurel dengan pelan. "Waktu mahasiswa yang kuliah fast track lebih cepat di banding mahasiswa lain. Dalam lima tahun mereka sudah mendapatkan dua gelar S1 dan S2, sangat hebat bukan? Dan Lina termasuk salah satu mahasiswa yang cerdas itu." Feri menjelaskan semua.

__ADS_1


"Kamu aja S1 tujuh tahun, ya?" canda Aurel.


"Haha. Kamu tau aja sih cantik, aku kan jadi malu." Feri berlagak imut sambil menutup mukanya.


Aurel tertawa dan berkata, "Tapi mengapa Raditya cerita begitu."


Feri mengangkat bahunya menandakan dia tidak tahu. "Sudah kamu jangan berpikir jelek lagi tentang Lina. Dia tidak akan melakukan hal seburuk itu," kata Feri.


Manager Feri memanggil Feri untuk memulai syuting kembali. Feri keluar ruangan dulu meninggalkan Aurel di dalam ruangan.


Di luar gedung Lina dan Helmi sedang berjalan cepat. Lina meminta melepaskan tangannya dan marah karena tingkah Helmi kepada Aurel di dalam.


Btw reader ada yang fast track juga?


Thor juga pingin tapi jaman thor belum ada. 🤭


Jangan lupa like dan komen.

__ADS_1



__ADS_2